Categories
Adab Busana Muslim

AGEMAN Simple and Comfort Busana Muslim Rekomendasi

Konsep yang diangkat oleh AGEMAN Simple and Comfort adalah “providing a propper attire for muslim”, sepenggal kalimat yang juga merupakan visi dari AGEMAN Simple and Comfort yakni menawarkan beragam jenis pilihan busana syar’i (Propper Attire) bagi kaum muslimin dengan harga yang terjangkau, mulai dari baju gamis, koko, jubah, sirwal (celana), hingga T-Shirt (kaos) motivasi muslim.

Konsep “Propper Attire” atau tata busana yang sesuai dengan kepatutan syara’ (norma agama) merupakan standar produksi setiap model busana AGEMAN yang sifat dan karakternya – Insya-Allaahu-Ta’ala – sesuai dengan apa yang dikehendaki agama. Mulai dari batas panjangnya hingga motif yang terkandung di dalamnya, adakah bersinggungan dengan keharaman “Tashwir” atau tidak.

AGEMAN Simple and Comfort mengedepankan kesederhanaan dalam berbusana namun tetap memegang kepercayaan diri dan bangga saat mengenakannya. Mengapa seseorang itu perlu percaya diri tatkala berbusana? Sebab rasa percaya diri tatkala tampil dengan busana yang baik sudah semestinya mengisi ruang hati seorang muslim.

Perlu diketahui secara luas bahwa Islam adalah agama yang memperhatikan bagaimana pemeluknya berbusana yang baik, yang dengan itu kehormatan dan nama baik seorang muslim juga dapat terjaga. Mafhum nama baik seorang muslim adalah sesuatu yang diwariskan. Sementara itu, berbusana sesuai dengan apa yang dikehendaki syara’ juga berarti telah berhasil mengamalkan Bara’ah, yakni menampakkan antipati terhadap sifat dan cara berpenampilan yang tidak diajarkan oleh Islam.

Saat ini, AGEMAN Simple and Comfort telah tersedia di beberapa toko [fa size=”13px” icon=”fa-external-link”] di Pontianak, Bogor (pusat), Yogyakarta, serta kota lainnya di Indonesia. Dengan kehadiran AGEMAN Simple and Comfort kaum muslimin dapat lebih mudah memperoleh busana yang dapat dikenakan dengan perasaan nyaman, percaya diri serta bangga oleh karena ajaran Islam dalam berpakaian telah termanifestasi dalam tata busana kesehariannya.

[line]

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer

Categories
Adab Busana Muslim Fatwa Syaikh 'Utsaimin Fatwa Ulama Intisari Cahaya Ilmu

Makna Hadits Berpakaian Tapi Telanjang

Hadits Berpakaian Tapi Telanjang

Apakah makna hadits Nabi صلى الله عليه وسلم, “Berpakaian tapi telanjang?”

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏  صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Dari Abu Hurairah رضى الله عنه, dia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” – Shahih Muslim nomor 2128, bab al-Libas (كتاب اللباس والزينة)

Jawaban:

Adapun makna sabda Nabi صلى الله عليه وسلم,

“Berpakaian tapi telanjang,”

Yakni wanita-wanita tersebut memakai pakaian, akan tetapi pakaian mereka tidak tertutup rapat (menutup seluruh tubuhnya atau auratnya).

Para ulama berpendapat bahwa di antara yang termasuk berpakaian tetapi telanjang, yaitu:

  • Pakaian tipis;
  • Terlihat kulit yang terbungkus di belakangnya. Sehingga secara lahiriyah pemakainya terlihat berpakaian, akan tetapi pada hakikatnya telanjang;
  • Juga termasuk pakaian yang tebal, akan tetapi pendek (mini);
  • Pakaian yang ketat yang menempel pada kulit dan memperlihatkan lekuk tubuh pemakainya, sehingga seakan-akan tidak berpakaian.

Semua pakaian tersebut termasuk jenis pakaian telanjang. Makna tersebut, jika yang dimaksud adalah pakaian transparan dalam pengertian inderawi.

Sedangkan jika yang dimaksud adalah pakaian transparan dalam pengertian maknawi, maka yang dimaksud dengan pakaian adalah memelihara kesucian diri dan rasa malu. Kemudian yang dimaksud dengan telanjang adalah menganggap sepele perbuatan dosa dan memperlihatkan aib kepada orang lain. Dengan demikian dilihat dari satu sisi wanita-wanita tersebut berpakaian, tetapi dilihat dari sisi lain mereka telanjang.

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, Majmu’ Durus Fatawa al-Haram al-Makki, Juz 3, hlm. 219.

Dinukil dari: Khalid al-Juraisi, Fatwa-Fatwa Terkini, (Jakarta : Darul Haq, 1437 H/ 2016 M), hlm. 31. – Kitab terjemah dari judul asli: Al-Fatawa asy-Syar’iyyah Fi al-Masa’il al-’Ashriyyah Min Fatawa Ulama’ al-Balad al-Haram.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer

Categories
Adab Busana Muslim Fatwa Syaikh Abdullah al-Jibrin Fatwa Ulama Intisari Cahaya Ilmu

Hukum Memakai Pakaian yang Memiliki Belahan

Hukum Memakai Pakaian yang Memiliki Belahan pada Bagian Tertentu

Pertanyaan:

Sebagian kaum wanita Muslimah telah membuat belahan pada bagian bawah pakaiannya, memanjang hingga ke bagian lututnya, terkadang belahan itu terdapat pada bagian depannya atau bagian belakangnya atau bagian sampingnya, dan mereka biasa memakainya dalam sejumlah jamuan dan kegiatan wanita.

Bagaimana hukum memakainya? Kiranya Syaikh berkenan memberikan fatwa kepada kami dalam masalah tersebut.

Jawaban:

Tidak diperbolehkan bagi kaum wanita Muslimah memakai pakaian yang memiliki belahan hingga mencapai bagian lututnya. Karena yang diwajibkan kepada kaum wanita Muslimah adalah memakai pakaian yang menutupi seluruh badannya hingga dalam melakukan shalat dan saat menyendiri sekalipun.

Dalam hadits Ummu Salamah رضي الله عنها dijelaskan, seraya bertanya,

“Wahai Rasulullah, bolehkan seorang wanita melakukan shalat dengan sehelai baju besi?”

Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab,

“Ya, jika besi itu lebar dan menutupi punggung kedua kakinya.”

Tidak selayaknya seorang wanita Muslimah memakai pakaian yang ada belahannya, meskipun dipakai di antara kaum wanita, karena biasanya sebuah jamuan atau kegiatan wanita, diikuti pula oleh sejumlah pemudi yang awam dalam jumlah yang banyak, sehingga mereka berkhayal memiliki pakaian tersebut, karena mereka menyangka bahwa pakaian semacam itu adalah pakaian yang melambangkan puncak perhiasan serta kecantikan, sehingga mendorong mereka untuk memakainya di hadapan khalayak ramai, seperti: pasar, pintu-pintu sekolah serta tempat ramai lainnya sebagaimana yang terjadi saat ini. Jadi melarang memakainya adalah hukum pokok dalam berpakaian.

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui. Shalawat serta salam semoga dicurahkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, kepada keluarganya dan para Shahabatnya ‎رضي الله عنهم.

Disampaikan dan didiktekan oleh Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin.

Khalid al-Juraisi, Fatwa-Fatwa Terkini, (Jakarta : Darul Haq, 1437 H/ 2016 M), hlm. 81-82. – Kitab terjemah dari judul asli: Al-Fatawa asy-Syar’iyyah Fi al-Masa’il al-’Ashriyyah Min Fatawa Ulama’ al-Balad al-Haram.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer