HomeBuku IlmiahZindiq Munafiq Madrasah Orientalis | Review Buku Kajian Sunnah
Zindiq munafiq madrasah orientalis abdul hakim bin amir abdat

Zindiq Munafiq Madrasah Orientalis | Review Buku Kajian Sunnah

Buku Ilmiah 1 likes 133 views share

zindiq munafiq madrasah orientalis
Judul: Zindiq Munafiq Madrasah Orientalis atau Yahudi Gaya Baru
Penulis: Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
Isi: 89 halaman
Dimensi: 14.5 cm * 21 cm
Harga: Rp. 25.000,-
Penerbit: Maktabah Mu’awiyah bin Abi Sufyan

Sekte Paramadina (Nurcholis Madjid)

Ustadz Abu Unaisah (Abdul Hakim bin Amir Abdat) dalam kitabnya/ buku Zindiq Munafiq Madrasah Orientalis atau Yahudi Gaya Baru menuturkan secara Tasrih (tegas) dan terang upaya-upaya penyimpangan aqidah serta pembatalan syari’at Islam yang dilancarkan oleh sekte Paramadina (Nurcholis Madjid).

Apa yang dimaksud dengan kaum Orientalis?

Bahkan lebih jauh dalam buku Zindiq Munafiq Madrasah Orientalis atau Yahudi Gaya Baru, Abdul Hakim bin Amir Abdat, menuturkan bahwa”[1],

“Jika saudara bertanya: Bukankah yang dimaksud dengan orientalis ialah orang-orang di luar Islam seperti Yahudi dan Nashara , yang mempelajari Islam untuk merusak Islam dan mengajarkan kerusakan itu kepada kaum Muslimin?

Saya jawab: Itu dahulu. Satu-dua abad yang lalu, adapun yang sekarang cara kerja mereka berbeda. Para bapak orientalis pada zaman ini tidak lagi terjun langsung ke lapangan, akan tetapi dengan perantara anak didik mereka yang terdiri dari manusia-manusia munafiq yang ada di dalam Islam untuk merusak Islam dan kaum muslimin dari dalam.

Dengan cara yang demikian menurut para bapak orientalis lebih mengena dan berhasil merusak aqidah, ibadah, mu’amalat dan akhlaq kaum muslimin tanpa dicurigai dan disadari oleh sebagian kaum muslimin (garis bawah oleh penyusun artikel – pen.).

Bahkan sebagian dari kaum pergerakan seperti Ikhwanul Muslimin dalam sebagian manhajnya (yakni sifat dan cara beragama – pen.), sangat terpengaruh dengan ajaran ini meskipun mereka selalu berteriak tentang Ghazwul Fikri (perang intelektual) dan Fiqhul Waaqi’ (fiqih realita)!!!

Hal ini disebabkan karena kebodohan dan penyimpangan mereka terhadap manhaj yang haq (sifat dan cara beragama yang benar – pen.), yaitu mahaj Salafush Shalih.

Bagaimana mungkin mereka mampu memerangi dan mengalahkan Yahudi, padahal baru melangkahkan kaki, mereka telah terperangkap oleh tipu daya Yahudi, tahu dan tidak tahu. Kemudian, sebagian dari ajaran Yahudi mereka jadikan sebagai asas dalam manhaj mereka, yang mereka perjuangkan dengan sebenar-benar jihad kebathilan.

Oleh karena itu menurut pendapat saya bahwa orientalis pada hari ini yang bergentayangan di negeri-negeri Islam, ialah mereka yang berpakaian dengan pakaian Islam akan tetapi ruh dan badannya serta akal dan fikirannya orientalis tulen.

Mereka inilah salah satu kelompok yang dimaksud oleh Nabi kita yang mulia صلى الله عليه وسلم : shalallaahu ‘alaihi wa sallam yaitu para da’i yang berada di pintu jahannam di dalam hadits shahih yang sedang kita bahas ini”[2] yang telah menjadi salah satu tanda dari tanda-tanda kenabian (Alamatun Nubuwwah –pen.) dan kerasulan Muhammad صلى الله عليه وسلم.”

Muqaddimah Zindiq Munafiq Madrasah Orientalis

Penyebab Lemahnya Kaum Muslimin: Pada bagian Muqaddimah (Pengantar) penulis, Abdul Hakim bin Amir Abdat, menuturkan bahwa,

“Zindiq (=munafiq) Madrasah Orientalis atau Yahudi Gaya Baru dalam membongkar sebuah gerakan kaum Zanaadiqah (munafiqun) bersama para pengikutnya dan mereka yang terkena syubhat (kerancuan)-nya dalam memurtadkan umat Islam.

Gerakan yang telah tersebar hampir di semua negeri Islam khususnya di negeri ini (Indonesia) adalah sebuah gerakan kekufuran yang mereka bawa dan da’wahkan di tengah-tengah umat Islam sebagaimana para pembaca yang terhormat akan mengetahuinya dari tulisan saya ini, Insya Allahu Ta’ala.

Kita menegtahui, bahwa keadaan kaum muslimin pada hari ini dan hari-hari sebelumnya sangat lemah lahir dan batin, kecuali sedikit sekali di antara mereka yang tetap istiqamah berada di atas cahaya dan hidayah Al-Qur’an dan Sunnah bersama perjalanan Salaful Ummah (garis bawah oleh penyusun artikel).

Maka dari itu mereka gampang sekali untuk diajak kepada berbagai macam ajaran-ajaran sesat bahkan kufur dan pemurtadan dan jalan-jalan kesyirikan dan berbagai ragam bid’ah i’tiqadiyyah (keyakinan) dan amaliyyah (perbuatan) sebagaimana telah diketahui oleh mereka yang mempunyai bashirah (yang dimaksud dengan bashirah yakni kemampuan mata hati untuk membedakan antara urusan yang haq dengan yang bathil, yang kemampuan ini tidak akan diperoleh seseorang kecuali dengan jalan secara sungguh-sungguh menuntut ilmu – pen.).

Hal ini tentunya ada penyebab-penyebabnya, di antara sebab-sebab terbesar adalah karena kejahilan mereka dan penyimpangan mereka dari ajaran Agama mereka Al Islam yang dibawa oleh Nabi mereka yang mulia Muhammad صلى الله عليه وسلم.

Dua perkara yang sangat mendasar inilah yang telah hilang atau hampir-hampir hilang dari kaum muslimin , yaitu:

  • Ilmu;
  • Manhaj (sikap dan cara beragama) yang haq.”

Saudara pembaca yang kami cintai karena  Allah عزَ وجل dapat menelaah secara komprehensif dalam kitab/ buku Zindiq Munafiq Madrasah Orientalis atau Yahudi Gaya Baru karya Ustadz Abu Unaisah (Abdul Hakim bin Amir Abdat).

Daftar Isi buku Zindiq Munafiq Madrasah Orientalis atau Yahudi Gaya Baru

Sementara itu daftar isi dari buku Zindiq Munafiq Madrasah Orientalis atau Yahudi Gaya Baru adalah sebagai berikut:

Muqaddimah | 5;

I Syarah Hadits Khudzaifah bin Yaman: Tersebarnya Bid’ah dan Firqah-Firqah Sesat dan Tampil-Nya Para Da’i yang Berada di Pintu-Pintu Jahannam | 13;

II Madrasah Orientalis Atau Yahudi Gaya Baru Sebuah Gerakan Kaum Zindiq (Munafiq) Dalam Memurtadkan Umat Islam | 29;

III Hakikat Dari Manhaj dan Aqidah Mereka | 36;

IV Kelompok Nurcholis Madjid | 41;

1. Kelompok Paramadina | 41;
2. Mereka berpegang dengan kitab kaum zindiq yaitu Rasaa-il Ikhwaanush Shafa | 42;
3. Poin-poin kesesatan dan kezindiqan mereka | 43.

V Bantahan Terhadap Kitab Fiqih Lintas Agamanya Mereka | 50;

1. Tujuan mereka adalah membatalkan syari’at Islam | 50;
2. Siapakah para penulisnya dan hakikat madrasah paramadina? | 53;
3. Kezindiqan Ulil Abshar | 54;
4. Akal yang sehat dan akal yang sakit | 55;
5. Mereka telah membantah dan melawan wahyu dengan akal-akal mereka | 59;
6. Mereka telah merobah makna yang haq dari ayat dan hadits kepada makna bathil mengikuti perbuatan guru besar mereka Yahudi si pembuat bid’ah tahrif | 60;
7. Mereka telah merobah sabda Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam sekaligus menyembunyikan dan men-talbis-nya karena saking takutnya diketahui akan kekufuran Yahudi dan Nashara  dan lain-lain yang telah difirmankan oleh Allah dan Rasul-Nya | 62;
8. Tafsir mereka adalah tafsir bid’ah dari kaum zindiq dan kewajiban mengikuti tafsir para Shahabat dan Tabi’in | 64;
9. Penghinaan mereka kepada kaum Salaf dan mereka mengajak umat untuk meninggalkan manhajnya kaum salaf | 66;
10. Menyalahkan para Ulama dan kitab-kitab mereka | 70;
11. Hakikat dari fiqih maqaashid-nya paramadina | 79;
12. Mereka tidak menyukai perkataan musyrik, kafir  dan murtad | 82.

Maraaji’ (Daftar Pustaka) | 86.

Footnote:

[1] Abdul Hakim bin Amir Abdat, Zindiq Munafiq Madrasah Orientalis atau Yahudi Gaya Baru, (Jakarta: Pustka Mu’awiyah bin Abi Sufyan, 1431 H/ 2010 M), hal. 33-34.

[2] Yakni Ustadz Abu Unaisah telah mensyarahkan pada halaman sebelumnya dalam buku Zindiq Munafiq Madrasah Orientalis atau Yahudi Gaya Baru hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari nomor 3606, 3607 dan 7048 serta Imam Muslim nomor 1847, hadits Khudzaifah bin Yaman, “Tersebarnya Bid’ah dan Firqah-Firqah Sesat dan Tampilnya Para Da’I yang Berada di Pintu-Pintu Jahannam.”

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer