HomeBlogKalah Sejak Pertama | Obrolan Senja

Kalah Sejak Pertama | Obrolan Senja

share

Obrolan Senja – Kalah Sejak Pertama: Rupanya definisi kata “kalah” dapat diuraikan dalam kalimat yang beragam apabila ia diserahkan kepada subjeknya. Ada yang berkata, “Kalah adalah ketika aku bukan yang pertama, dan entah yang ke-berapa,” yang lain berkata, “Seseorang itu kalah dengan ‘masa lalu’ adalah tatkala kamu hidup bersamanya, akan tetapi teman hidupmu itu masih saja memikirkan masa lalunya,” bahkan hingga terucap perkataan, “Andai saja aku sanggup membunuh rasa kalah ini!”

Sejauh apa motivasi seseorang untuk menjadi yang dominan, menjadi yang utama, menjadi yang pertama, maka akan seberat itu pula beban jiwa yang mau tidak mau dia ambil tatkala mendapati realita yang pahit bahwa dirinya dalam keadaan “Not as Expected.”

Sepanjang dan sedetail apa pun definisinya, apabila seseorang mulai “merasa kalah” atas masa lalu teman hidupnya, maka tidak jarang sikap itu justru melahirkan kezhaliman yang tidak diperkirakan sebelumnya.

Kezhaliman yang hadir dalam banyak bentuk dan warna. Mulai dari sulit percaya, mengedepankan su’u-dzhan (berprasangka buruk), sikap yang keras dan dingin, intoleran terhadap kesalahan orang lain walaupun hal kecil, mendiamkan (hajr) tanpa akhir, hingga kebathilan yang paling parah yakni hidup bersama akan tetapi satu di antaranya merasa tidak ridha menjalaninya. Wal ‘iyadzu-billāh, semoga Allāh عَزَّ وَجَلَّ melindungi dari sikap yang semacam ini.

Oleh karenanya hendaklah para pihak yang berurusan berusaha betul menutup segala potensi terbukanya pintu “informasi masa lalu”, sebab tiada manfaat diperoleh justru menghadirkan mafsadah (banyak kerusakan) yang lebih besar, terbunuhnya harapan dan hilangnya kesempatan.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer