HomeBlogAnalogi Dua Tangan | Dialog Ta’aruf

Analogi Dua Tangan | Dialog Ta’aruf

share

analogi dua tangan teman shalih affan bin umar

Tidakkah engkau melihat bahwasanya aku hanya memiliki sepasang tangan, dan pernahkah engkau dengan dua tangan yang engkau miliki berusaha menggenggam dunia?

Sudah barang tentu banyak hal yang terlewat dan tidak dapat dimiliki, meskipun betapa hati sangat menginginkannya. Bisa jadi karena ketidak sanggupan atau karena ada hati yang tak ingin dibagi dan ada hati yang tak ingin melukai.

Kalaulah sanggup memiliki semua ~ setiap keindahan yang dinampakkan dihadapan mata, besar kemungkinan ada yang terluka. Dan ketika hati terluka, sanggupkah seseorang itu mengembalikan keindahan senyum sebagaimana yang nampak cantik menghiasi awal perjumpaan?

Bukankah semalam, yaa~Akhi, engkau beri’tiqad kuat untuk menjaga pandangan? Bukankah baru semalam? Cash, Ini ujian!

Jadikan awal perjumpaan ini sebagai momen terbitnya harapan baru, prasangkaan baik yang penuh mengisi ruang bicara.

Sebab hanya di sini aku dapat melihatmu, semoga hati mendapat kecocokan; sesuai dengan permintaanmu,

“Hanya aku aja ya,”

dan sesuai dengan harapanku,

“Semoga bersamamu aku memperoleh kehidupan tentram dalam istiqamah amal shalih.”

Catatan Penting:

Kuasailah hati, dengannya seorang muslim dapat menguasai pandangan dan tangan.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer