HomeDaftarDaftar Rekomendasi Buku Pernikahan Islam
Buku Andai Aku Tidak Menikah Dengannya

Daftar Rekomendasi Buku Pernikahan Islam

Daftar Intisari Cahaya Ilmu 1 likes 394 views share

Buku Pernikahan dan Persiapan Finansial: Ikhwati Fillah yang sama-sama mengharap Ridha Allah ‘Azza Wa Jalla (Mahamulia dan Mahaagung), mahfum bahwa penulisan hadits dalam kitab induk hadits selalu disusun secara berurutan, sebagai contoh setelah bab Jual-Beli akan disusul dengan bab Nikah.

Ini menunjukkan isyarat bahwa perlunya seseorang itu memiliki pemahaman yang baik atas perkara Iqtishadiyah Islamiyah/ Perekonomian Islam sebelum melanjutkan kedalam bab Nikah.

Berilmu Sebelum Menikah

Bekal pengetahuan yang matang atas perkara Maisyah/ bisnis serta mal/ harta, kemampuan finansial dan nikah serta berumah tangga adalah suatu hal yang perlu dimiliki oleh seorang Muslim bahkan sejak dirinya memasuki usia remaja.

Tidak dipungkiri lagi bahwa sebagian permasalahan dalam rumah tangga bermula dari persoalan ekonomi, yang kemudian cenderung diperparah dengan keadaan aqidah/ keyakinan beragama sebagian kaum Muslimin akhir ini yang lemah serta hilangnya sifat-sifat terpuji dan mulia yakni:

  • Qana’ah/ sifat merasa cukup atas rezeki yang Allah Ta’ala berikan; serta
  •  Zuhd/ sifat yang tidak mengambil atau menggunakan harta kecuali dapat bermanfaat bagi kehidupan akhirat.

Daftar Rekomendasi Buku Pernikahan

Sebentar lagi akan ditampilkan daftar rekomendasi buku pernikahan  yang di dalamnya syarat akan keterangan ilmiah berupa dalil-dalil shahih yang dipahami berdasar metode para Shahabat Rasul radhiy-allaahu-‘anhum yang dapat menyemangati pemuda Muslim untuk memenuhi kewajibannya dalam menuntut ilmu Agama, secara khusus mengenai Perekonomian dan Pernikahan Islam.

Mengapa disertaka buku-buku terkait Perekonomian Islam?

Hal tersebut berangkat dari perhatian kami terhadap sebagian pemuda muslim yang memiliki tingkat kecemasan yang tinggi ihwal persiapan finansial yang mereka lakukan tatkala menjelang nikah dan walimah.

Yang hampir-hampir sikap cemas tersebut berujung kepada hilangnya kepercayaan diri, merasa takut menghadapi masa depan, dan berkonsekuensi kepada berprasangka buruk terhadap ketetapan Allah ‘Azza Wa Jalla.

Dengan mengetahui karakter/ sifat/ status harta (mal) dalam perspektif Perekonomian Islam (Iqtishaadiyyah Islamiyyah) diharapkan pemuda muslim memiliki gambaran yang utuh dan benar mengenai bagaimana mereka harus menyikapi harta dan memandang kehidupan dunia ini.

Sehingga para pemuda muslim tidak lagi hidup sebagai budak harta (abdul mal) atau budak uang (abdul dinar) yang hanya berorientasi kepada perbendaharaan dunia semata. Sebab apabila tidak diiringi wawasan mengenai hal dimaksud di atas, niscaya mereka akan menggunakan harta pada jalan-jalan yang sia-sia, tiada bermanfaat dan dimurkai Allah ‘Azza Wa JallaWal ‘Iyadzu-Billah.

Di bawah ini terdapat daftar buku pernikahan Islam dan buku perekonomian Islam karya penulis yang kredibel dan terpercaya dalam bidang keilmuannya, bukan buku pernikahan yang kering dalil dan-atau yang telah tercemar dengan pemikiran liberal, sekulerisme, pemikiran menyimpang syi’ah dan hizbuttahrir, hingga ilmu kalam dan filsafat.

Bagaimana cara memilikinya?

Untuk memperoleh buku-buku rekomendasi dimaksud, hendaklah saudara mendatangi toko-toko Sunnah yang berada di tempat saudara berdomisili.

Buku-buku dimaksud di antaranya yakni:

1. Sifat Perniagaan Nabi ﷺ

Ustadz Dr. Muhammad Arifin bin Badri, MA. 1429 H/ 2008 M. Sifat Perniagaan Nabi ﷺ. Bogor: Pustaka Darul Ilmi. – Dilengkapi dengan fatwa-fatwa al-Lajnah ad-Daa’imah lil-Buhuth al-‘Ilmiyyah wal-Iftaa ( اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء)/ Komite Tetap Untuk Riset Ilmiyyah dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi.

2. Sejak Memilih, Meminang, Hingga Menikah sesuai Sunnah

Buku Pernikahan

Buku pernikahan Islam: Sejak Memilih, Meminang, Hingga Menikah Sesuai Sunnah.

Ustadz Abu Muhammad & Ibnu Shalih bin Hasbullah. Sejak Memilih, Meminang, Hingga Menikah Sesuai Sunnah. Bogor: Pustaka Ibnu ‘Umar. – Buku Saku, dijelaskan secara ilmiyah dan ringkas, sehingga lebih mudah dipahami oleh pembaca usia remaja.

Pada halaman 20, bagian B. Kriteria Calon Suami, 6. Mencintai dan menerima calon istri apa adanya, dituturkan bahwa,

“Yang penting adalah kecintaannya tersebut tidak membutakannya dari kebenaran. Adapun jika cinta itu belum tumbuh sempurna, dan ia mengakui hal itu, akan tetapi ia hendak berusaha untuk saling memupuk kecintaan tersebut dalam rumah tangga nanti, maka semoga Allah menanamkan kecintaan yang luar biasa kepada pasangan yang ikhlas ini.”

3. Pernikahan dan Hadiah Untuk Pengantin

Buku Pernikahan dan Hadiah Untuk Pengantin.

Buku pernikahan Islam: Pernikahan dan Hadiah Untuk Pengantin.

Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat. Cetakan ketiga 1436 H/ 2015 M. Pernikahan dan Hadiah Untuk Pengantin. Jakrata: Maktabah Mu’awiyah bin Abi Sufyan.

Di dalamnya dibahas secara mendetail ihwal pra-nikah hingga pasca nikah. Termasuk di dalamnya mengenai tata cara Nazhor (melihat fisik calon pasangan hidup) serta apa saja yang boleh dilihat hingga menimbulkan perasaan ingin menikahi, hingga diangkat juga mengenai jalan keluar bagi pemuda muslim yang pernikahannya dihalang-halangi/ dilarang oleh wali mereka yang zhalim.

Dalam catatan kaki pada halaman 104, Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, menuturkan bahwa,

“Seorang wanita ridha dipinang/ dilamar/ di-khitbah oleh lelaki yang baik agama dan akhlaqnya. Yakni kamu melihat bahwa laki-laki itu agamanya bagus dan baik, yakni dia seorang yang ta’at beragama dan akhlaqnya pun bagus sehingga kamu menyukainya dan meridhainya, maka nikahkanlah dia dengan anak perempuanmu atau kerabatmu jika keduanya telah sama-sama suka.”

4. Adab Az Zifaf – Panduan Pernikahan Cara Nabi ﷺ

Buku Adab Az Zifaf

Buku pernikahan Islam: Adab Az Zifaf.

Muhammad Nashiruddin Al-Albani. 1425 H/ 2004 M. Adab Az Zifaf. Yogyakarta: Media Hidayah. – Buku terjemah.

Dalam muqaddimah edisi baru dituturkan bahwa,

Perbedaan yang penting (dari edisi sebelumnya) adalah materi pembahasannya lebih banyak, sehingga lebih banyak pula manfaat yang dapat diperoleh.

Perbedaan lain dari cetakan-cetakan sebelumnya adalah adanya tambahan 2 (dua) indeks. Yakni indeks mengenai hadits-hadits dan indeks mengenai atsar-atsar, sehingga sekarang keseluruhannya ada 4 (empat) indeks sebagai berikut:

  • Kitab-kitab rujukan;
  • Bab-bab pembahsan;
  • Hadits-hadits; serta
  • Atsar-atsar.

5. Iqtishaadiyyah Islamiyyah

Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat. 1431 H/ 2010 M. Risalah Ilmiyyah Dalam Mengenal Iqtishaadiyyah Islamiyyah (Ekonomi Islam). Jakarta: Maktabah Mu’awiyah bin Abi Sufyan.

6. Pendidikan Cemburu Bagi Muslimah

Mazin Abdul Karim Al-Furaih. 1428 H/ 2007 M. Pendidikan Cemburu Bagi Muslimah. Darul Falah. – Buku terjemah dari judul asli: Tahdzibul-Ghirah ‘Indal-Mar’ah.

Ia merupakan sebuah buku saku berukuran kecil yang ringkas dan padat, walaupun ia berjudul “Pendidikan Cemburu Bagi Muslimah”, kami merekomendasikan buku ini sebagai buku yang patut dibaca oleh lelaki, sebab agar seorang lelaki itu mengetahui sifat-sifat dan tabi’at dasar seorang wanita yang dengannya seorang lelaki dapat memahami dan mengarahkan istri-istrinya sesuai dengan apa yang dikehendaki syara‘.

7. Berbekal Setengah Isi Setengah Kosong

Buku Berbekal setengah Isi Setengah Kosong

Buku pernikahan Islam: Berbekal Setengah Isi Setengah Kosong.

Ustadz Dr. Syafiq bin Riza bin Hasan bin Abdul Qadir bin Salim Basalamah, MA. Cetakan ke-2 1436 H/ 2015 M. Berbekal Setengah Isi Setengah Kosong. Bekasi: Rumah Ilmu.

Dalam Muqaddimah Ustadz Syafiq bertutur bahwa,

AkhiUkhti, bila memandang sebuah gelas yang berisikan air setengahnya, maka sebagian orang akan berkata, ‘Setengahnya kosong,’ dan sebagian lain berucap, ‘Setengahnya isi.’

Termasuk orang yang mana kah anda?

Bila yang pertama, maka ini sebuah indikasi bahwa anda adalah orang yang hidup dengan kacamata pesimis, selalu memandang kepada kekurangan, dan biasanya orang yang seperti itu, hidupnya senantiasa berbalut kesusahan dan bermantel kesengsaraan, karena dirinya lupa memandang kepada isi yang terdapat di gelas tersebut, walaupun hanya separuh.

Adapun insan yang berkata, ‘Setengah isi,’ maka ini salah satu petunjuk bahwa dia adalah orang yang optimis, karena ia memandang lewat kacamata isi, ia tidak terlalu peduli dengan setengahnya yang kosong, karena bagaimanapun gelas itu ada isinya, dan ia berucap, ‘Alhamdulillah, masih ada isinya.’.”

Tulisan ini berusaha untuk membimbing para pemuda muslim agar dapat bersikap benar dalam menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ini dengan kacamata optimisme, sehingga apapun yang menimpa, mereka dapat menyikapinya dengan tenang dan lapang dada, demi menggapai kehidupan yang lebih baik dan kebahagiaan yang indah dan abadi.

8. Andai Aku Tidak Menikah Dengannya

Buku Andai Aku Tidak Menikah Dengannya

Buku pernikahan Islam: Andai Aku Tidak Menikah Dengannya.

Ustadz Dr. Syafiq bin Riza bin Hasan bin Abdul Qadir bin Salim Basalamah, MA. Cetakan ke-2 1436 H/ 2015 M. Andai Aku Tidak Menikah Dengannya. Bekasi: Rumah Ilmu.

Dengan memahami isi buku ini bagian per bagiannya, saudara dapat memiliki gambaran yang jelas ihwal bagaimana menghadapi dan menyikapi problematika rumah tangga, menguatkan hati yang kian lemah dalam mencintai, menangani kecemburuan pasangan hidup, hingga mengetahui bagaimana Shahabiyyah (Shahabat dari kalangan wanita) bergaul dengan suaminya.

Pada bagian Muqaddimah, Ustadz Syafiq menuturkan bahwa,

“Setelah mendengar banyaknya curhatan dari para istri yang suaminya tak seindah harapan, rumah tangganya pun tak sehangat yang dibayangkan, apalagi munculnya suami-suami yang sok alim di depan umum, hafalan ayat dan haditsnya sudah lumayan namun ketika berada di rumah, ia adalah penjahat berbaju koko.

Ditambah maraknya buku-buku yang ditujukan kepada kaum Hawa agar mereka menjadi istri yang baik dan shalihah, mengabdi kepada suaminya, sedang suaminya sendiri tak shalih.

Belum lagi semaraknya kajian yang diselenggarakan dengan tema untuk ibu-ibu agar mereka lebih ta’at dan patuh kepada suami; dan kurangnya buku-buku yang ditujukan kepada kaum lelaki agar mereka memperbaiki diri, bercermin kepada sang Nabi dan menjadi suami sejati.

Karena semua itulah dan atas berkat taufik Ilahi dengan segala keterbatasan diri, aku (Ustadz Syafiq -pen) ingin memberikan sumbangsih. (yakni dengan menulis buku berjudul “Andai Aku Tidak Menikah Dengannya,” – pen.)”

Sejumlah laki-laki yang pada masa sebelumnya telah menghabiskan waktu dalam keadaan yang buruk dan dikenal sebagai seorang yang kasar serta gemar mencela teman hidupnya tatkala perasaan cemburu (al-Ghyrah) menyambangi. Mengaku bahwa saat ini mereka telah mengalami perubahan yang nyata, yakni telah berhasil merasakan ketenangan qalbu sebagai seorang muslim yang terpelihara lisannya. Sebagaimana jelas perbedaan antara timur dengan barat, maka jelas dan terang pula perbedaan antara cemburu yang tercela dengan cemburu yang terpuji.

Lantas muncul pertanyaan, apa yang melatar belakangi seseorang itu dapat mencapai perubahan (ishlah) ke arah yang jauh lebih baik? Ketahui lebih lanjut dalam review buku kajian sunnah: Andai Aku Tidak Menikah Dengannya .

9. Tuntunan Menggapai Keluarga Sakinah

Muhammad Shalih al-Munajjid. Menggapai Keluarga Sakinah – Disertai Kiat-Kiat Memperbaiki Keadaan Rumah Tangga. Pustaka Ibnu ‘Umar. – Ringkasan kitab: Arba’uuna Nashiihatan li Ishlaahil Buyuut.

10. Bekal-Bekal Menuju Pernikahan

Dr. ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi Al-Khalafi. Cetakan ke-2 1436 H/ 2014 M. Bekal-Bekal Menuju Pernikahan – Untuk Mewujudkan Keluarga Sakinah, Mawaddah, Penuh Rahmah. Bogor: Media Tarbiah. – Buku terjemah.

11. Kiat-Kiat Memilih Istri Idaman

Buku Pernikahan Kiat Memilih Istri Idaman

Buku pernikahan Islam: Kiat-kiat Memilih Istri Idaman.

Ustadz Dr. Abdil Muhsin Firanda, Lc., MA. 1435 H/ 2014 M. Kiat-Kiat Memilih Istri Idaman. Nashirus-Sunnah.

Pada halaman 27, dituturkan bahwa,

“Jika pernikahan disebabkan dorongan kecantikan, pernikahan ini akan lebih langgeng dibandingkan jika yang mendorong pernikahan tersebut adalah harta sang wanita. Hal ini karena kecantikan adalah sifat yang senantiasa ada pada sang wanita, sedangkan kekayaan adalah sifat yang dapat hilang dari sang wanita.”

Kemudian pada halaman 28, dituturkan bahwa,  Imam Ahmad berkata,

“Jika seseorang ingin meng-khitbah (melamar) seorang wanita, hendaknya yang pertama kali ia tanyakan adalah kecantikannya. Jika dipuji kecantikannya, maka ia bertanya tentang agamanya. Jika kecantikannya tidak dipuji, maka ia menolak wanita tersebut bukan karena agamanya, melainkan karena kecantikannya.”

Perkataan Imam Ahmad ini menunjukkan tingginya fiqih dan pemahaman beliau. Jika yang pertaa kali ditanyakan oleh seseorang tentang sang wanita adalah agamanya, lalu dikabarkan kepadanya sang wanita adalah wanita yang shalihah, namun saat ia memandangnya ternyata sang wanita bukan merupakan seleranya, ia pun tidak menikahi wanita tersebut.

Artinya ia meninggalkan wanita tersebut setelah ia mengetahui bahwa wanita tersebut adalah wanita shalihah. Jika demikian ia telah termasuk kedalan celaan Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi wa Sallam,

“Maka hendaklah engkau mendapatkan wanita yang baik agamanya (jika tidak kau lakukan), maka tanganmu akan menempel dengan tanah.”

Dan seterusnya masih banyak sekali faedah ilmiah yang dapat saudara ambil dari buku kategori buku saku ini, yang tidak lebih berjumlah 100 halaman.

Buku- buku pernikahan dan buku perekonomian Islam di atas adalah buku-buku best seller, artinya banyak pembaca terutama dari kalangan usia remaja dan produktif yang telah melengkapi koleksi ‘ilmiyyah-nya.

Hendaklah para pemuda muslim menggunakan waktunya untuk secara khusus memahami kaidah-kaidah dan faedah yang terkandung dalam buku-buku pernikahan dan buku perekonomian Islam. Sebab seseorang yang beramal tanpa dasar ilmu niscaya lebih banyak berbuat kesalahan.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer