Selasa, September 28, 2021
BerandaTaarufContoh CV Taaruf Akhwat Desain Elegan (Download, Edit, Kirim)

Contoh CV Taaruf Akhwat Desain Elegan (Download, Edit, Kirim)

Untuk memudahkan anda dalam membaca contoh CV Taaruf Akhwat, gunakanlah daftar isi berikut ini untuk menemukan konten biodata taaruf akhwat yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Acuan ini juga dapat digunakan sebagai dasar untuk mengisi formulir taaruf online di Mawaddah Indonesia.

Apresiasi bagi Akhwat yang Hijrah fi Sabilillah

Ukhti Fillah, semangat Hijrah fi Sabilillah pada waktu sekarang ini (1443 H/ 2021 M) telah nampak dari determinasi pelajar muslim usia remaja mau pun pemuda (dewasa).

Indikasinya adalah keberadaan mereka memadati tempat-tempat kajian ilmiah (kajian dakwah sunnah/ dakwah tauhid/ dakwah salaf).

Belum mencapai angka mayoritas pelajar di Indonesia memang, namun hal ini perlu diapresiasi dengan baik. Sebab, para akhwat yang saat ini telah mengenal dakwah sunnah berpotensi sebagai pembuka jalan (hidayah) bagi anggota keluarga, serta teman-teman pergaulan yang lain.

Dengan itu, bertambah pula orang-orang yang ikut dalam langkah ketaatan. Hidup sesuai dengan pedoman sunnah dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan yang terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah, bi-idznillah.

Harus memilih, pilih yang mana? Jangan Sampai Salah Pilih, Dirikan Shalat Istikharah dan Baca Doanya

Tanda Kecerdasan Seorang Wanita Beragama Islam

Mengapa seorang perempuan perlu menyiapkan CV Taaruf Akhwat? Sebab hidup sesuai Sunnah juga berarti memilih dengan siapa seseorang itu akan menjalani bahtera rumah tangga kelak.

Hal ini  berdasar sabda Nabi صلى الله عليه وسلم mengenai seseorang yang baik agama dan akhlaqnya. Rasulullah ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,

إِذَا أَتَاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ خُلُقَحُ وَدِيْنَهُ فَزَوِّجُوْهُ، إِنْ لَا تَفْعَلُوْا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِيْ الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيْضٌ

Terjemah: “Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang agama dan akhlaqnya kamu ridhai, maka nikahkanlah ia. Jika kamu sekalian tidak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” — Dihasankan oleh al-Albani dalam Shahiihul Jaami’, nomor 270. — Lafazh ini dinukil dari: Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah, Sejak Memilih Meminang Hingga Menikah Sesuai Sunnah, Pustaka Ibnu ‘Umar hal. 16.

Dengan membuat biodata taaruf akhwat, hal ini akan menjadi sarana untuk mempermudah Anda dalam mencari calon pasangan hidup.

Dengan siapa aku menikah?

Bertanya dan memikirkan “Dengan siapa aku akan menikah?” bukan hal yang tercela dan memalukan. Justru merupakan ciri tanda baiknya keimanan dan kecerdasan seorang akhwat dalam beragama.

Kriteria suami ideal dambaan Anda, dapat ditulis lengkap dalam biodata taaruf akhwat.

Baca juga: Hukum Akhwat Taaruf Tanpa Memakai BH

Haram menikah dengan lelaki kafir dan musyrik, bagaimana maksudnya?

Haram hukumnya seorang wanita beragama Islam menikah dengan laki-laki kafir dan-atau musyrik.”[1]

Allah عزَ وجل berfirman,

وَلَا تُنكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ ۖ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Terjemah: “… Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke Neraka, sedang Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” – Q.S. Al-Baqarah (Sapi Betina) [2]: 221.

Tafsir: “… Jangan pula menikahkan wanita-wanita kalian yang beriman, baik yang berstatus budak maupun merdeka, dengan para laki-laki musyrik sehingga mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (masuk Islam). Ketahuilah bahwa seorang budak laki-laki yang beriman itu, sekalipun miskin, lebih baik daripada laki-laki musyrik, meskipun dia itu mengagumkan kalian. Mereka yang memiliki karakter syirik itu, baik laki-laki maupun perempuan; semuanya menyeru setiap orang yang bergaul dengan mereka kepada sesuatu yang membawanya kepada Neraka. Sedangkan Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَلىٰ menyeru para hamba-Nya kepada Din-Nya (Agama-Nya) yang benar, yang akan mengantarkan mereka ke Surga dan kepada pengampunan dosa-dosa mereka dengan seizin-Nya. Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya dan hukum-hukum ketetapan-Nya kepada umat manusia agar mereka selalu ingat serta mengambil pelajaran.”[2]

Apakah seorang akhwat itu hendak hidup dengan seseorang yang memperhatikan urusan akhirat? Atau justru menghabiskan waktu hidup di dunia yang betapa singkat ini dengan orang yang melalaikan kewajibannya sebagai seorang muslim, seorang suami, seorang ayah, dan seorang pemimpin rumah tangga.

Kehidupan dunia hanya sarana menuju kehidupan akhirat yang kekal, yang niscaya dimintai pertanggungjawabannya. Apakah neraka atau Jannah (nama surga) sebagai akhirnya?

Menikah dengan seorang muslim yang memahami dan mengamalkan Agama

Tanda-tanda bagusnya keimanan seorang lelaki, di antaranya dapat dilihat apakah dirinya senantiasa menjaga shalat berjama’ah di masjid, sebagaimana sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم,

إِذَا رَأَيْتُمْ الرَّجُلَ يَتَعَاهَدُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوْا لَهُ بِالْإِيْمَانِ

Terjemah: “Jika kalian melihat seorang laki-laki yang bolak-balik ke masjid, maka saksikanlah bahwa dia beriman.”[3]

Lelaki muslim pilihan akhwat, tidak boleh memiliki pemahaman aqidah yang menyimpang. Seperti syi’ah, mu’tazilah, neo-mu’tazilah (seperti kelompok hizbuttahrir), khawarij (hizbuttahrir), pluralis (kelompok yang menganggap bahwa semua agama baik), ahmadiyah dan selainnya.

Pria muslim sejati harus mempunyai sikap wala’ (loyal) yang tinggi terhadap agama dan orang-orang mukmin.

Seorang muslim tidak boleh mencintai orang kafir, tidak tasyabbuh/ meniru-niru adat jahiliyah dan kaum kuffar (seperti merayakan valentine, hari-hari besar wathaniyah, tahun baru, ulang tahun, turun ke jalan-jalan untuk demonstrasi, “aksi bela”, dan seterusnya).[4]

Membuat CV Taaruf Akhwat Dengan Baik

Oleh sebab itu hendaklah seorang akhwat berusaha untuk benar-benar Hijrah fi Sabilillah dengan niat yang ikhlas semata karena Allah عزَ وجل dan dengan cara mutaba’ah yakni berpedoman kepada Sunnah yang Shahih.

Bicara pernikahan, hendaklah kaum muslimin berusaha mencari pasangan hidup yang terbaik sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan syara’.

Dengan cara-cara yang dibenarkan dalam syari’at Islam yakni: taaruf nazhor (melihat secara langsung), khitbah (melamar), nikah, nikah hingga walimah dan berumah tangga dengan niat ibadah.

Apakah harus memahami adab-adab muamalah secara menyeluruh?

Akhwat shalih yang kami cintai karena Allah. Ketahuilah bahwa menjalani ta’aruf bukan semata mengetahui makna terminologi saja.

Akan tetapi seseorang itu, baik lelaki maupun wanita beragama Islam, perlu memadati ruang ilmiahnya dengan pengetahuan adab-adab muamalah hingga adab dalam menyelesaikan sengketa.

Mengapa demikian? Bisa jadi ta’aruf itu tidak berjalan dengan baik apabila salah satu di antara pasangan, menafikan adab-adab dalam bermuamalah.

Misal bertutur kata yang kasar, tajassus (mencari-cari kesalahan), namimah (adu domba), ghibah (menggunjing), dusta, kibr (bersikap sombong), banyak berjanji, bertanya tanpa adab, membuka aib sendiri di masa lalu. Bahkan hingga memviralkan masalah pribadi, wal-‘iyadzu-billah.

Bagi seorang wanita untuk memudahkan pencarian pasangan taaruf, maka hal itu dapat diusahakan dengan jalan membuat CV Taaruf Akhwat.

Apa Saja yang Harus Ditulis dalam CV Taaruf Akhwat?

Menulis CV Taaruf Akhwat, tidak ada perbedaan antara bagian-bagian utama yang disusun dan diisi dalam CV Taaruf Ikhwan.

Isi lengkap dua jenis biodata taaruf tersebut. Dengan tetap mempertimbangkan beberapa aspek berikut:

  • Jujur tidak melebih-lebihkan;
  • Tata bahasa yang baik sehingga mudah dipahami oleh pihak yang membaca;
  • Konsistensi antara satu bagian dengan bagian yang lain;
  • Menulis dengan susunan kalimat yang singkat bukanlah suatu kesalahan, akan tetapi hendaknya jelas dan tidak menimbulkan mispersepsi;
  • Menulis capaian akademis tidak sama dengan menyombongkan diri, maka hendaklah menggunakan tata bahasa yang sifatnya lini-masa saja, berdasar time-line. Tidak perlu ditulis dalam pargraf deskriptif dengan kalimat-kalimat yang menjelaskan “Bagaimana hal itu terjadi?”, “Mengapa hal itu terjadi?”.

Bagian-bagian Utama dalam CV Taaruf Akhwat

Setelah memahami beberapa permasalahan di atas, anda dapat menyiapkan dokumen dengan menyusun bagian-bagian utama seperti di bawah ini:

  1. Profil: Nama lengkap, Nomor telepon, Manhaj, Anak ke, Alamat tinggal, Provinsi, Kota kelahiran, Status nikah, Suku. Pada bagian ini, Anda dapat menyertakan foto profil. Ketika berfoto, gunakanlah busana yang menutup aurat dengan tidak meniru gaya orang-orang kafir.
  2. Gambaran Fisik: Bentuk Fisik, Warna Kulit, Tipe Rambut, Warna Rambut, Warna Mata, Cacat Fisik (apabila ada), Tinggi Badan, Berat Badan, Olahraga Digemari, Riwayat Penyakit, Ciri Khas / Tanda Lahir;
  3. Latar Pendidikan;
  4. Gambaran Pribadi: Moto, Target Hidup, Hobi, Kegiatan Diwaktu Luang, Hal Disukai, Sifat Positif, Sifat Negatif. Di sini Anda dapat melengkapi dengan syair Arab.
  5. Pengalaman Pekerjaan dan-atu Organisasi;
  6. Persiapan Pernikahan: Persiapan Finansial, Jangka Waktu yang Dibutuhkan Sebelum Menikah, Visi & Misi Pernikahan, Ilmu Mengenai Pernikahan; Anda dapat menulis daftar buku pernikahan Islam yang pernah dibaca.
  7. Kriteria Pasangan: Kriteria Fisik (Bentuk Fisik, Warna Kulit, Tipe Rambut, Warna Rambut, Warna Mata, Cacat Fisik (menerima cacat fisik atau tidak), Tinggi Badan, Berat Badan, Riwayat Penyakit, Ciri Khas / Tanda Lahir) dan Kriteria Non-Fisik (Usia, Domisili, Suku (dapat ditulis “Suku: Tidak Membatasi” ), Pendidikan, Status Pernikahan (dapat ditulis “Status Pernikahan: Belum Pernah Menikah.” ), Sifat, Lain-Lain (dapat ditulis “Lain-Lain: Tidak Suka dengan Lelaki Perokok”)). Tulislah sesuai suami ideal idaman Anda;
  8. Harapan-Harapan: Sumber Dana Acara Pernikahan, Gambaran Acara Pernikahan, Keturunan dan Pendidikan Anak, Target Jangka Pendek, serta Target Jangka Panjang.

CV Taaruf Akhwat di atas, bagian-bagiannya diadaptasi dari form isian Biodata Taaruf Mawaddah Indonesia.

Bolehkah Mempercantik Diri Sebelum Difoto?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, Anda patut mengkaji terlebih dahulu artikel kami yang berjudul Hukum Mempercantik Diri.

Pertanyaan tentang ta’aruf dan pembuatan CV ta’aruf dapat dibaca dalam artikel Tanya Jawab CV Taaruf.

Download Contoh CV Taaruf Akhwat

cv taaruf akhwat
Contoh CV Ta’aruf Akhwat

Ukhti dapat mengunduh contoh CV Ta’aruf yang dibuat oleh temanshalih.com untuk memudahkan dalam membuat biodata ta’aruf akhwat.

Bagian-bagian di dalamnya dapat disesuaikan/ dirubah sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu baik ikhwan atau akhwat.

Klik salah satu download link biodata taaruf akhwat di bawah ini, sesuai dengan versi yang Anda inginkan:

CV Taaruf Akhwat Terbaru (2006 downloads)

Setelah mengunduh biodata taaruf akhwat di atas, Anda dapat bergabung kedalam grup WhatsApp temanshalih.com.

Grup WhatsApp Akhwat (2021)

Baca juga: Hukum Mencumbu Pantat Wanita (Jepit Penis di Belahan Pantat Istri)

Gabung di grup WhatsApp TemanShalih.Com untuk memperoleh update informasi, muroja’ah online, dan pembagian hadiah.

Footnote:

[1] Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah, Sejak Memilih Meminang Hingga Menikah Sesuai Sunnah, (Bogor: Pustaka Ibnu ‘Umar), hal. 14. Lihat juga Abdul Hakim bin Amir Abdat, Pernikahan & Hadiah Untuk Pengantin, (Jakarta: Maktabah Mu’awiyah bin Abi Sufyan, 1436 H/ 2015 M), hal. 75;
[2] Tim Ulama Mushaf Syarif Mujamak Malik Fahd, Terjemah At-Tafsir Al-Muyassar, (Surakarta: YSPII & Al-Qowam Group, 1437 H/ 2016 M), hal. 35. Kitab terjemah dari judul asli: At-Tafsirul Muyassaru (mushaf al-Madinah an-Nabawiah);
[3] At-Tirmidzi, beliau mengatakan, “Hadits hasan gharib.;
[4] Dinukil secara makna dari Abu Muhammad Ibnu SHalih bin Hasbullah, Sejak Memilih Meminang Hingga Menikah Sesuai Sunnah, (Bogor: Pustaka Ibnu ‘Umar), hal. 15-16.

Kontributor: _atehdayang

Sumber: Maraaji' (Senarai Pustaka).
Alhamdulillah. Anda telah selesai mengkaji sebuah konten ilmiah. Bacalah doa berikut ini:
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Penulis TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Tulisan ini memuat featuring image. Sumber: Kontributor.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih. Jazakumullah Khairan.

Alifkha Shely
Penulis artikel: Alifkha Shely Septikasari, S.Hut. Lulusan S1 Kehutanan - Universitas Gadjah Mada 2015
KONTEN TERKAIT

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -