Categories
Intisari Cahaya Ilmu

Hadits Pendek tentang Diberi Kebaikan dan Pemahaman Agama

Hadits pendek ini memberikan penjelasan tentang seseorang yang diberi kebaikan dan pemahaman ilmu Agama. Artinya, orang yang memahami agama, adalah orang-orang yang dikehendaki kebaikan oleh Allah ‘Azza Wa Jalla.

Baca juga: Kumpulan Hadits Pendek yang Mudah Dihapal.

Inilah matan hadits pendek-nya:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

Transliterasi matan hadits:
MAYYURIDILLAAHU BIHI KHAYRAN YUFAQQIHU FIDDIIN.

Terjemah hadits pendek:
“Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allāh, maka Allāh akan memahamkannya (diberi kepahaman) dalam urusan agama. …” – Shahih Muslim nomor 1037 (كتاب الزكاة)

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer

Categories
Daftar Intisari Cahaya Ilmu

Buku Pernikahan Islam (Rekomendasi 2020)

Buku pernikahan Islam menjadi tema bacaan yang sepatutnya ditelaah oleh para pemuda muslim. Ini adalah dua belas buku pernikahan Islam rekomendasi 2020.

Jelang Ramadhan, Sambut Lailatul Qadar: Jangan Sampai Salah Baca, Ketahuilah Doa Lailatul Qadar yang Shahih.

Tidak dipungkiri lagi bahwa sebagian permasalahan dalam rumah tangga bermula dari persoalan ekonomi, yang kemudian cenderung diperparah dengan keadaan aqidah/ keyakinan beragama sebagian kaum Muslimin akhir ini yang lemah serta hilangnya sifat-sifat terpuji dan mulia yakni:

  • Qana’ah/ sifat merasa cukup atas rezeki yang Allah Ta’ala berikan; serta
  •  Zuhd/ sifat yang tidak mengambil atau menggunakan harta kecuali dapat bermanfaat bagi kehidupan akhirat.

Oleh karena seseorang itu perlu memiliki pemahaman yang tuntas atas perkara Iqtishadiyah Islamiyah/ perekonomian islam sebelum melanjutkan kedalam pengetahuan pernikahan, maka dibuatlah daftar rekomendasi buku tentang pernikahan dalam islam berikut ini:

Hal tersebut berangkat dari perhatian kami terhadap sebagian pemuda muslim yang memiliki tingkat kecemasan yang tinggi ihwal persiapan finansial yang mereka lakukan tatkala menjelang nikah dan walimah.

Yang hampir-hampir sikap cemas tersebut berujung kepada hilangnya kepercayaan diri, merasa takut menghadapi masa depan, dan berkonsekuensi kepada berprasangka buruk terhadap ketetapan Allah ‘Azza Wa Jalla.

Dengan mengetahui karakter/ sifat/ status harta (mal) dalam perspektif Perekonomian Islam (Iqtishaadiyyah Islamiyyah) diharapkan pemuda muslim memiliki gambaran yang utuh dan benar mengenai bagaimana mereka harus menyikapi harta dan memandang kehidupan dunia ini.

Sehingga para pemuda muslim tidak lagi hidup sebagai budak harta (abdul mal) atau budak uang (abdul dinar) yang hanya berorientasi kepada perbendaharaan dunia semata. Sebab apabila tidak diiringi wawasan mengenai hal dimaksud di atas, niscaya mereka akan menggunakan harta pada jalan-jalan yang sia-sia, tiada bermanfaat dan dimurkai Allah ‘Azza Wa JallaWal ‘Iyadzu-Billah.

Di bawah ini terdapat daftar buku tentang pernikahan dalam Islam dan buku perekonomian Islam karya penulis yang kredibel dan terpercaya dalam bidang keilmuannya, bukan buku pernikahan yang kering dalil dan-atau yang telah tercemar dengan pemikiran liberal, sekulerisme, pemikiran menyimpang syi’ah dan hizbuttahrir, hingga ilmu kalam dan filsafat.

11 Buku Pernikahan Islam Terbaik 2019-2020

1. Buku Sifat Perniagaan Nabi ﷺ

Ustadz Dr. Muhammad Arifin bin Badri, MA. 1429 H/ 2008 M. Sifat Perniagaan Nabi ﷺ. Bogor: Pustaka Darul Ilmi. – Dilengkapi dengan fatwa-fatwa al-Lajnah ad-Daa’imah lil-Buhuth al-‘Ilmiyyah wal-Iftaa ( اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء)/ Komite Tetap Untuk Riset Ilmiyyah dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi.

2. Buku Sejak Memilih, Meminang, Hingga Menikah sesuai Sunnah

Buku Pernikahan Islam Sejak Memilih
Buku pernikahan Islam: Sejak Memilih, Meminang, Hingga Menikah Sesuai Sunnah.

Ustadz Abu Muhammad & Ibnu Shalih bin Hasbullah. Sejak Memilih, Meminang, Hingga Menikah Sesuai Sunnah. Bogor: Pustaka Ibnu ‘Umar. – Buku Saku, dijelaskan secara ilmiyah dan ringkas, sehingga lebih mudah dipahami oleh pembaca usia remaja.

Pada halaman 20, bagian B. Kriteria Calon Suami, 6. Mencintai dan menerima calon istri apa adanya, dituturkan bahwa,

“Yang penting adalah kecintaannya tersebut tidak membutakannya dari kebenaran. Adapun jika cinta itu belum tumbuh sempurna, dan ia mengakui hal itu, akan tetapi ia hendak berusaha untuk saling memupuk kecintaan tersebut dalam rumah tangga nanti, maka semoga Allah menanamkan kecintaan yang luar biasa kepada pasangan yang ikhlas ini.”

3. Buku Pernikahan dan Hadiah Untuk Pengantin

Buku Pernikahan Islam: Buku Pernikahan dan Hadiah Untuk Pengantin.
Buku pernikahan Islam: Pernikahan dan Hadiah Untuk Pengantin.

Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat. Cetakan ketiga 1436 H/ 2015 M. Pernikahan dan Hadiah Untuk Pengantin. Jakrata: Maktabah Mu’awiyah bin Abi Sufyan.

Di dalamnya dibahas secara mendetail ihwal pra-nikah hingga pasca nikah. Termasuk di dalamnya mengenai tata cara Nazhor (melihat fisik calon pasangan hidup) serta apa saja yang boleh dilihat hingga menimbulkan perasaan ingin menikahi, hingga diangkat juga mengenai jalan keluar bagi pemuda muslim yang pernikahannya dihalang-halangi/ dilarang oleh wali mereka yang zhalim.

Dalam catatan kaki pada halaman 104, Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, menuturkan bahwa,

“Seorang wanita ridha dipinang/ dilamar/ di-khitbah oleh lelaki yang baik agama dan akhlaqnya. Yakni kamu melihat bahwa laki-laki itu agamanya bagus dan baik, yakni dia seorang yang ta’at beragama dan akhlaqnya pun bagus sehingga kamu menyukainya dan meridhainya, maka nikahkanlah dia dengan anak perempuanmu atau kerabatmu jika keduanya telah sama-sama suka.”

4. Buku Adab Az Zifaf – Panduan Pernikahan Cara Nabi ﷺ

Buku Pernikahan Islam Adab Az Zifaf
Buku pernikahan Islam: Adab Az Zifaf.

Muhammad Nashiruddin Al-Albani. 1425 H/ 2004 M. Adab Az Zifaf. Yogyakarta: Media Hidayah. – Buku terjemah.

Dalam muqaddimah edisi baru dituturkan bahwa,

Perbedaan yang penting (dari edisi sebelumnya) adalah materi pembahasannya lebih banyak, sehingga lebih banyak pula manfaat yang dapat diperoleh.

Perbedaan lain dari cetakan-cetakan sebelumnya adalah adanya tambahan 2 (dua) indeks. Yakni indeks mengenai hadits-hadits dan indeks mengenai atsar-atsar, sehingga sekarang keseluruhannya ada 4 (empat) indeks sebagai berikut:

  • Kitab-kitab rujukan;
  • Bab-bab pembahsan;
  • Hadits-hadits; serta
  • Atsar-atsar.

5. Buku Iqtishaadiyyah Islamiyyah

Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat. 1431 H/ 2010 M. Risalah Ilmiyyah Dalam Mengenal Iqtishaadiyyah Islamiyyah (Ekonomi Islam). Jakarta: Maktabah Mu’awiyah bin Abi Sufyan.

6. Buku Pendidikan Cemburu Bagi Muslimah

Mazin Abdul Karim Al-Furaih. 1428 H/ 2007 M. Pendidikan Cemburu Bagi Muslimah. Darul Falah. – Buku terjemah dari judul asli: Tahdzibul-Ghirah ‘Indal-Mar’ah.

Ia merupakan sebuah buku saku berukuran kecil yang ringkas dan padat, walaupun ia berjudul “Pendidikan Cemburu Bagi Muslimah”, kami merekomendasikan buku ini sebagai buku yang patut dibaca oleh lelaki, sebab agar seorang lelaki itu mengetahui sifat-sifat dan tabi’at dasar seorang wanita yang dengannya seorang lelaki dapat memahami dan mengarahkan istri-istrinya sesuai dengan apa yang dikehendaki syara‘.

7. Buku Berbekal Setengah Isi Setengah Kosong

Buku Pernikahan Islam Berbekal setengah Isi Setengah Kosong
Buku pernikahan Islam: Berbekal Setengah Isi Setengah Kosong.

Ustadz Dr. Syafiq bin Riza bin Hasan bin Abdul Qadir bin Salim Basalamah, MA. Cetakan ke-2 1436 H/ 2015 M. Berbekal Setengah Isi Setengah Kosong. Bekasi: Rumah Ilmu.

Dalam Muqaddimah Ustadz Syafiq bertutur bahwa,

AkhiUkhti, bila memandang sebuah gelas yang berisikan air setengahnya, maka sebagian orang akan berkata, ‘Setengahnya kosong,’ dan sebagian lain berucap, ‘Setengahnya isi.’

Termasuk orang yang mana kah anda?

Bila yang pertama, maka ini sebuah indikasi bahwa anda adalah orang yang hidup dengan kacamata pesimis, selalu memandang kepada kekurangan, dan biasanya orang yang seperti itu, hidupnya senantiasa berbalut kesusahan dan bermantel kesengsaraan, karena dirinya lupa memandang kepada isi yang terdapat di gelas tersebut, walaupun hanya separuh.

Adapun insan yang berkata, ‘Setengah isi,’ maka ini salah satu petunjuk bahwa dia adalah orang yang optimis, karena ia memandang lewat kacamata isi, ia tidak terlalu peduli dengan setengahnya yang kosong, karena bagaimanapun gelas itu ada isinya, dan ia berucap, ‘Alhamdulillah, masih ada isinya.’.”

Tulisan ini berusaha untuk membimbing para pemuda muslim agar dapat bersikap benar dalam menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ini dengan kacamata optimisme, sehingga apapun yang menimpa, mereka dapat menyikapinya dengan tenang dan lapang dada, demi menggapai kehidupan yang lebih baik dan kebahagiaan yang indah dan abadi.

8. Buku Andai Aku Tidak Menikah Dengannya

Buku Pernikahan Islam Andai Aku Tidak Menikah Dengannya
Cover buku Andai Aku Tidak Menikah Dengannya karya Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah.

Buku tentang pernikahan sesuai syariat Islam: Andai Aku Tidak Menikah Dengannya.Ustadz Dr. Syafiq bin Riza bin Hasan bin Abdul Qadir bin Salim Basalamah, MA. Cetakan ke-2 1436 H/ 2015 M. Andai Aku Tidak Menikah Dengannya. Bekasi: Rumah Ilmu.

Dengan memahami isi buku ini bagian per bagiannya, saudara dapat memiliki gambaran yang jelas ihwal bagaimana menghadapi dan menyikapi problematika rumah tangga, menguatkan hati yang kian lemah dalam mencintai, menangani kecemburuan pasangan hidup, hingga mengetahui bagaimana Shahabiyyah (Shahabat dari kalangan wanita) bergaul dengan suaminya.

Pada bagian Muqaddimah, Ustadz Syafiq menuturkan bahwa,

“Setelah mendengar banyaknya curhatan dari para istri yang suaminya tak seindah harapan, rumah tangganya pun tak sehangat yang dibayangkan, apalagi munculnya suami-suami yang sok alim di depan umum, hafalan ayat dan haditsnya sudah lumayan namun ketika berada di rumah, ia adalah penjahat berbaju koko.

Ditambah maraknya buku-buku yang ditujukan kepada kaum Hawa agar mereka menjadi istri yang baik dan shalihah, mengabdi kepada suaminya, sedang suaminya sendiri tak shalih.

Belum lagi semaraknya kajian yang diselenggarakan dengan tema untuk ibu-ibu agar mereka lebih ta’at dan patuh kepada suami; dan kurangnya buku-buku yang ditujukan kepada kaum lelaki agar mereka memperbaiki diri, bercermin kepada sang Nabi dan menjadi suami sejati.

Karena semua itulah dan atas berkat taufik Ilahi dengan segala keterbatasan diri, aku (Ustadz Syafiq -pen) ingin memberikan sumbangsih. (yakni dengan menulis buku berjudul “Andai Aku Tidak Menikah Dengannya,” – pen.)”

Sejumlah laki-laki yang pada masa sebelumnya telah menghabiskan waktu dalam keadaan yang buruk dan dikenal sebagai seorang yang kasar serta gemar mencela teman hidupnya tatkala perasaan cemburu (al-Ghyrah) menyambangi. Mengaku bahwa saat ini mereka telah mengalami perubahan yang nyata, yakni telah berhasil merasakan ketenangan qalbu sebagai seorang muslim yang terpelihara lisannya. Sebagaimana jelas perbedaan antara timur dengan barat, maka jelas dan terang pula perbedaan antara cemburu yang tercela dengan cemburu yang terpuji.

Lantas muncul pertanyaan, apa yang melatar belakangi seseorang itu dapat mencapai perubahan (ishlah) ke arah yang jauh lebih baik? Ketahui lebih lanjut dalam review buku kajian sunnah: Andai Aku Tidak Menikah Dengannya [fa size=”13px” icon=”fa-link”].

9. Buku Tuntunan Menggapai Keluarga Sakinah

Muhammad Shalih al-Munajjid. Menggapai Keluarga Sakinah – Disertai Kiat-Kiat Memperbaiki Keadaan Rumah Tangga. Pustaka Ibnu ‘Umar. – Ringkasan kitab: Arba’uuna Nashiihatan li Ishlaahil Buyuut.

10. Buku Bekal-Bekal Menuju Pernikahan

Dr. ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi Al-Khalafi. Cetakan ke-2 1436 H/ 2014 M. Bekal-Bekal Menuju Pernikahan – Untuk Mewujudkan Keluarga Sakinah, Mawaddah, Penuh Rahmah. Bogor: Media Tarbiah. – Buku terjemah.

11. Buku Kiat-Kiat Memilih Istri Idaman

Buku Pernikahan Islam Kiat Memilih Istri Idaman
Buku pernikahan Islam: Kiat-kiat Memilih Istri Idaman.

Ustadz Dr. Abdil Muhsin Firanda, Lc., MA. 1435 H/ 2014 M. Kiat-Kiat Memilih Istri Idaman. Nashirus-Sunnah.

Pada halaman 27, dituturkan bahwa,

“Jika pernikahan disebabkan dorongan kecantikan, pernikahan ini akan lebih langgeng dibandingkan jika yang mendorong pernikahan tersebut adalah harta sang wanita. Hal ini karena kecantikan adalah sifat yang senantiasa ada pada sang wanita, sedangkan kekayaan adalah sifat yang dapat hilang dari sang wanita.”

Kemudian pada halaman 28, dituturkan bahwa,  Imam Ahmad berkata,

“Jika seseorang ingin meng-khitbah (melamar) seorang wanita, hendaknya yang pertama kali ia tanyakan adalah kecantikannya. Jika dipuji kecantikannya, maka ia bertanya tentang agamanya. Jika kecantikannya tidak dipuji, maka ia menolak wanita tersebut bukan karena agamanya, melainkan karena kecantikannya.”

Perkataan Imam Ahmad ini menunjukkan tingginya fiqih dan pemahaman beliau. Jika yang pertaa kali ditanyakan oleh seseorang tentang sang wanita adalah agamanya, lalu dikabarkan kepadanya sang wanita adalah wanita yang shalihah, namun saat ia memandangnya ternyata sang wanita bukan merupakan seleranya, ia pun tidak menikahi wanita tersebut.

Artinya ia meninggalkan wanita tersebut setelah ia mengetahui bahwa wanita tersebut adalah wanita shalihah. Jika demikian ia telah termasuk kedalan celaan Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi wa Sallam,

“Maka hendaklah engkau mendapatkan wanita yang baik agamanya (jika tidak kau lakukan), maka tanganmu akan menempel dengan tanah.”

Dan seterusnya masih banyak sekali faedah ilmiah yang dapat saudara ambil dari buku kategori buku saku ini, yang tidak lebih berjumlah 100 halaman.

Buku- buku pernikahan dan buku perekonomian Islam di atas adalah buku-buku best seller, artinya banyak pembaca terutama dari kalangan usia remaja dan produktif yang telah melengkapi koleksi ‘ilmiyyah-nya.

Hendaklah para pemuda muslim menggunakan waktunya untuk secara khusus memahami kaidah-kaidah dan faedah yang terkandung dalam buku-buku pernikahan dan buku perekonomian Islam. Sebab seseorang yang beramal tanpa dasar ilmu niscaya lebih banyak berbuat kesalahan.

12. Buku Tuntunan Praktis Adab Walimah

Dengan membaca buku tentang pernikahan Islam ini, dapat diperoleh pengertian Walimah secara bahasa dan makna syar’i.

Di dalamnya dijelaskan mengenai tujuan nikah dan hikmah walimah, hakikat walimatul ‘urs (pesta pernikahan), hukum walimatul ‘urs, kadar (ukuran) dan lamanya walimah, hikmah disyariatkannya walimah, hingga adab-adab seputar undangan.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer

Categories
Buku Sunnah Ilmiah Intisari Cahaya Ilmu

Sholat Subuh 61 Manfaatnya

Dalam buku berjudul 61 Manfaat Sholat Subuh karya Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli telah dihimpun sebanyak enam puluh satu manfaat dan keutamaan sholat subuh disertai dengan dalil.

Artinya buku saku terjemah ini bukanlah rujukan yang kering dalil.

Buku saku ini merupakan buku terjemah dari judul asli: 61 Fadhilah min Fadhaili Shalatil Fajri.

Berikut ini adalah daftar 61 manfaat sholat subuh. Gunakanlah panduan tabel daftar isi untuk menemukan konten yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Manfaat Shalat Subuh Bagian I (Disertai Dalil Hadits)

Pada bagian pertama, dinukil 10 dalil pertama yang tertulis di dalam buku terjemah berjudul “61 Manfaat Shalat Subuh”.

Berikut ini dalil-dalil haditsnya:

1. Tidak akan masuk kedalam neraka seorang pun yang shalat sebelum terbitnya matahari

Dari Umarah bin Ru’aibah Radhiy-Allaahu-‘Anhu, dari ayahnya, ia berkata, “Rasulullah Shalallaahu-‘Alayhi-Wa-Sallam bersabda,

لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

Transliterasi matan hadits:
Lay-yalikhan-Naara Ahadun Shalla Qabla Thulu’isy-Syamsi Wa Qabla Qhurubihaa.

Terjemah hadits:
“Tidak akan masuk ke dalam neraka orang yang sholat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.” – Shahih Muslim nomor 634 (كتاب الْمَسَاجِدِ وَمَوَاضِعِ الصَّلاَةِ).

Hadits ke-1 tersebut di atas telah dinukil dalam artikel: Kumpulan Hadits Pendek dan Mudah Dihapal.

2. Barang siapa mengerjakan shalat bardain (Ashar dan Shubuh), maka ia masuk surga

Dari Abu Bakrah bin Abi Musa Radhiy-Allaahu-‘Anhu, dari ayahnya, bahwa Rasulullah Shalallaahu-‘Alayhi-Wa-Sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Transliterasi matan hadits:
Man Shalla-al-Bardayn, Dakhalal Jannah.

Terjemah hadits:
“Barang siapa mengerjakan shalat Bardain (Ashar dan Subuh), maka ia masuk surga.” – Hadits Muttafaq ‘Alaih: Sahih al-Bukhari nomor 574 (كتاب مواقيت الصلاة) dan Shahih Muslim nomor 635 (كتاب الْمَسَاجِدِ وَمَوَاضِعِ الصَّلاَةِ).

3. Sholat subuh dan shalat ashar disaksikan oleh para malaikat

يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلاَئِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلاَئِكَةٌ بِالنَّهَارِ وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلاَةِ الْفَجْرِ وَصَلاَةِ الْعَصْرِ ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي فَيَقُولُونَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ

Terjemah hadits:
“Mereka datang rombongan demi rombongan secara bergantian di tengah kalian, yaitu malaikat malam dan malaikat siang. Mereka berkumpul pada waktu shalat Subuh dan shalat Ashar. Kemudian mereka yang bertugas pada malam hari di tengah kalian naik, lalu Tuhan mereka bertanya kepada mereka (padahal Dia lebih tahu tentang hamba-hamba-Nya), ‘Bagaimana keadaan hamba-hambaku saat kalian meniggalkan mereka?’ Mereka menjawab, ‘Kami meninggalkan mereka dalam keadaan Shalat, dan kami datang kepada mereka dalam keadaan Shalat pula’.” – Hadits Muttafaq ‘Alaih: Shahih Bukhari nomor 555 (باب فَضْلِ صَلاَةِ الْعَصْرِ) dan Shahih Muslim nomor 632 (كتاب الْمَسَاجِدِ وَمَوَاضِعِ الصَّلاَةِ).

4. Shalat subuh meninggikan hamba empat derajat dan menggugurkan darinya empat kesalahan

Dari Katsir bin Murrah Radhiy-Allaahu-‘Anhu, bahwa Abu Fathimah Radhiy-Allaahu-‘Anhu menuturkan kepadanya, ia berkata: “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, sampaikan kepadaku tentang amalan agar aku beristiqamah di atasnya dan mengamalkannya’.”

Beliau menjawab,

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

Terjemah hadits:
“Hendaklah engkau bersujud, karena tidaklah engkau bersujud sekali karena Allah, melainkan Allah meninggikanmu satu derajat dengannya, dan menghapuskan satu kesalahan darimu.” – Shahih Muslim nomor 488 (باب فَضْلِ السُّجُودِ وَالْحَثِّ عَلَيْهِ) dan Ibnu Majah nomor 1422.

5. Barang siapa shalat subuh tepat pada waktunya, maka itu merupakan amalan yang paling dicintai Allah ‘Azza Wa Jalla

6. Barang siapa shalat subuh, maka dia berada dalam jaminan Allah ‘Azza Wa Jalla

Dari Jundub bin Abdillah Radhiy-Allaahu-‘Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi Wa Sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلاَ يَطْلُبَنَّكُمُ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَىْءٍ فَيُدْرِكَهُ فَيَكُبَّهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

Terjemah hadits:
“Siapa yang sholat Subuh (berjama’ah), maka ia berada dalam jaminan Allah. Siapa yang membatalkan jaminan Allah, maka Allah menyungkurkan wajahnya di dalam neraka.” – Sahih Muslim nomor 657 (كتاب الْمَسَاجِدِ وَمَوَاضِعِ الصَّلاَةِ).

7. Pahala shalat Isya dan shalat Subuh adalah pahala yang besar

Dari ‘Aisyah Radhiy-Allaahu-‘Anha ia berkata, “Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi Wa Sallam bersabda,

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي صَلاَةِ الْعِشَاءِ وَصَلاَةِ الْفَجْرِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

Transliterasi matan hadits:
Law ya’lamun-naasu maa fii shalatil ‘Isya’ wa shalaatil Fajri atauhumma walaw habwan.

Terjemah hadits:
‘Seandainya mereka mengetahui pahala yang terdapat pada shalat Isya dan sholat Subuh, niscaya mereka mendatangi keduanya walau pun dengan merangkak’.” – Hadits Shahih Muttafaq ‘Alaih: al-Bukhari nomor 690 dari Abu Hurairah Radhiy-Allaahu-‘Anhu, Muslim nomor 437 dari Abu Hurairah Radhiy-Allaahu-‘Anhu, Sunan Ibnu Majah nomor 796 (باب صَلاَةِ الْعِشَاءِ وَالْفَجْرِ فِي جَمَاعَةٍ) dari ‘Aisyah Radhiy-Allaahu-‘Anha dan ini lafazh darinya.

8. Barang siapa shalat Isya dan Subuh secara berjama’ah, maka ia seperti melakukan qiyam satu malam

Dari ‘Utsman bin Affan Radhiy-Allaahu-‘Anhu, ia mengatakan, “Rasulullah Shalallaahu-‘Alayhi-wa-Sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِيْ جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

Transliterasi matan hadits:
Man shallal-‘Isya’ wal-Fajra fii jamaa’atin kana kaqiyaami laylatin.

Terjemah hadits:
‘Barang siapa shalat Isya dan Subuh berjamaah, maka ia seperti melakukan qiyam satu malam.'” – Hadits Shahih (al-Albani): Sunan Abi Dawud nomor 555 ( كتاب الصلاة ).

9. Barang siapa berjalan menuju shalat subuh, maka Allah menyambutnya

Dari Syurain Radhiy-Allaahu-‘Anhu, ia berkata, “Aku mendengar seorang dari shahabat Nabi berkata, Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi Wa Sallam bersabda,

قَالَ اللّٰهُ تَعَلَى: يَا ابْنَ آدَمَ قُمْ إِلَيَّ أَمْشِ إِلَيْكَ، وَامْشِ إِلَيَّ أُهَرْوِلْ إِلَيْكَ

Transliterasi matan hadits:
Qalallaahu Ta’aala: Yaa bna Adam, qum ilayya amsyi ilayka, wamsyi ‘ilayya ukhar wil ilayka.

Terjemah hadits:
‘Allah Ta’ala berkata, ‘Wahai anak Adam, bangkitlah kepada-Ku, maka Aku akan berjalan ke arah-mu. Berjalanlah kepada-Ku, maka Aku akan bergegas kepadamu’.” – H.R. Ahmad nomor 15967, ta’liq Syu’aib al-Arna’uth: “Sanadnya shahih, para perawinya tsiqah, para perawi al-Bukhari dan Muslim, kecuali Syuraih dan ia adalah Ibnu al-Harits al-Kufi al-Qadhi. Riwayatnya disebutkan al-Bukharii dalam al-Adab al-Mufrad, dan an-Nasa-i. Ia tsiqah.” Hadits ini dishahihkan al-Albani dalam Shahiih al-Jaami‘ nomor 434.

10. Allah ‘Azza Wa Jalla mengagumi orang yang shalat Shubuh berjama’ah

Dari Abdullah bin ‘Umar bin Khatthab Radhiy-Allaahu-‘Anhu, ia mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu-‘Alayhi-wa-Sallam bersabda,

إِنَّ اللّٰهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَيَعْجَبُ مِنَ الصَّلَاةِ فِي الْجَمْعِ

Transliterasi matan hadits:
Innallaaha Tabaaraka wa Ta’aala laya’jabu minash-shalati fil jam’i.

Terjemah hadits:
‘Sesungguhnya Allah benar-benar kagum kepada (orang-orang yang) shalat berjama’ah.'” – H.R. Ahmad dengan sanad hasan. Demikian pula diriwayatkan ath-Thabrani dari hadits Ibnu ‘Umar Radhiy-Allaahu-‘Anhuma dengan sanad hasan, dan dihasankan al-Albani dalam Shahiih at-Targhiib nomor 406.

Manfaat Sholat Subuh Bagian II (Keterangan Dalil dapat Merujuk ke Judul Buku Dimaksud)

11. Barang siapa berjalan menuju shalat Subuh berjama’ah, maka dicatat baginya seperti pahala orang yang berhaji. Dan pahala melakukan shalat setelah shalat lainnya, tidak melakukan perakara sia-sia antara keduanya, maka pahalanya akan ditulis di ‘illiyyin (kitab catatan amal orang-orang shalih)

12. Siapa yang berjalan menuju shalat Subuh berjama’ah, maka dia diberi kabar gembira dengan cahaya yang sempurna kelak pada hari kiamat

13. Siapa yang berjalan untuk melaksanakan shalat subuh berjama’ah, maka dia berada dalam jaminan Allah ‘Azza Wa Jalla

14. Siapa yang berjalan menuju shalat subuh berjama’ah, maka malaikat mengikutinya dengan membawa panjinya

15. Siapa yang berjalan menuju sholat Subuh berjama’ah, maka dua malaikat pencatatnya mencatat setiap langkah yang dilangkahkannya menuju masjid dengan sepuluh kebajikan

16. Siapa berjalan menuju shalat Subuh berjama’ah, maka dicatat baginya pada setiap langkahnya satu kebajikan dan dihapuskan darinya satu keburukan setiap pergi dan pulang

17. Siapa berjalan menuju sholat Subuh berjama’ah, maka dicatat baginya pada setiap langkahnya satu sedekah

18. Orang yang paling besar pahala shalat Subuhnya iala orang yang paling jauh perjalanannya (menuju masjid), dan orang yang menantikan waktu shalat di masjid hingga melaksanakan shalat tersebut bersama imam, pahala mereka lebih besar dari pada orang yang sekedar mengerjakan shalat kemudian tidur

19. Berjalan menuju shalat Subuh berjamaah Allah gugurkan dengannya dosa-dosa, menaikkan beberapa derajat, dan itu ribaath

20. Orang yang berjalan menuju shalat Subuh berjama’ah ditulis jejak-jejak mereka

21. Barang siapa berangkat ke masjid untuk sholat Subuh atau pulang darinya, maka Allah menyiapkan untuknya jamuan di surga, setiap kali dia berangkat atau pun kembali

22. Sholat Subuh berjamaah lebih utama 27 derajat dibandingkan shalat sendirian

23. Shalat Subuh berjamaah lebih utama dari pada 25 shalat yang dilakukan sendirian

24. Sholat Subuh berjama’ah lebih utama daripada sedekah dengan unta di jalan Allah

25. Siapa yang sholat subuh berjama’ah di hamparan luas, dengan menyempurnakan rukuk dan sujudnya, maka itu mencapai 50 shalat

26. Barang siapa yang berwudhu dengan sempurna, kemudian berjalan untuk mengerjakan shalat subuh dan mengerjakannya bersama imam, maka diampuni dosa-dosanya

27. Shalat subuh berjama’ah merupakan kunjungan kepada Allah Ta’ala dan kemuliaan

28. Barang siapa berjalan menuju sholat Subuh berjama’ah, maka Allah menyambutnya dengan gembira

29. Siapa yang masuk masjid untuk melaksanakan sholat Subuh

30. Menjaga sholat Subuh dan shalat Isya adalah keterbebasan dari sifat nifaq dan sifat-sifat kaum munafik

31. Siapa yang shalat Subuh beserta shalat-shalat lainnya secara berjama’ah selama 40 hari, maka ditulis untuknya dua kebebasan: (1) kebebasan dari api neraka; dan (2) kebebasan dari kemunafikan

32. Menjaga shalat subuh merupakan faktor tumbuhnya semangat dan bersihnya jiwa

33. Menjaga shalat Subuh merupakan sebab diizinkannya melihat Allah pada hari kiamat

34. Menjaga shalat subuh adalah sebab keberkahan

35. Shalat subuh berjama’ah lebih baik di sisi Allah

36. Sholat subuh berjama’ah merupakan tanda keimanan dan ketaqwaan

37. Shalat paling utama di sisi Allah ialah shalat Subuh pada hari Jum’at dengan berjama’ah

hadits manfaat sholat subuh ke-37
Gambar hadits manfaat sholat subuh ke-37.

Video penjelasan hadits manfaat sholat Subuh ke-37

Dari Ibnu ‘Umar Radhiy-Allaahu-‘Anhuma, bahwa Rasulullah Shalallaahu-‘Alayhi-Wa-Sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصَّلَوَاتِ عِنْدَاللّٰهِ صَلَاةُ الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمْعَةِ فِيْ جَمَاعَةٍ

Transliterasi matan hadits:
Afdhalus-shalawaati ‘indallaahi shalatus-Shubhi yaumal Jum’ati fii jama’ah.

Terjemah hadits:
“Shalat paling utama di sisi Allah, ialah sholat Subuh pada hari Jum’at dengan berjama’ah.” – H.R. Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iimaan nomor 3045, dan di-shahihkan al-Albani dalam Shahih al-Jami’ nomor 1119.

38. Orang yang Shalat subuh berjama’ah, para malaikat menjadi teman duduk mereka

39. Siapa yang senantiasa menjaga sholat Subuh beserta shalat-shalat lainnya secara berjama’ah, maka ia akan hidup dalam keadaan baik, dan meninggal dala keadaan baik serta dibersihkan dari dosa-dosanya seperti anak yang baru dilahirkan ibunya

40. Orang-orang yang menunggu shalat Subuh berjama’ah di masjid dibangga-banggakan Allah di hadapan para malaikat

41. Orang yang menanti shalat Subuh berjamaa’ah itu bagaikan orang yang taat beribadah, dan dicatat baginya pahala sebagai orang yang shalat hingga dia pulang ke rumahnya

42. Orang yang menunggu sholat Subuh berjama’ah di masjid bagaikan kesatria yang sedang berjuang di jalan Allah, para malaikat Allah senantiasa bershalawat kepadanya selama ia belum berhadats atau beranjak, dan dia bagaikan dalam keadaan ribath terbesar

43. Dua rakaat fajar lebih baik dari pada dunia dan seisinya

44. Dua rakaat fajar merupakan “harta rampasan perang” terbaik

45. Sebaik-baik dua surat yang dibaca dalam dua rakaat sebelum Subuh adalah al-Kafirun dan al-Ikhlas

46. Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sholat Subuh berjama’ah di shaf pertama

47. Sebaik-baik shafnya kaum laki-laki adalah shaf pertama dan sebaik-baik shafnya kaum wanita dalah shaf terakhir dalam sholat Subuh

48. Siapa yang menyambung shaf, maka Allah menyambungnya (dengan rahmat, dan anugerah-Nya) dalam shalat Subuh

49. Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf dalam subuh

50. Siapa yang menutupi celah dalam shaf ketika sholat Subuh, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga, dan mengangkat derajatnya satu derajat lebih tinggi karenanya

51. Kelurusan shaf merupakan kesempurnaan shalat Subuh

52. Tegaknya shaf merupakan keindahan shalat Subuh

53. Tegaknya shaf merupakan kesempurnaan sholat Subuh

54. Orang yang terbaik di antara kalian adalah orang yang paling lembut pundaknya (kepada saudaranya) dalam shalat Subuh

55. Siapa yang membuka shalat Subuh dengan doa istiftah: …

56. Siapa yang memulai shalat Subuhnya dengan doa istiftah: …

57. Siapa yang ucapan aminnya bersamaan dengan ucapan amin malaikat dalam shalat Subuh, maka diampuni dosa-dosanya yang lalu

58. Siapa yang mengucapkan “Allahumma Rabbana Walakal Hamd” bersamaan dengan ucapan amin malaikat dalam shalat Subuh maka diampuni dosa-dosanya yang lalu

59. Siapa yang bangun dari rukuk, lalu mengucapkan: …

60. Barang siapa menunaikan sholat Subuh berjama’ah, kemudian duduk untuk berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat, maka ia mendapatkan seperti pahala haji dan umrah

61. Barang siapa menunaikan shalat Subuh berjama’ah, kemudian duduk untuk berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari, itu lebih baik daripada memerdekakan empat budak dari keturunan Ismail

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer