Categories
Do'a Ash-Shahihah

DOA ANAK SHOLEH YANG SHAHIH: Arab, Latin (Transliterasi), dan Terjemah

Islam telah mengajarkan doa anak sholeh. Pada dasarnya, doa yang baik dan umum untuk segala keadaan dapat dibaca oleh wanita yang sedang hamil dan melahirkan.

Seorang wanita hamil dianjurkan untuk banyak doa agar diberi kekuatan, kesehatan dan keselamatan diri dan janinnya, serta agar anaknya kelak dijadikan oleh Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى sebagai anak yang sholeh dan sholehah.

Berikut ini adalah doa agar diberika keturunan yang sholeh.

Doa Anak Sholeh 1

Doa anak sholeh seperti yang dibaca oleh Nabi Zakariya ‘Alayhissalam

Nash Doa:

رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ  

Transilterasi doa anak sholeh:

Robbi Habli Milladunka Dzurriyyatan Thoyyibatan. Innaka Samii’uddu’ā.

Terjemah doa anak sholeh:

“Wahai Rabb-ku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.” – Q.S. Ali-‘Imran (Keluarga ‘Imran) [3]: 38.

Doa Anak Sholeh 2

Doa anak sholeh
Gambar doa anak shaleh dari surat Al-Anbiyaa‘.

رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

Transilterasi doa anak sholeh:

Robbi Laa Tadzarni Fardan-Wa Anta Khoirul Waaritsiin.

Terjemah doa anak sholeh:

“Ya Rabb-ku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.”– Q.S. Al-Anbiyaa’ (Nabi-Nabi) [21]: 89.

Doa Anak Shalih 3

Doa anak sholeh
Gambar doa anak shalih dari surat Ash-Shaffat.

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Transilterasi doa anak shalih:

Robbi Habli Minas-Shoolihiin.

Terjemah doa anak shaleh:

“Ya Rabb-ku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang sholeh.”– Q.S. Ash-Shaffat’ (Yang Bersaf-Saf) [37]: 100.

Doa Anak Shalih 4

Doa anak sholeh
Gambar doa anak sholih dari surat Al-Furqaan’.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Transilterasi doa anak shaleh:

Robbanaa Hablanaa Min Azwaajinaa Wa Dzurriiyyaatinaa Qurrota A’yuunin Waj’alnaa Lil Muttaqiina Imaaman.

Terjemah doa anak shaleh:

“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.” – Q.S. Al-Furqaan’ (Pembeda) [25]: 74.

Doa Anak Laki-laki atau Anak Perempuan

Meskipun seseorang itu telah mengetahui dari hasil USG yang dilakukan dokter bahwa jenis kelamin janin yang dikandungnya tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan, namun tidak ada halangan bagi dirinya untuk berdoa agar diberi rizki seorang anak dengan jenis kelamin yang dia inginkan.

Karena boleh jadi keinginannya itu akan dikabulkan pada kehamilan berikutnya, tidak pada kehamilan yang saat ini. Akan tetapi yang lebih penting dan utama dari itu adalah ridha kepada Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى atas segala takdir-Nya.

Dan yakinlah bahwa hal itu pasti merupakan pilihan Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى yang terbaik baginya. Janganlah minta kepada Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى agar mengubah jenis kelamin janinnya, karena jika demikian maka seseorang itu telah berbuat yang berlebihan dalam meminta kepada Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

Dan jangan pula bermuka masam apabila dilahirkan baginya seorang anak dengan jenis kelamin yang tidak dia inginkan.

Maraaji’ (Senarai Pustaka)

[1] Yazid bin Abdul Qadir Jawas. 1437 H/ 2016 M. “Doa dan Wirid Mengobati Guna-Guna dan Sihir Menurut al-Qur’an dan As-Sunnah”. Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i.
[2] Abu Muhammad Ibnu Sholeh bin Hasbullah. 1433 H/ 2012 M. “Doa dan Dzikir untuk Ibu Hamil”. Bogor: Pustka Ibnu ‘Umar.

Categories
Do'a Ash-Shahihah

Ayat Kursi dalam Latin (Transliterasi), Arab, Terjemahnya, dan Dalil Pahalanya (Shahih)

Ayat Kursi dapat dibaca setiap dzikir di waktu pagi dan petang[1]. Ayat kursi merupakan bagian dari surat Al-Baqarah (Sapi Betina), yakni surat ke-2 di dalam kitab suci Al-Qur’an ayat ke-255.

Menyoal dzikir di waktu pagi dan petang, dari Anas bin Malik رضي الله عنه, dia menuturkan: “Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, ‘Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari shalat Shubuh sampai terbitnya matahari lebih kusukai daripada aku memerdekakan empat budak dari anak (keturunan) Isma’il. Begitu pula aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari shalat Ashar sampai matahari terbenam lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak.’”[2]

Sementara itu, Imam Ibnul Qayyim رحمه الله menjelaskan, “Waktunya antara Shubuh hingga matahari terbit, dan antara waktu Ashar hingga matahari terbenam.”

Nash Ayat Kursi dalam Arab

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Ayat Kursi Latin (Transliterasi)

Allaahu Laa Ilaaha Illa Huwal-Qoyyuum, Laa Ta’khudzuhu Sinatu-Walaa Nauum, Lahumaa Fissamaawaati Wamaafil-Ard, Ma(ng)-Dzalladzi Yasyfa’u ‘Indahu Illaa biidznih, Ya’lamu Maa Bayna Aydihim Wamaa Kholfahum, Walaa Yuhiituuna Bisyai’im-min ‘ilmihi illaa bimaasyaaa’, Wasi’a Kursiyyuhus-Samaawaati Wal-Ard, Walaa Ya-uduhu Hifzhuhumaa, Wahuwal-‘Aliyyul-‘Azhiim.

Terjemah Ayat Kursi

“Allah, tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin dari-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dana pa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.” – Q.S. Al-Baqarah (Sapi Betina) [2]: 255.

Dalil Hadits Pahala

“Barangsiapa yang membaca ayat ini ketika pagi hari, maka dia akan dilindungi dari (gangguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa yang mengucapkannya ketika sore hari, maka dia dilindungi dari (gangguan) jin hingga pagi hari.” – Lihat Mustadrak al-Hakim (I/ 562) dan Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (I/ 418, nomor 662). Sanadnya Shahih.


Maraaji’ (Senarai Pustaka)

[1] Yazid bin Abdul Qadir Jawas. 1437 H/ 2016M. Do’a dan Wirid Mengobati Guna-Guna dan Sihir Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah. Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

[2] Hadits Hasan: Abu Dawud nomor 3667, juga Shahih Abi Dawud (II/ 698, nomor 3114), dan Misykatul Mashabih nomor 970.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer

Categories
Do'a Ash-Shahihah

Doa Pengantin Muslim Shahih

Doa pengantin muslim[1] yang shahih perlu dibacakan kepada pasangan yang baru menikah.

Di antara doa di dalam Sunnah yang shahih yang kita ucapkan untuk mendoakan keberkahan kepada pengantin adalah:

Doa Pengantin Muslim Shahih Pertama

Gambar doa pengantin muslim shahih: 'Alal Khayri  Wal Barakah Wa ‘Ala Khayri Thaa-irin.
Gambar doa pengantin muslim shahih: ‘Alal Khayri  Wal Barakah Wa ‘Ala Khayri Thaa-irin.

Hadits Doa Pengantin Muslim ke-1

عن عائشة رضي الله عنها: تزوّجني النّبيُّ صلَّى الله عليه و سلّم فأتتني أُمِّيْ فَأَدْخَلَتْنِيَ الدَّارَ فَإِذَا نِسْوَةٌ مِنَ الأَنْصَارِ فِيْ الْبَيْتِ فَقُلْنَ: عَلَى الْخَيْرِ وَالْبَرَكَةِ وَعَلى خَيْرِ طَائِرٍ

Dari ‘Aisyah رضي الله عنها (dia berkata): “Nabi صلى الله عليه وسلم menikahiku, lalu ibuku membawaku (mengantarkanku untuk diserahkan kepada Nabi صلى الله عليه وسلم), kemudian ibuku memasukkanku ke rumah itu (yakni ke tempat atau ke rumah Nabi صلى الله عليه وسلم), maka tiba-tiba di rumah itu telah ada perempuan-perempuan Anshar, lalu mereka mengucapkan (yakni mereka mendoakanku dan perempuan-perempuan yang mengantarkanku untuk dipertemukan dan diserahkan kepada Nabi صلى الله عليه وسلم):

عَلَى الْخَيْرِ وَالْبَرَكَةِ وَعَلى خَيْرِ طَائِرٍ

Transliterasi hadits:

 ‘Alal Khayri  Wal Barakah Wa ‘Ala Khayri Thaa-irin.

Terjemah hadits:

“(Kamu datang) atas kebaikan dan barakah dan atas bagian dari nasib yang baik.”[2]

Doa Pengantin Muslim Shahih Ke-dua

Gambar doa pengantin shahih: Barakallaahu Laka Awlim Walaw Bisyaatin!
Gambar doa pengantin muslim shahih: Barakallaahu Laka Awlim Walaw Bisyaatin!

Hadits Doa Pengantin Muslim Shahih ke-2

قَلَ: بَارَكَاللّٰهُ لَكَ أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ

Transliterasi hadits:

Barakallaahu Laka Awlim Walaw Bisyaatin!

Terjemah hadits:

Dari Anas رضي الله عنه (dia berkata): “Bahwasanya Nabi صلى الله عليه وسلم pernah melihat kepada Abdurrahman bin ‘Auf berbekas (bercak) kuning, maka beliau bertanya: “Apa ini?”. Abdurrahman bin ‘Auf menjawab: “Sesungguhnya saya telah menikahi seorang wanita dengan mahar emas setimbang (seberat) biji korma.” Beliau bersabda: “Baarakallaahu Laka! Berwalimahlah walaupun dengan seekor kambing.”[3]

Doa Pengantin Muslim Ke-tiga

Gambar doa pengantin shahih: Barakallaahu Laka!
Gambar doa pengantin muslim shahih: Barakallaahu Laka!

Hadits Doa Pengantin Muslim ke-3

Dari Jabir bin Abdullah رضي الله عنهما dia berkata: “Bapakku mati dan beliau telah meninggalkanku tujuh orang anak perempuan – atau sembilan anak perempuan –.[4] Maka aku nikah dengan seorang perempuan janda. Kemudian Rasulullah صلى الله عليه وسلم bertanya kepadaku, “Apakah engkau telah nikah hai Jabir?” Aku menjawab, “Ya betul.” Maka beliaupun bertanya lagi, “Apakah dengan perawan atau janda?” Aku menjawab, “Bahkan dengan janda.” Beliau bersabda, “Mengapakah engkau tidak menikah dengan perawan saja, di mana engkau dapat bermain dengannya dan dia pun dapat bermain denganmu, dan engkau dapat membuatnya tertawa dan dia pun dapat membuatmu tertawa?”

Aku berkata (menjelaskan alasanku mengapa menikahi janda) kepada beliau, “Sesungguhnya Abdullah (bapakku) mati dan beliau telah meninggalkan beberapa orang anak perempuan. Sesungguhnya aku tidak ingin mendatangkan kepada mereka (kepada adik-adik perempuanku yang masih muda seorang istri) yang juga seperti mereka (seusia dengan mereka).

Oleh karena itu, aku menikahi seorang perempuan (janda) yang akan dapat mengurus dan memperbaiki keadaan mereka (adik-adikku).”

Maka beliau bersabda (mendoakanku),

فَقَالَ: بَرَكَ اللّٰهُ لَكَ أَوْ قَلَ خَيْرًا

Terjemah hadits:

Baarakallaahu Laka (Semoga Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى memberkahimu). Atau beliau mengucapkan perkataan yang baik (kepadaku).[5]

Doa Pengantin Muslim Ke-empat

doa pengantin shahih Baarakallaahu Laka wa Baaraka ‘Alaika, wa Jam’a Baina Kuma fi Khairin.
Gambar doa pengantin muslim shahih: Baarakallaahu Laka wa Baaraka ‘Alaika, wa Jam’a Baina Kuma fi Khairin.

Hadits Doa Pengantin Muslim Shahih ke-4

Dari Abu Hurairah (dia berkata): “Bahwasanya Nabi صلى الله عليه وسلم apabila beliau mendoakan orang yang menikah beliau mengucapkan (doa):

قَلَ: بَارَكَ اللّٰهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ

Transliterasi hadits:

Baarakallaahu Laka wa Baaraka ‘Alaika, wa Jam’a Baina Kuma fi Khairin

Terjemah hadits:

“Semoga Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى memberkahimu, dan mengumpulkan kamu berdua di dalam kebaikan.”[6]


[1] Dinukil dari Abdul Hakim bin Amir Abdat. 2017. Pernikahan dan Hadiah Untuk Pengantin. Hal. 273 s.d. 277. Bab Mendoakan Pengantin.

[2] Telah dikeluarkan oleh Bukhari no. 5156 dan ini lafazhnya dan Muslim no. 1422 dan yang selain dari keduanya.

[3] Telah dikeluarkan oleh Bukhari no. 5155 dan yang selainnya.

[4] Keraguan ini dating dari sebagian rawi hadits. Akan tetapi yang benar adalah Sembilan anak perempuan.

[5] Telah dikeluarkan oleh Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 715 dibagian kitab Ar-Radhaa’ bab: 15 dan 16.

[6] Telah dikeluarkan oleh Abu Dawud no. 2130, Tirmidzi no. 1091 dan Ibnu Majah no. 1905 dan yang selain mereka. Hadits ini telah dishahihkan oleh Imam Hakim, Adz Dzahabi dan Albani (Adaabuz Zifaf: 174-175).

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer