HomeBlogTahapan Pembuktian | Bayan

Tahapan Pembuktian | Bayan

share

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَلىٰ berfirman,

يَقُولُونَ بِأَفْوَاهِهِم مَّا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ ۗ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُونَ

“… Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak sesuai dengan isi hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan” – Q.S. Ali-‘Imran (Keluarga ‘Imran) [3]: 167.

Lisan/ ucapan seorang muslim adalah bukti yang kuat atas suatu niat/ i’tiqad yang tersimpan di dalam hati, sementara amal perbuatan adalah pembuktian nyata dari apa yang diucapkan.

Misal seseorang itu berkata, “Aku mencintai ibuku/ kedua orang tuaku,” maka idealnya ucapan ini diikuti dengan pembuktian amal perbuatan berupa berbakti kepada orang tua.

Namun apabila amaliahnya/ perbuatannya bertentangan dengan apa yang diucapkan, dan apa yang diucapkan tidak berkesesuaian dengan apa yang ada di dalam hatinya, atau mengatakan sesuatu yang tidak ada di dalam hatinya, maka ini yang disebut berdusta.

#JDDAR

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer