HomeBlogKeberadaannya Bukanlah Hal yang Mustahil! | Dialog Ta’aruf

Keberadaannya Bukanlah Hal yang Mustahil! | Dialog Ta’aruf

share


Tatkala hati telah terpikat,
dengan segala kriteria yang dikehendaki syara’ (agama) ada padanya,
ditambah dia adalah sosok yang sesuai ‘selera’,
Keberadaannya datang bersamaan dengan terbitnya harapan baru,
Hingga lisan terasa enggan berhenti melafazhkan kalimat syukur yang diliputi rasa haru.

Perasaan yakin seolah mengalir menguasai seluruh tubuh,
Hingga tak kuasa menanti lebih lama.
Kalau bisa, ingin segera saja,
hari ini saja.
Agar gelisah yang menjemukan ini tak lagi membelenggu.

Keindahan yang ada padanya tidak pernah terbayang sebelumnya,
Sungguh kekaguman ini diikuti rasa khawatir yang begitu membakar,
Bisa jadi lisan berat untuk beristighfar.

Dia,
keberadaannya adalah nyata,
bukan hal yang mustahil.
Bukan rahasia, tidak pula dirahasiakan.
Dia itu Ada,
namun sedikit keberadaannya.

Catatan Penting:

  • Orang-orang mukmin akan selalu ada disetiap qurun waktu, yang jumlah mereka sedikit. Hendaknya orang-orang Muslim berlomba/ fastabiqul khairat/ berlomba dalam kebaikan dan amal shalih agar menjadi bagian dari yang sedikit.
  • Seseorang yang menjaga kadar keimanan akan mengalami suatu keadaan di mana pandangan membuat hatinya merasa gelisah, hal ini disebabkan dirinya memiliki perasaan takut/ al-Khauf yang besar atas konsekuensi pengelihatan yang diharamkan yakni menuai dosa dan azab, sebab dirinya telah larut menikmati pandangan yang belum halal baginya (lalai dalam menjaga pandangan).
  •  Bani Adam/ manusia adalah makhluk yang dha’if/ lemah.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer