Minggu, Agustus 1, 2021
BerandaAdabCara Minta Maaf Sesuai Sunnah Rasulullah

Cara Minta Maaf Sesuai Sunnah Rasulullah

Cara minta maaf yang ditulis dalam buku bertajuk “Petunjuk Nabi shalallaahu ‘alayhi wa sallam Dalam Bermuamalah – Pedoman Berinteraksi Sehari-hari”, disebutkan bahwa minta maaf (meminta udzur) ada 3 (tiga) bentuk.

Ketiga bentuk cara minta maaf tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Dengan cara orang yang meminta udzur mengatakan, “Saya tidak melakukannya.” atau,
  2. Saya melakukannya karena begini-begitu, dijelaskan alasan dan sebab-sebabnya; atau
  3. Saya melakukannya dan saya merasa bersalah maka saya tinggalkan; dan
  4. Tidak ada bentuk ke-4, dan yang ke-3 tersebut adalah taubat yang merupakan bentuk meminta udzur yang paling dalam.
Memohon maaf ala Salafi.
Memohon maaf ala Salafi.

Ibnu Hajar berkata, “Barangsiapa yang terjatuh dalam kesalahan, hendaklah tidak mengingkarinya, akan tetapi mengakui kesalahan tersebut dan menyampaikan udzurnya: agar tidak mengumpulkan dua dosa.”

Demikianlah konten ilmiah yang membahas mengenai cara minta maaf sesuai sunnah (pedoman salafush-shalih). Ketahui konten lainnya yang termasuk kedalam bahasan adab muamalah.


Alhamdulillah. Anda telah selesai mengkaji sebuah konten ilmiah. Bacalah doa berikut ini:
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Penulis TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.
Tulisan ini memuat featuring image. Sumber: Kontributor.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih. Jazakumullah Khairan.

Affan bin Umarhttps://temanshalih.com
Penulis Artikel: Pandu Aditya Affandi, S.Kom., M.H. // Disclaimer Penulis // Biografi penulis: Pengamat perlindungan konsumen startup Islam; Duta Pelajar Indonesia-Malaysia 2007; Lulusan S1 Sistem Informasi Universitas AMIKOM 2013; Manajer PT Jatra Buana Kreasindo 2015; Former Editorial Team Jurnal Hukum Internasional Tanjungpura Law Journal 2017; Analis Data Akademik Universitas Tanjungpura 2017; Lulusan S2 Hukum Bisnis Universitas Tanjungpura 2018; Jurnalistik Tempo Institute 2019; Analis Kerja Sama Luar Negeri Jakarta Pusat 2021 ; Tim developer website Minamata Convention PBB Jakarta Pusat 2021.
KONTEN TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Open chat