HomeBlogSadar | Dialog Ta’aruf

Sadar | Dialog Ta’aruf

share

sadar teman shalih

Keterbatasanku adalah aku yang hanya satu, tidak mungkin dibagi kepada hati yang tak mau dibagi.

Dan kita adalah orang-orang yang hidup dalam masa transisi, antara generasi yang tumbuh dalam pola pikir yang enggan berbagi dengan mereka yang telah berhasil membuka mata hati serta menundukkan akal logika dihadapan firman-firman-Nya yang dengan itu mereka dapat dengan jelas melihat hikmah besar yang menyertai.

Aku mengerti kekhawatiranmu, maka perhatikanlah duhai engkau yang aku berharap Allāh عَزَّ وَجَلَّ menjagamu, ketahuilah bahwasanya ada perbedaan mendasar antara perasaan khawatir dengan berprasangka buruk.

Kalaulah khawatir muncul dari perasaan cinta yang dengannya engkau berharap seseorang itu berada dalam keadaan yang terpelihara, sebagaimana yang saat ini aku rasakan atasmu. Maka berprasangka buruk hanya akan menghabiskan waktu seseorang sibuk mencari-cari kesalahan (tajassus).

#JDDAR

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer