Categories
Cara Bersiwak Tata Cara Muslim

Cara Bersiwak Yang Benar

قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ

Hudzaifah Radhiy-Allaahu-‘Anhu berkata, “Nabi ﷺ apabila bangun malam, beliau menggosok gigi dengan siwak.”- Shahih Al-Bukhari no. 245 , kitab al-Wudhu

Menggosok bagian dalam dan luar gigi dengan melebar (menyamping/ tidak vertikal). Menggosokkan siwak pada ujung-ujung gigi  kursi gigi, serta menjalankannya di atas langit-langitnya secara perlahan.

Pada saat saudara menggosok gigi dengan batang siwak, hendaklah dilakukan dengan perlahan serta dengan cara menggenggam batang siwak dengan kuat. Sebab apabila saudara menggosok gigi dengan tanpa genggaman yang kuat, hal tersebut berpotensi terjadinya slip sehingga batang siwak melukai gusi atau rongga mulut.

Luka kecil di dalam mulut dapat menyebabkan sariawan, apabila daya imun tubuh berada pada level yang rendah.

Categories
Cara Bersiwak Tata Cara Muslim

Bagaimana Cara Memotong Siwak?

Cara memotong siwak ini disusun secara empiris.

Mutiara Hadits Mengenai Siwak

Dari Anas Radhiy-Allaahu-‘Anhu ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

أَكْثَرْتُ عَلَيْكُمْ فِي الـسِّوّاكِ

Aku telah meminta kalian untuk memperbanyak bersiwak.- Shahih Al-Bukhari no. 888 kitab Al-Jum'ah


Langkah-langkah Memotong Siwak

Berikut ini merupakan kaifiah memotong siwak yang disusun secara empiris:

  • Pilihlah kayu arok yang sedang, sementara yang terbaik adalah dari pohon arak/ arok, tidak terlalu kering agar kelembutannya terjaga sehingga tidak melukai, dan juga tidak basah karena yang demikian itu cenderung sulit untuk menghilangkan bau tidak sedap.
  • Sebaiknya dicuci sebelum dan sesudah digunakan.
  • Potong ujung bagian atasnya, bagian yang digunakan untuk menggosok, sekali dalam sehari (apabila sering/ rutin digunakan).
  • Ia berfungsi sebagai alat untuk menjaga kebersihan mulut; yakni untuk menjaga kebersihan gigi dan juga lidah.
  • Siwak dapat digunankan pada setiap kali wudu, hendak mendirikan shalat, masuk masjid, masuk rumah, diam dalam waktu yang lama, dan pada saat lambung kosong dari makanan.
  • Boleh bersiwak dalam keadaan sedang berpuasa.

Tutorial Cara Memotong Siwak

Simak tutorial berikut ini dengan seksama, perhatikan dengan baik agar anda dapat mahir dalam memotong siwak dengan cara yang benar dan aman.

Video tutorial memotong siwak yang benar dan aman

Video tutorial memotong siwak dengan pisau lipat Skull dan Gerber

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer

Categories
Cara Bersiwak Tata Cara Muslim

Manfaat Siwak Bagi Kesehatan Mulut

[dropcap background=”#333333″ color=”#FFFFFF”]M[/dropcap]emiliki mulut yang sehat adalah dambaan setiap orang, yang dengan itu seseorang merasa nyaman tatkala bermuamalah, berbincang-bincang dengan saudara Muslim yang lain. Rasulullah ﷺ adalah Nabiy-ur-Rahmah atau Nabi Pembawa Rahmat yang Rahmat itu sendiri merupakan syariat Islam yang ajarannya meliputi seluruh sendi kehidupan manusia, termasuk di dalamnya adalah dalam perkara kesehatan yang dapat ditemukan dalam Sunnah-nya. Namun sangat memilukan tatkala pemuda Muslim akhir ini banyak yang didapati telah meninggalkan Sunnah Rasul-nya yang diantara penyebabnya adalah ketidak tahuan mereka akan keutamaan mengikuti sunnah/ittiba-ur-rasul.

Rasulullah ﷺ bersabda,

فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

“… Maka, Barangsiapa yang Membenci Sunnahku, Maka ia Bukan Termasuk Golonganku.”~Hadits Shahih: Riwayat al-Bukhari nomor 5063 kitab An-Nikah

Untuk menjaga kesehatan mulut, seseorang dapat membiasakan bersiwak. Diketahui bahwa alat siwak yang paling baik yakni dari ranting pohon arak (‘arok) karena ia memiliki aroma yang wangi, dan seratnya dapat mengeluarkan sisa-sisa makanan dan semisal dari sela-sela gigi. Sementara itu ia juga memiliki karakter tekstur yang lembut, sehingga tidak melukai mulut.

Hal ini berdasar pada hadits Abdullah bin Mas’ud Radhiy-Allaahu-‘Anhu, Aku pernah mengambil siwak untuk Rasulullah Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam dari kayu arak.” ~Riwayat Abu Ya’la dalam musnadnya 9/209.

[ads script=”1″ ]

Dapatkah mengganti peran siwak dengan sikat gigi untuk menggosok gigi sebelum berwudhu?

Antara miswak dengan sikat gigi (yang ditemukan dipasaran saat ini) memang memiliki fungsi yang sama, yakni ia sebagai alat menggosok gigi. Namun secara istilah, siwak ialah menggunakan kayu atau sejenis untuk menggosok gigi (sikat gigi alami), yang padanya ditemukan unsur-unsur zat alami yang baik untuk kesehatan mulut (dan sudah banyak penelitian yang mengangkat perihal ini). Siwak memiliki peran ganda selain sebagai alat penggosok gigi ia juga berperan sebagai pasta gigi, mengingat kandungan zat-zat alami yang terdapat di dalamnya. Berbeda dengan sikat gigi yang didapati di pasaran sekarang ini yang berbahan nylon.

Apa dasar hukumnya?

Secara fiqh, Siwak hukumnya Sunnat Mu’akadah (sebagaimana dianjurkan dan dilakukan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam pada setiap waktu dan kondisi); (1) dilakukan setiap kali wudhu (apabila ia lupa bersiwak pada waktu wudhu maka dilakukan ketika (2) hendak shalat), (3) diam dalam waktu yang lama, (4) membaca Al-Qur’an, (5) bangun tidur, (6) dan pada saat lambung kosong dari makanan.

[line]

Ketahui Lebih Lanjut: Cara Memotong Siwak

[line]

Ingin bersiwak tetapi siwak sulit didapatkan?

Apabila memang sulit ditemukan siwak pada suatu waktu dan suatu daerah maka tidak perlu memaksakan diri. Apabila memang ingin bersiwak, maka jalan lain yang dapat ditempuh yakni memesan kepada keluarga atau kerabat yang berada di daerah lain yang mudah mendapatkan siwak.

Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ لَكَ مَا احْتَسَبْتَ

Sungguh bagimu, apa yang engkau harapkan.” ~Hadits Shahih: Riwayat Muslim nomor 663, bab al-Masaajid wa Mawadhi’is-Shalaah

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

Sumber kitab Fiqh;

[1] Bulugh Al-Maram, al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani Rahimahullaah

[2] Subul-As-Salam Syarh Bulugh Al-Maram, kitab Thaharah (bersuci) bab Wudhu, Imam Ash-Shan’ani Rahimahullaah.

Kitab lainnya;

[1] Ahkamus Siwak, Dr. Abdullah bin Mu’tiq As-Sahli

[2] At-Tadawii Bis Siwaak, Dar Al-Hadharah

[3] Libasur Rasul wash Shahabah wash Shahabiyyat Ajma’in, Syaikh Abu Thalhah bin Abdus Sattar

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer