HomeBlogAnalogi Baju Putih | Dialog Ta’aruf

Analogi Baju Putih | Dialog Ta’aruf

share

baju putih

Akhwat (perempuan),

Baju mu kotor mas, nggak ada baju yang lain? Tidakkah engkau menganggap bahwa pertemuan kita ini istimewa?

Ikhwan (laki-laki),

Baju ku? Ini baju putih di antara (sejumlah pakaian berwarna putih) yang aku miliki, dan ini yang warna putihnya paling cerah. Walaupun memang tidak secerah tatkala pertama kali aku membelinya. Baju ini aku pakai, sementara yang lain putihnya sudah mulai mengusam. Iya, kamu benar, ada sedikit noda yang tertinggal dan membekas. Akan tetapi maaf, tidak benar apabila engkau mengatakan bahwa baju ini kotor. Tidakkah engkau mengerti? Ini pakaian terbaik yang aku miliki.

Catatan Penting:

Usaha seseorang dalam melakukan pembuktian yang optimal belum tentu memperoleh predikat “baik” di mata orang lain, oleh sebab itu hendaknya seorang muslim meletakkan niat yang ikhlas — tulus mengharap Ridha Allāh عَزَّ وَجَلَّ tatkala bermuamalah dengan orang lain, agar ketika dirinya mendapatkan hasil yang memberatkan jiwa, atau hambatan-hambatan tertentu, hatinya dapat menerima dan bersabar, sehingga tidak satupun perkataan yang buruk keluar dari lisannya.

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه‎‎ Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,

‎إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً، يَرْفَعُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ

“Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk keridhaan Allāh, dia tidak menganggapnya penting; dengan sebab satu kalimat itu Allāh menaikkannya beberapa derajat. Dan sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk kemurkaan Allāh, dia tidak menganggapnya penting; dengan sebab satu kalimat itu dia dilemparkan kedalam neraka Jahannam”. — Sahih al-Bukhari, nomor 6478 (كتاب الرقاق).

Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,

‎الْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ

“… Perkataan yang baik adalah sedekah …” — Shahih al-Bukhari, nomor 2989 (كتاب الجهاد والسير).

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه‎‎, Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,

‎وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“… Dan barang siapa yang beriman kepada Allāh dan Hari Akhir maka hendaklah dia berkata baik atau hendaklah dia diam.” — Shahih al-Bukhari, nomor 6018 (كتاب الأدب).

Disclaimer

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer