Categories
Aerospace Kabar Negeri Jauh Teknologi

Arab Saudi Meluncurkan Satelit Baru SGS1

Satelit Arab Saudi SGS1: Arab Saudi meluncurkan satelit terbaru bernama Saudi Geostationary Satellite1 (SGS1). Satelit SGS1 merupakan satelit ke-16 yang diluncurkan oleh Arab Saudi ke luar angkasa. Satelit SGS1 tersebut diluncurkan pada hari Selasa, 5 Februari 2019 di French Guiana.

Kerjasama Bilateral Korporasi

King Abdul Aziz City for Science and Technology (KACST) dan perusahaan Amerika Serikat, Lockheed Martin, bekerjasama dalam membangun satelit SGS1.

Satelit Arab Saudi SGS1 ini dapat memberikan peningkatan kemampuan telekomunikasi, konektivitas internet yang lebih kuat dan aman di Timur Tengah, Afrika Utara dan Eropa.

Dikembangkan oleh tim dari King Abdul Aziz City Sains dan Teknologi (KACST), Satelit Arab Saudi ini, SGS1, diluncurkan di French Guiana – Arianespace, yang menyediakan layanan peluncuran untuk semua jenis satelit.

KACST, lembaga pemerintah Arab Saudi yang mendukung dan meningkatkan penelitian terapan, berkolaborasi dengan Lockheed Martin untuk memproduksi SGS1.

Arab Saudi Memiliki 16 Satelit

Satelit Arab Saudi SGS1
Roket yang mengangkut Satelit Arab Saudi SGS1. Satelit SGS1 berada pada bagian ujung roket.

Roket yang meluncurkan satelit adalah European Ariane 5. KACST sejauh ini telah meluncurkan 15 satelit ke orbit Bumi, ujar Direktur program SGS1 dari KACST, Dr. Badr Al-Suwaidan. KACST juga telah bekerja sama dengan China dalam misi Chang’e 4 untuk menjelajahi sisi bulan; menyediakan layanan canggih untuk sistem penginderaan jauh; dan berpartisipasi dalam peluncuran sistem canggih untuk pemantauan dan pelacakan maritim dengan data satelit, yang mencakup jangkauan harian 30.000 kapal di seluruh dunia.

Lockheed Martin adalah perusahaan keamanan dan kedirgantaraan global yang bergerak dalam bidang penelitian, desain, pengembangan, pembuatan, integrasi, dan pelestarian sistem dan layanan teknologi canggih. Hubungannya dengan Arab Saudi dimulai pada tahun 1965.

“Tujuan kami adalah untuk memberikan solusi teknologi dan keamanan canggih kepada pemerintah Saudi dan sektor komersial dalam mendukung Visi 2030 (Saudi Vision 2030),” tutur Kepala Eksekutif Lockheed Martin untuk Arab Saudi, Joseph Rank.

Satelit SGS1 Hasil Karya Ilmuwan Arab Saudi

[ads script=”1″ ]


SGS1 diproduksi, diuji dan dioperasikan dengan partisipasi insinyur dan ilmuwan Arab Saudi.

Perjanjian layanan peluncuran antara Arianespace, Arabsat dan KACST diumumkan pada tahun 2015.

Pada tahun 2018, Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman al-Saud mengawasi tahapan pembuatan satelit SGS1 selama kunjungannya ke markas Lockheed Martin di San Francisco.

Pangeran MBS: Di Atas Awan Tertinggi

di atas awan tertinggi
Tulisan tangan pangeran Muhammad bin Salman al-Saud: “فوق أعلى السحب”

Selama kunjungan ini, putra mahkota, Muhammad bin Salman al-Saud atau masyhur disebut MBS, menandatangani bagian terakhir yang ditempatkan pada SGS1 sebelum diluncurkan dengan kata-kata: “فوق أعلى السحب”/ “Di atas awan tertinggi.”

Satelit Arab Saudi SGS1 Diluncurkan di Garis Khatulistiwa

[ads script=”1″ ]

[kgallery ids=”6927,6928,6931″]

Satelit diluncurkan oleh Guyana Space Center, yang terletak di Guyana Prancis karena dekat dengan garis khatulistiwa; memiliki populasi yang kecil.

Fakta Mengenai Satelit Arab Saudi SGS1

[ads script=”1″ ]

Satelit Arab Saudi SGS1
Tahapan peluncuran satelit dengan roket dan rute pengorbitan.

[1] Satelit SGS1 memberikan komunikasi satelit pada jalur Ka-band untuk pemerintah Arab Saudi;
[2] Satelit SGS1 dirakit di Lockheed Martin, California – Amerika Serikat;
[3] Dari sisi Lockheed Martin, satelit SGS1 merupakan satelit ke-46 yang diluncurkan ke luar angkasa;
[4] Satelit SGS1 diluncurkan di Guiana Space Centre sebab lokasi peluncurannya dekat dengan garis ekuator;
[5] KCAST juga bekerjasama dengan China dalam misi Chang’e 4 untuk menjelajah sisi terjauh dari bulan.

[line]

Sumber: Arab News (terjemah bebas).

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer

Categories
Aerospace Fatwa Syaikh 'Utsaimin Fatwa Syaikh Bin Baz Fatwa Ulama Intisari Cahaya Ilmu Kabar Teknologi

Mungkinkah Manusia Tinggal dan Menetap di Planet Mars; Apakah Dirinya Seorang yang Beriman?

Planet Mars: Dingin & Tak Bernyawa

Mars bukanlah tempat yang mudah dikuasai. Hampa, berbatu, dingin dan tak bernyawa, The Red Planet (Planet Merah) itu hanya menawarkan sedikit harapan. Dia adalah rumah gunung berapi terbesar di tata surya, memiliki ngarai terdalam dan pola cuaca yang ekstrem. Mars menanti para petualang bintang  sebagai planet mati yang sepi.

perbandingan-ukuran-diameter-bumi-dengan-mars
Perbandingan ukuran bumi dengan mars (Ilustrasi NASA).
Planet ke-4 dari Matahari.
Mars adalah planet ke-4 dari titik Matahari.
bulannya planet mars
Phobos (fear) and Deimos (panic); Bulannya planet Mars. Keduanya, Phobos and Deimos, ditemukan pada tahun 1877 M oleh seorang astronom Amerika, Asaph Hall.
perbandingan ukuran antara Bumi, Mars dan Bulan.
Perbandingan ukuran antara Bumi, Mars dan Bulan.
Berat badan manusia apabila berada di planet Mars.
Berat badan manusia berkurang drastis apabila berada di planet Mars. Hal ini disebabkan planet Mars memiliki masa yang lebih ringan dibanding dengan planet Bumi, sehingga berpengaruh pula terhadap gravitasi di permukaannya.
1.5 Astronomical Units/ 229.000.000 Km; Jarak abtara Mars dengan Matahari
1.5 Astronomical Units/ 229.000.000 Km; Jarak antara Mars dengan Matahari
687 hari = 1 tahun Mars.
Butuh sebanyak 6 planet mars untuk mengimbangi volume Bumi.
Butuh sebanyak 6 planet Mars untuk mengimbangi volume Bumi.
Titik Beku; Suhu udara di planet mars jauh lebih dingin dibanding dengan titik beku planet bumi.
Struktur planet Mars; Belum diketahui secara pasti.
Struktur planet Mars; Belum diketahui secara pasti.
gravitasi-planet-mars
Gravitasi di planet Mars; Memungkinkan seorang astronot melompat dan melayang lebih jauh.
atmosfir-planet-mars
Atmosfir planet Mars; 100 kali lebih tipis dibanding Bumi.

[ads script=”1″ ]

Planet Mars dalam Perspektif Islam

Di dalam bukunya, 11 Renungan Sains, Ali Ahmad bin Umar menukil perkataan Syaikh bin Baz, dia bertutur bahwa,

“… semua bintang dan planet, termasuk matahari dan bulan (planet mars -pen.) berada di bawah langit dan bukan berada di dalamnya. Dengan ini dapat diketahui bahwa bukanlah suatu hal yang mustahil adanya ruang hampa di antara bintang dan planet dengan langit dunia, yang memungkinkan berjalannya kendaraan-kendaraan ruang angakasa, dan memungkinkan untuk turun di permukaan bulan atau planet-planet lainnya (termasuk planet mars dan garis bawah oleh penulis artikel -pen.).

Tidak boleh mengatakan tentang kemustahilan hal tersebut kecuali dengan sebuah dalil syar’i yang jelas untuk dijadikan rujukan. Sebagaimana juga tidak boleh membenarkan orang yang mengatakan bahwa dia telah sampai ke permukaan bulan atau planet-planet lainnya kecuali dengan bukti-bukti ilmiah yang menunjukkan akan kebenarannya.”

Kemudian dalam buku yang sama, Ali Ahmad bin Umar kembali menukil perkataan  Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah,

“… Apabila berita tentang pendaratan pesawat antariksa (Apollo XI, XII) di bulan itu benar, maka yang tampak bagiku adalah bahwa Al-Qur’an tidak mendustakan dan tidak juga membenarkannya. Karena tidak ada keterangan yang jelas dalam Al-Qur’an yang menyelisihi berita tersebut. Demikian tidak ada pula yang mendukung ataupun menguatkannya.”

Planet Mars, Bulan dan Lainnya

Adapun keberadaan Al-Qur’an tidak menyelisihi berita tersebut, karena Al-Qur’an adalah firman Allah ‘Azza Wa Jalla yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Maka Allah mengetahui perkara yang telah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi, baik perbuatan-Nya sendiri maupun perbuatan semua makhluk-Nya. Setiap perkara yang telah terjadi atau akan terjadi, baik di langgit maupun di bumi, yang kecil atau yang besar, yang tampak atau yang tersembunyi, maka Allah ‘Azza Wa Jalla Maha Mengetahui. Dan perkara itu tidak akan terjadi kecuali dengan kehendak dan pengaturan-Nya sehingga tidak ada perdebatan dalam keterangan ini.

Apabila telah jelas keterangan di atas, maka Al-Qur’an adalah firman-Nya, sebenar-benar perkataan. Dan siapakah yang benar perkataannya daripada firman Allah? Perkataan-Nya adalah sebaik-baik perkataan dan yang paling jelas penjelasannya. Dan siapakah yang paling baik perkataannya daripada Allah?

Maka tidak mungkin selamanya Al-Qur’an yang disertai ilmu-Nya, yang sangat benar lagi sangat jelas, menyelisihi perkara yang dapat dicapai dengan panca Indra (mendarat di bulan, mars dan planet selainnya -pen). Demikian tidak mungkin selamanya sesuatu yang dapat dicapai dengan panca indra menyelisihi keterangan Al-Qur’an yang sangat jelas.

Barangsiapa yang memahami bahwa di dalam Al-Qur’an terdapat perkara yang menyelisihi kenyataan yang dapat dicapai oleh panca indra, demikian pula sebaliknya, maka tanpa ragu lagi pemahamannya keliru.

Mereka yang Menerima dan Mendukung Kemungkinan Keberhasilan Manusia Mendaratkan Pesawat Antariksa adalah Benar

Apa yang telah dipaparkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin dapat disimpulkan sebagai berikut (Allah yang Maha Mengetahui):

[list icon=”fa-rocket”]

  • Dalam tulisan di atas, Syaikh tidaklah membantah dapat atau tidaknya manusia mendarat di bulan, sebagaimana yang beliau sebutkan: “… Apabila berita tentang pendaratan pesawat antariksa (Apollo XI, XII) di bulan itu benar, maka yang tampak bagiku adalah bahwa Al-Qur’an tidak mendustakan dan tidak juga membenarkannya. Karena tidak ada keterangan yang jelas dalam Al-Qur’an yang menyelisihi berita tersebut. Demikian tidak ada pula yang mendukung ataupun menguatkannya.”
  • Yang diingkari/ dibantah oleh Syaikh adalah pendalilan yang dilakukan oleh penantang berita mendaratnya manusia di bulan dengan menggunakan Al-Qur’an dan menyatakan bahwa bulan itu di langit (menempel).
  • Beliau juga membantah orang-orang yang menggunakan dalil Al-Qur’an untuk membuktikan pendaratan manusia di bulan.
  • Jika pendaratan itu benar dan terbukti secara nyata, maka hal tersebut tidaklah bertentangan dengan Al-Qur’an, namun masalahnya kebenaran pendaratan itu masih diperbincangkan.
  • Kalaupun terjadi pendaratan, maka pada hakikatnya yang dapat dilakukan hanyalah pendaratan, bukan menghuni/ tinggal di bulan sebagaimana manusia hidup dan menetap di bumi. Sebab Allah ‘Azza wa Jalla telah menetapkan nahwa manusia hanya dapat tinggal di bumi. Allahu A’lam.

[/list]

Intinya masalah benar atau tidaknya orang mendarat di bulan (serta sanggup dan tidaknya manusia menginjakkan kaki dan melakukan penelitian di planet Mars tanpa harus diwakilkan dengan pengiriman  robot kendali jarak jauh – pen) bukanlah hal yang harus diperdebatkan dan tidaklah terkait dengan keimanan.

Hal ini baru menimbulkan permasalahan dalam keyakinan ketika masing-masing kelompok (yang percaya atau tidak, yang mendukung atau tidak) menggunakan Al-Qur’an sebagai dalil untuk membenarkan pendapat mereka.

Download Infografis Planet Mars (*.pdf)

[ads script=”1″ ]

Download: [download id=”4562″]

Maraaji (Senarai Pustaka)

[list icon=”fa-book”]

[/list]

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer

Categories
Aerospace Kabar Teknologi

300 Drone Menerangi Langit Jeddah Menyambut Ramadhan

Formasi "Ramadhan Mubarak" Pesawat Tanpa Awak di Atas Langit Jeddah
Formasi “Ramadhan Mubarak” Pesawat Tanpa Awak di Atas Langit Jeddah

Pesawat Tanpa Awak di Langit Jeddah

General Authority for Entertainment (G.E.A.) menyambut bulan suci Ramadhan pada Sabtu malam 1 Ramadhan 1438 H (27 Mei 2017 M) dengan menggunakan 300 drone (pesawat tanpa awak) untuk melakukan pertunjukan cahaya di atas langit Jeddah.

Kaligrafi Arab dalam Formasi Pesawat

Pertunjukan cahaya tersebut menampilkan pesan yang bertulis lafazh “Ramadhan Mubarak” yang dimaksudkan untuk menyenangkan penduduk kota dan masyarakat Saudi dengan menyediakan sarana hiburan yang paling inovatif.

Ratusan pesawat tak berawak naik ke langit kemudian membentuk formasi yang bertulis lafazh “رمضان مبارك”; “Ramadhan Mubarak” yang kemudian diikuti oleh formasi gambar lainnya yang ditampilkan dengan variasi warna.

 

A post shared by temanshalih.com (@teman_shalih) on

Kami menampilkan pertunjukan cahaya yang menghiasi langit Jeddah, yang berlangsung selama lebih dari empat menit pada hari pertama bulan Ramadan sebagai sarana untuk memberi selamat kepada penduduk kota dengan salah satu cara yang paling inovatif dan menarik. ~ Juru bicara Otoritas

Perhatian Pemerintah

[ads script=”2″ ]

Pihak Otoritas menyatakan bahwa akan ada sejumlah acara terkait Ramadhan disepanjang bulan di berbagai wilayah dan kota di sekitar Kerajaan Arab Saudi.

Otoritas sangat ingin memberikan hiburan terbaik yang dapat ditawarkan bagi masyarakat Arab Saudi sesuai dengan program Saudi Vision 2030 dengan menggunakan kemutakhiran teknologi terbaru.

[A.N.]

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer