Categories
Buku Sunnah Ilmiah Intisari Cahaya Ilmu

Sholat Subuh 61 Manfaatnya

Dalam buku berjudul 61 Manfaat Sholat Subuh karya Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli telah dihimpun sebanyak enam puluh satu manfaat dan keutamaan sholat subuh disertai dengan dalil.

Artinya buku saku terjemah ini bukanlah rujukan yang kering dalil.

Buku saku ini merupakan buku terjemah dari judul asli: 61 Fadhilah min Fadhaili Shalatil Fajri.

Berikut ini adalah daftar 61 manfaat sholat subuh. Gunakanlah panduan tabel daftar isi untuk menemukan konten yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Manfaat Shalat Subuh Bagian I (Disertai Dalil Hadits)

Pada bagian pertama, dinukil 10 dalil pertama yang tertulis di dalam buku terjemah berjudul “61 Manfaat Shalat Subuh”.

Berikut ini dalil-dalil haditsnya:

1. Tidak akan masuk kedalam neraka seorang pun yang shalat sebelum terbitnya matahari

Dari Umarah bin Ru’aibah Radhiy-Allaahu-‘Anhu, dari ayahnya, ia berkata, “Rasulullah Shalallaahu-‘Alayhi-Wa-Sallam bersabda,

لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

Transliterasi matan hadits:
Lay-yalikhan-Naara Ahadun Shalla Qabla Thulu’isy-Syamsi Wa Qabla Qhurubihaa.

Terjemah hadits:
“Tidak akan masuk ke dalam neraka orang yang sholat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.” – Shahih Muslim nomor 634 (كتاب الْمَسَاجِدِ وَمَوَاضِعِ الصَّلاَةِ).

Hadits ke-1 tersebut di atas telah dinukil dalam artikel: Kumpulan Hadits Pendek dan Mudah Dihapal.

2. Barang siapa mengerjakan shalat bardain (Ashar dan Shubuh), maka ia masuk surga

Dari Abu Bakrah bin Abi Musa Radhiy-Allaahu-‘Anhu, dari ayahnya, bahwa Rasulullah Shalallaahu-‘Alayhi-Wa-Sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Transliterasi matan hadits:
Man Shalla-al-Bardayn, Dakhalal Jannah.

Terjemah hadits:
“Barang siapa mengerjakan shalat Bardain (Ashar dan Subuh), maka ia masuk surga.” – Hadits Muttafaq ‘Alaih: Sahih al-Bukhari nomor 574 (كتاب مواقيت الصلاة) dan Shahih Muslim nomor 635 (كتاب الْمَسَاجِدِ وَمَوَاضِعِ الصَّلاَةِ).

3. Sholat subuh dan shalat ashar disaksikan oleh para malaikat

يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلاَئِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلاَئِكَةٌ بِالنَّهَارِ وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلاَةِ الْفَجْرِ وَصَلاَةِ الْعَصْرِ ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي فَيَقُولُونَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ

Terjemah hadits:
“Mereka datang rombongan demi rombongan secara bergantian di tengah kalian, yaitu malaikat malam dan malaikat siang. Mereka berkumpul pada waktu shalat Subuh dan shalat Ashar. Kemudian mereka yang bertugas pada malam hari di tengah kalian naik, lalu Tuhan mereka bertanya kepada mereka (padahal Dia lebih tahu tentang hamba-hamba-Nya), ‘Bagaimana keadaan hamba-hambaku saat kalian meniggalkan mereka?’ Mereka menjawab, ‘Kami meninggalkan mereka dalam keadaan Shalat, dan kami datang kepada mereka dalam keadaan Shalat pula’.” – Hadits Muttafaq ‘Alaih: Shahih Bukhari nomor 555 (باب فَضْلِ صَلاَةِ الْعَصْرِ) dan Shahih Muslim nomor 632 (كتاب الْمَسَاجِدِ وَمَوَاضِعِ الصَّلاَةِ).

4. Shalat subuh meninggikan hamba empat derajat dan menggugurkan darinya empat kesalahan

Dari Katsir bin Murrah Radhiy-Allaahu-‘Anhu, bahwa Abu Fathimah Radhiy-Allaahu-‘Anhu menuturkan kepadanya, ia berkata: “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, sampaikan kepadaku tentang amalan agar aku beristiqamah di atasnya dan mengamalkannya’.”

Beliau menjawab,

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

Terjemah hadits:
“Hendaklah engkau bersujud, karena tidaklah engkau bersujud sekali karena Allah, melainkan Allah meninggikanmu satu derajat dengannya, dan menghapuskan satu kesalahan darimu.” – Shahih Muslim nomor 488 (باب فَضْلِ السُّجُودِ وَالْحَثِّ عَلَيْهِ) dan Ibnu Majah nomor 1422.

5. Barang siapa shalat subuh tepat pada waktunya, maka itu merupakan amalan yang paling dicintai Allah ‘Azza Wa Jalla

6. Barang siapa shalat subuh, maka dia berada dalam jaminan Allah ‘Azza Wa Jalla

Dari Jundub bin Abdillah Radhiy-Allaahu-‘Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi Wa Sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلاَ يَطْلُبَنَّكُمُ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَىْءٍ فَيُدْرِكَهُ فَيَكُبَّهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

Terjemah hadits:
“Siapa yang sholat Subuh (berjama’ah), maka ia berada dalam jaminan Allah. Siapa yang membatalkan jaminan Allah, maka Allah menyungkurkan wajahnya di dalam neraka.” – Sahih Muslim nomor 657 (كتاب الْمَسَاجِدِ وَمَوَاضِعِ الصَّلاَةِ).

7. Pahala shalat Isya dan shalat Subuh adalah pahala yang besar

Dari ‘Aisyah Radhiy-Allaahu-‘Anha ia berkata, “Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi Wa Sallam bersabda,

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي صَلاَةِ الْعِشَاءِ وَصَلاَةِ الْفَجْرِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

Transliterasi matan hadits:
Law ya’lamun-naasu maa fii shalatil ‘Isya’ wa shalaatil Fajri atauhumma walaw habwan.

Terjemah hadits:
‘Seandainya mereka mengetahui pahala yang terdapat pada shalat Isya dan sholat Subuh, niscaya mereka mendatangi keduanya walau pun dengan merangkak’.” – Hadits Shahih Muttafaq ‘Alaih: al-Bukhari nomor 690 dari Abu Hurairah Radhiy-Allaahu-‘Anhu, Muslim nomor 437 dari Abu Hurairah Radhiy-Allaahu-‘Anhu, Sunan Ibnu Majah nomor 796 (باب صَلاَةِ الْعِشَاءِ وَالْفَجْرِ فِي جَمَاعَةٍ) dari ‘Aisyah Radhiy-Allaahu-‘Anha dan ini lafazh darinya.

8. Barang siapa shalat Isya dan Subuh secara berjama’ah, maka ia seperti melakukan qiyam satu malam

Dari ‘Utsman bin Affan Radhiy-Allaahu-‘Anhu, ia mengatakan, “Rasulullah Shalallaahu-‘Alayhi-wa-Sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِيْ جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

Transliterasi matan hadits:
Man shallal-‘Isya’ wal-Fajra fii jamaa’atin kana kaqiyaami laylatin.

Terjemah hadits:
‘Barang siapa shalat Isya dan Subuh berjamaah, maka ia seperti melakukan qiyam satu malam.'” – Hadits Shahih (al-Albani): Sunan Abi Dawud nomor 555 ( كتاب الصلاة ).

9. Barang siapa berjalan menuju shalat subuh, maka Allah menyambutnya

Dari Syurain Radhiy-Allaahu-‘Anhu, ia berkata, “Aku mendengar seorang dari shahabat Nabi berkata, Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi Wa Sallam bersabda,

قَالَ اللّٰهُ تَعَلَى: يَا ابْنَ آدَمَ قُمْ إِلَيَّ أَمْشِ إِلَيْكَ، وَامْشِ إِلَيَّ أُهَرْوِلْ إِلَيْكَ

Transliterasi matan hadits:
Qalallaahu Ta’aala: Yaa bna Adam, qum ilayya amsyi ilayka, wamsyi ‘ilayya ukhar wil ilayka.

Terjemah hadits:
‘Allah Ta’ala berkata, ‘Wahai anak Adam, bangkitlah kepada-Ku, maka Aku akan berjalan ke arah-mu. Berjalanlah kepada-Ku, maka Aku akan bergegas kepadamu’.” – H.R. Ahmad nomor 15967, ta’liq Syu’aib al-Arna’uth: “Sanadnya shahih, para perawinya tsiqah, para perawi al-Bukhari dan Muslim, kecuali Syuraih dan ia adalah Ibnu al-Harits al-Kufi al-Qadhi. Riwayatnya disebutkan al-Bukharii dalam al-Adab al-Mufrad, dan an-Nasa-i. Ia tsiqah.” Hadits ini dishahihkan al-Albani dalam Shahiih al-Jaami‘ nomor 434.

10. Allah ‘Azza Wa Jalla mengagumi orang yang shalat Shubuh berjama’ah

Dari Abdullah bin ‘Umar bin Khatthab Radhiy-Allaahu-‘Anhu, ia mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu-‘Alayhi-wa-Sallam bersabda,

إِنَّ اللّٰهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَيَعْجَبُ مِنَ الصَّلَاةِ فِي الْجَمْعِ

Transliterasi matan hadits:
Innallaaha Tabaaraka wa Ta’aala laya’jabu minash-shalati fil jam’i.

Terjemah hadits:
‘Sesungguhnya Allah benar-benar kagum kepada (orang-orang yang) shalat berjama’ah.'” – H.R. Ahmad dengan sanad hasan. Demikian pula diriwayatkan ath-Thabrani dari hadits Ibnu ‘Umar Radhiy-Allaahu-‘Anhuma dengan sanad hasan, dan dihasankan al-Albani dalam Shahiih at-Targhiib nomor 406.

Manfaat Sholat Subuh Bagian II (Keterangan Dalil dapat Merujuk ke Judul Buku Dimaksud)

11. Barang siapa berjalan menuju shalat Subuh berjama’ah, maka dicatat baginya seperti pahala orang yang berhaji. Dan pahala melakukan shalat setelah shalat lainnya, tidak melakukan perakara sia-sia antara keduanya, maka pahalanya akan ditulis di ‘illiyyin (kitab catatan amal orang-orang shalih)

12. Siapa yang berjalan menuju shalat Subuh berjama’ah, maka dia diberi kabar gembira dengan cahaya yang sempurna kelak pada hari kiamat

13. Siapa yang berjalan untuk melaksanakan shalat subuh berjama’ah, maka dia berada dalam jaminan Allah ‘Azza Wa Jalla

14. Siapa yang berjalan menuju shalat subuh berjama’ah, maka malaikat mengikutinya dengan membawa panjinya

15. Siapa yang berjalan menuju sholat Subuh berjama’ah, maka dua malaikat pencatatnya mencatat setiap langkah yang dilangkahkannya menuju masjid dengan sepuluh kebajikan

16. Siapa berjalan menuju shalat Subuh berjama’ah, maka dicatat baginya pada setiap langkahnya satu kebajikan dan dihapuskan darinya satu keburukan setiap pergi dan pulang

17. Siapa berjalan menuju sholat Subuh berjama’ah, maka dicatat baginya pada setiap langkahnya satu sedekah

18. Orang yang paling besar pahala shalat Subuhnya iala orang yang paling jauh perjalanannya (menuju masjid), dan orang yang menantikan waktu shalat di masjid hingga melaksanakan shalat tersebut bersama imam, pahala mereka lebih besar dari pada orang yang sekedar mengerjakan shalat kemudian tidur

19. Berjalan menuju shalat Subuh berjamaah Allah gugurkan dengannya dosa-dosa, menaikkan beberapa derajat, dan itu ribaath

20. Orang yang berjalan menuju shalat Subuh berjama’ah ditulis jejak-jejak mereka

21. Barang siapa berangkat ke masjid untuk sholat Subuh atau pulang darinya, maka Allah menyiapkan untuknya jamuan di surga, setiap kali dia berangkat atau pun kembali

22. Sholat Subuh berjamaah lebih utama 27 derajat dibandingkan shalat sendirian

23. Shalat Subuh berjamaah lebih utama dari pada 25 shalat yang dilakukan sendirian

24. Sholat Subuh berjama’ah lebih utama daripada sedekah dengan unta di jalan Allah

25. Siapa yang sholat subuh berjama’ah di hamparan luas, dengan menyempurnakan rukuk dan sujudnya, maka itu mencapai 50 shalat

26. Barang siapa yang berwudhu dengan sempurna, kemudian berjalan untuk mengerjakan shalat subuh dan mengerjakannya bersama imam, maka diampuni dosa-dosanya

27. Shalat subuh berjama’ah merupakan kunjungan kepada Allah Ta’ala dan kemuliaan

28. Barang siapa berjalan menuju sholat Subuh berjama’ah, maka Allah menyambutnya dengan gembira

29. Siapa yang masuk masjid untuk melaksanakan sholat Subuh

30. Menjaga sholat Subuh dan shalat Isya adalah keterbebasan dari sifat nifaq dan sifat-sifat kaum munafik

31. Siapa yang shalat Subuh beserta shalat-shalat lainnya secara berjama’ah selama 40 hari, maka ditulis untuknya dua kebebasan: (1) kebebasan dari api neraka; dan (2) kebebasan dari kemunafikan

32. Menjaga shalat subuh merupakan faktor tumbuhnya semangat dan bersihnya jiwa

33. Menjaga shalat Subuh merupakan sebab diizinkannya melihat Allah pada hari kiamat

34. Menjaga shalat subuh adalah sebab keberkahan

35. Shalat subuh berjama’ah lebih baik di sisi Allah

36. Sholat subuh berjama’ah merupakan tanda keimanan dan ketaqwaan

37. Shalat paling utama di sisi Allah ialah shalat Subuh pada hari Jum’at dengan berjama’ah

hadits manfaat sholat subuh ke-37
Gambar hadits manfaat sholat subuh ke-37.

Video penjelasan hadits manfaat sholat Subuh ke-37

Dari Ibnu ‘Umar Radhiy-Allaahu-‘Anhuma, bahwa Rasulullah Shalallaahu-‘Alayhi-Wa-Sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصَّلَوَاتِ عِنْدَاللّٰهِ صَلَاةُ الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمْعَةِ فِيْ جَمَاعَةٍ

Transliterasi matan hadits:
Afdhalus-shalawaati ‘indallaahi shalatus-Shubhi yaumal Jum’ati fii jama’ah.

Terjemah hadits:
“Shalat paling utama di sisi Allah, ialah sholat Subuh pada hari Jum’at dengan berjama’ah.” – H.R. Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iimaan nomor 3045, dan di-shahihkan al-Albani dalam Shahih al-Jami’ nomor 1119.

38. Orang yang Shalat subuh berjama’ah, para malaikat menjadi teman duduk mereka

39. Siapa yang senantiasa menjaga sholat Subuh beserta shalat-shalat lainnya secara berjama’ah, maka ia akan hidup dalam keadaan baik, dan meninggal dala keadaan baik serta dibersihkan dari dosa-dosanya seperti anak yang baru dilahirkan ibunya

40. Orang-orang yang menunggu shalat Subuh berjama’ah di masjid dibangga-banggakan Allah di hadapan para malaikat

41. Orang yang menanti shalat Subuh berjamaa’ah itu bagaikan orang yang taat beribadah, dan dicatat baginya pahala sebagai orang yang shalat hingga dia pulang ke rumahnya

42. Orang yang menunggu sholat Subuh berjama’ah di masjid bagaikan kesatria yang sedang berjuang di jalan Allah, para malaikat Allah senantiasa bershalawat kepadanya selama ia belum berhadats atau beranjak, dan dia bagaikan dalam keadaan ribath terbesar

43. Dua rakaat fajar lebih baik dari pada dunia dan seisinya

44. Dua rakaat fajar merupakan “harta rampasan perang” terbaik

45. Sebaik-baik dua surat yang dibaca dalam dua rakaat sebelum Subuh adalah al-Kafirun dan al-Ikhlas

46. Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sholat Subuh berjama’ah di shaf pertama

47. Sebaik-baik shafnya kaum laki-laki adalah shaf pertama dan sebaik-baik shafnya kaum wanita dalah shaf terakhir dalam sholat Subuh

48. Siapa yang menyambung shaf, maka Allah menyambungnya (dengan rahmat, dan anugerah-Nya) dalam shalat Subuh

49. Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf dalam subuh

50. Siapa yang menutupi celah dalam shaf ketika sholat Subuh, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga, dan mengangkat derajatnya satu derajat lebih tinggi karenanya

51. Kelurusan shaf merupakan kesempurnaan shalat Subuh

52. Tegaknya shaf merupakan keindahan shalat Subuh

53. Tegaknya shaf merupakan kesempurnaan sholat Subuh

54. Orang yang terbaik di antara kalian adalah orang yang paling lembut pundaknya (kepada saudaranya) dalam shalat Subuh

55. Siapa yang membuka shalat Subuh dengan doa istiftah: …

56. Siapa yang memulai shalat Subuhnya dengan doa istiftah: …

57. Siapa yang ucapan aminnya bersamaan dengan ucapan amin malaikat dalam shalat Subuh, maka diampuni dosa-dosanya yang lalu

58. Siapa yang mengucapkan “Allahumma Rabbana Walakal Hamd” bersamaan dengan ucapan amin malaikat dalam shalat Subuh maka diampuni dosa-dosanya yang lalu

59. Siapa yang bangun dari rukuk, lalu mengucapkan: …

60. Barang siapa menunaikan sholat Subuh berjama’ah, kemudian duduk untuk berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat, maka ia mendapatkan seperti pahala haji dan umrah

61. Barang siapa menunaikan shalat Subuh berjama’ah, kemudian duduk untuk berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari, itu lebih baik daripada memerdekakan empat budak dari keturunan Ismail

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer

Categories
Buku Sunnah Ilmiah

Buku Menikahi Bidadari Surga (Edisi Terjemah) penerbit Pustaka Al-Inabah

Buku saku judul “Menikahi Bidadari Surga” ditulis oleh Syaikh Muhammad al-Misri. Merupakan buku terjemah Bahasa Indonesia dari judul asli Al-Fa-izuun bil Huuril’ ‘Iin (Arab: الفائزون بالحور العين).

Gunakanlah panduan daftar isi resensi buku Menikahi Bidadari Surga berikut ini untuk menemukan konten yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Dalam bagian muqaddimah buku Menikahi Bidadari Surga, dituturkan bahwa Nabi shalallaahu ‘alayhi wa sallam menghibur seorang bujangan bawha dia akan mendapatkan bidadari di surga.

Beliau shalallaahu ‘alayhi wa sallam menghibur seorang gadis yang tidak menikah bahwa dia akan berbahagia di surga dengan suami yang Allah pilihkan untuknya.

Buku saku ini bukanlah buku yang kering dalil (tanpa keterangan nash Al-Qur’an dan hadits).

Jelang 1 Ramadhan 1441 H (April 2020 M), Sambut Lailatul Qadar: Jangan Sampai Salah Baca, Ketahuilah Doa Lailatul Qadar yang Shahih.

Nabi shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda tentang penghuni surga,

أَزْوَاجُهُمُ الْحُورُ الْعِينُ

Transliterasi matan hadits:
Azwaajuhum al-Huru al-‘Iin.

Terjemah hadits:
“Istri-istri mereka adalah bidadari-bidadari (al-Haura dan al-‘Iin).”

Disebutkan dalam riwayat lain,
وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْحُمْ زَوْجَتَانِ، يُرَى مُخُّ سُوْقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنَ الْحُسْنِ

Transliterasi matan hadits:
Walikulli wahidin minhum zawjatani, Yura mukh-khu suqihima min waraa’il-lahmi minal husni.

Terjemah hadits:
“Setiap orang dari penghuni surga mempunyai dua orang istri, bagian dalam betisnya terlihat dari balik dagingnya karena kecantikannya.”

Judul Asli

Judul Asli Penulis Penerbit Cetakan
Al-Fa-izuun bil Huuril’ ‘Iin (الفائزون بالحور العين) Syaikh Mahmud Al-Misri Maktabah ash-Shafa, Cairo Pertama, 1434 H/ 2013 M

Edisi Terjemah

Judul Terjemah Penulis Editor Penerbit Halaman Ukuran Buku
Menikahi Bidadari Surga Mahmud al-Mishri (Abu Ammar) Tim Pustaka al-Inabah Pustaka al-Inabah, Jakarta 76 Halaman 10.5×15 cm

Isi Buku Menikahi Bidadari Surga

Susunan buku ini, terdiri dari 34 (tiga puluh empat) sub judul bahasan, sebagai berikut:

  1. Sifat bidadari
  2. Wajah yang putih dan cantik
  3. Cantik jelita
  4. Pipinya bersih, mulus, dan kemerah-merahan
  5. Sepasang mata yang indah
  6. Hidungnya yang mancug nan tipis
  7. Rambut yang hitam dan aroma tubuh yang harum
  8. Pergelangan dan telapak tangannya yang halus lembut, lengkap dengan cincinnya
  9. Betisnya yang transparan dan telapak kakinya yang putih
  10. Aroma dan pakaiannya
  11. Suci
  12. Gadis perawan
  13. Kekal abadi
  14. Wanita-wanita aman
  15. Senantiasa dalam kenikmatan
  16. Ridha dan rela
  17. Senantiasa tinggal menetap
  18. Dipingit di dalam kemah
  19. Tenda surga
  20. Pandangan mata yang terbatas
  21. Istri yang berkerudung dengan seindah-indahnya kerudung
  22. Jika kerudungan
  23. Belum pernah disentuh oleh manusia dan jin
  24. Nyanyian bidadari
  25. Lirik nyanyian bidadari
  26. Kedudukan para bidadari yang tinggi
  27. Ada yang berpendapat, bidadari diciptakan dari safron
  28. Bolehkan menggambarkan fisik seorang wanita
  29. Manusia yang paling banyak mendapatkan bidadari
  30. Kedudukan wanita dunia
  31. Jangan menyakiti suamimu, karena bidadari akan mendoaan keburukan bagimu
  32. Wanita yang menikah dengan beberapa laki-laki di dunia
  33. Wanita yang wafat dalam keadaan belum menikah
  34. Penghuni surga yang paling rendah derajatnya bersama bidadari

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer

Categories
Buku Sunnah Ilmiah Intisari Cahaya Ilmu

Kamus Bahasa Arab Hiwari

Judul: Hiwari Kamus Percakapan Bahasa Arab
Penulis: Ahmad Jaelani bin Sanatra
Penerjemah:
Isi: vi + 331 halaman
Dimensi:  11 cm *  17 cm
Harga: Rp. 59.000,-
Penerbit: Pustaka Imam Adz-Dzahabi
Toko: Ghamir Bogor, Maktab As-Salam Pontianak.
Foto: @myriautami

Kamus Bahasa Arab

Kamus Bahasa Arab – Kamus Percakapan Bahasa Arab: Mempelajari Bahasa Arab adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan thalibil ‘ilmi (menuntut ilmu) seorang muslim.

Sebab dengan mempelajari, mengerti serta mengimplementasikan bahasa Arab dalam kehidupan ilmiah seseorang itu menjadi lebih mudah dalam memahami Kitabullah dan As-Sunnah sesuai Manhaj Salaf.

Kamus Bahasa Arab (Kamus Percakapan Bahasa Arab) yang direkomendasikan adalah Kamus Bahasa Arab berjudul “Hiwari – Kamus Percakapan Bahasa Arab” yang disusun oleh Ustadz Ahmad Jaelani bin Sanatra.

Di dalam halaman kata pengantar, penulis menuturkan bahwa kamus Hiwari merupakan kumpulan kosakata dan ungkapan sehari-hari dalam bahasa Arab yang sering digunakan.

Ditulis berdasarkan akumulasi dari pengalaman penulis selama bertahun-tahun mengajar. Selain mudah dan menyenagkan dalam mempelajarinya, kamus ini juga disertai contoh cara menyusun kalimat dalam bahasa Arab serta disertai beberapa latihan dengan cara yang mudah, InsyaAllah.

Kamus Bahasa Arab “Hiwari – Kamus Percakapan Bahasa Arab” terdiri dari 9 bab, sebagai berikut:

Daftar Isi Kamus Bahasa Arab Hiwari

[ads script=”1″ ]

Daftar Isi – iii

Muqaddimah – iv

Kata Pengantar – v

BAB 1: Dasar-dasar Percakapan – 1

BAB 2: Menggunakan Bilangan – 61

BAB 3: Keterangan Waktu – 81

BAB 4: Keterangan Tempat – 105

BAB 5: Kumpulan Kosakata Populer – 113

BAB 6: Menyusun Kalimat Indah – 191

BAB 7: Percakapan Bahasa Arab ‘Amiyah – 201

BAB 8: Kata Kerja & Huruf Setelahnya – 213

BAB 9: Kumpulan Kata Kerja Populer – 229

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer