HomeBlogBukan Karena Cinta | Dialog Ta’aruf

Bukan Karena Cinta | Dialog Ta’aruf

share

“Iya, aku juga sama sepertimu. Sama-sama ingin menikah dengan orang yang dicintai. Aku ingin rumah tanggaku kelak berjalan sesuai dengan fungsinya, ia adalah sarana bagi mereka suami~istri untuk fastabiqul-khayrat/ berlomba di dalam kebaikan/ ketaatan, dalam beramal shalih. Sebab kita sama-sama mengetahui bahwa makna ibadah itu luas, bukan hanya shalat, zakat, puasa, haji, umrah …

Bertutur kata baik yang dengan itu menyejukkan hati orang yang mendengarnya dengan i’tiqad meneladani apa yang terjadi di antara Rasulullah ‎صلى الله عليه وسلم dan ‘Aisyah رضي الله عنها itu juga termasuk amal shalih.

Menenangkan hatinya yang sedang cemburu, Sebagaimana Rasulullah ‎صلى الله عليه وسلم bersikap tatkala ‘Aisyah رضي الله عنها menampakkan kecemburuannya, itu juga amal shalih.

Membantu pekerjaan rumah, sebagaimana apa yang dilakukan Rasulullah ‎صلى الله عليه وسلم tatkala berada di rumah, itu juga amal shalih.

Menampakkan wajah yang berseri-seri sepulang bekerja, walapun rasa lelah tidak lagi dapat dielakkan, itu juga amal shalih.

KETAHUI LEBIH LANJUT: Kiat-kiat Menyusun Biodata Ta’aruf yang Baik.

Jika bergurau dengan anggota keluarga; dia berucap dengan perkataan yang benar, tidak membuat takut, tidak merendahkan, itu juga amal shalih.

Menjaga lisan dan tangan tatkala emosi amarah memuncak, itu juga amal shalih.
Menyapa istri dengan panggilan kasih sayang, itu juga amal shalih.

Aku tidak ma’shum (terjaga dari salah) seperti Rasulullah ‎صلى الله عليه وسلم, akan tetapi aku dengan segala kekuranganku sepenuh hati mencintainya (Rasulullah) yang dengan itu aku berusaha mengikuti perintahnya ‎صلى الله عليه وسلم.

Engkau pun pasti bahagia hidup bersama seseorang yang ekstra perhatian dan penyayang yang memenuhi hajat (keperluan) hidupmu, bukan semata karena dia (suami) mencintaimu. Akan tetapi segala bentuk perhatian dan kebaikan itu dinampakkan untuk mengikuti Uswatun Hasanah yang ada pada diri Rasulullah ‎صلى الله عليه وسلم.

KETAHUI LEBIH LANJUT: Al-Atrab – Bidadari Surga yang Sebaya Umurnya.

Oleh sebab itu aku tidak akan pernah membuka hati untuk orang yang mengaku mencintaiku akan tetapi dirinya merasa berat dan perhitungan (malas-malasan) dalam membuktikan cinta kepada Allāh عَزَّ وَجَلَّ dan Rasul-Nya ‎صلى الله عليه وسلم.

Lantas, bagaimana dengan harapanmu Ukhti? … ”

Selesai.

#JDDAR

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer