HomeIntisari Cahaya IlmuCara Bicara Rasulullah
cara bicara rasulullah

Cara Bicara Rasulullah

Intisari Cahaya Ilmu Jalan Hidup Nabi dan Para Shahabat 0 likes 395 views share

Hadits Pendek Mengenai Perintah Bicara yang Baik-Baik

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam.” — H.R. Bukhari, Muslim.

Seorang muslim yang merindukan Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam akan sampai pada waktu di mana dirinya sangat ingin mengetahui dengan detail mengenai Nabi Muhammad shalallaahu ‘alaihi wa sallam.

Keingin tahuan tersebut bahkan sampai kepada bagaimana cara bicara Rasulullah.

Rasulullah Berbicara Dengan Jelas

Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling fasih dalam mengucapkan Dhadd (bahasa Arab) dan beliau berbicara kepada para Shahabat Radhiy-Allaahu-‘Anhum dengan bahasa Arab yang jelas dan dikenal oleh mereka. Karena mereka (para Shahabat) adalah orang Arab asli yang tidak pernah dimasuki (dipengaruhi) oleh bahasa orang ‘Ajam (orang non Arab).

Para Shahabat Radhiy-Allaahu-‘Anhum tidak mengalami kesulitan dalam memahami apa yang diinginkan dari lafazh (ucapan) yang diucapkan oleh Rasul-nya. – Dhawaabith Muhimmah li Husni Fahmis Sunnah, Dr. Anis bin Ahmad bin Thahir

Shahabat Paling Paham Mengenai  Sunnah – Agama Islam

Itu berarti para Shahabat Radhiy-Allaahu-’Anhum adalah orang-orang yang paling memahami sunnah beliau ﷺ; yang meliputi qaul (perkataan),  fi’il (perbuatan), ataupun taqrir (persetujuan) beliau ﷺ.

Sehingga kaum Muslimin akhir ini tidak akan dapat memahami Islam dengan lurus dan benar kecuali dengan jalan memahami dan mengamalkan Sunnah sebagai pedoman hidup. Sebagaimana para Shahabat/ Salafuna-Shalih (pendahulu kita yang Shalih) memahami dan mengamalkan petunjuk Rasulullah ﷺ/ Sunnah.

Cara yang Benar dalam Beragama Islam

Atau dalam kalimat lain dapat dikatakan bahwa apabila seorang muslim hendak beragama dengan cara yang benar, maka sepatutnya mereka beragama seperti cara yang telah dilakukan oleh para Shahabat Radhiy-Allaahu-’Anhum dalam beragama Islam.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer