Selasa, September 28, 2021
BerandaAdabBatas Aurat Perempuan Muslim Dengan Sesama Wanita

Batas Aurat Perempuan Muslim Dengan Sesama Wanita

Pertanyaan: Apa batas aurat wanita? Sebab pada saat ini banyak wanita abai terhadap batas aurat perempuan. Menggunakan pakaian yang tidak senonoh yang terbuka aurat bagian badannya. Hal itu mirip dengan pakaian orang kafir (تشبه بالكافرات).

Alasan mereka boleh memakai baju yang auratnya terbuka tersebut karena dikenakan di hadapan wanita lain, dan aurat wanita di hadapan wanita lain adalah bagian tubuh antara puser dan lutut.

Jawaban: Bicara soal batas aurat perempuan Seorang wanita harus memiliki sifat pemalu, walaupun tidak ada yang melihat kecuali sesama perempuan. Ia hendaknya tidak membuka auratnya kecuali hal yang biasa dibuka ketika ada kebutuhan seperti pakaian yang biasa dipakai di rumah, terbuka wajah, kedua tangan, dan kedua ujung telapak kaki dan semisalnya, karena hal itu lebih menjaga dan terhindar dari hal yang meragukan.

Seorang wanita yang memakai pakaian seperti orang-orang kafir walaupun menutup aurat apalagi pakaian yang pendek (القصير), sempit (الضيق) dan transparan (الشفاف) hukumnya haram.

Berdasarkan sabda Nabi shallallahu `alaihi wa sallam (من تشبه بقوم فهو منهم)  Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari mereka.

Dan berdasarkan sabda Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam: (صنفان من أهل النار لم أرهما: قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس، ونساء كاسيات عاريات مميلات مائلات رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة، لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا)  Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia. Dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian. H.R. Muslim dalam kitab Sahihnya.

Demikianlah uraian tentang batas aurat wanita. Dinukil adri pertanyaan pertama dari fatwa nomor 20518.

Semoga Anda dapat istiqamah dalam menjaga batas aurat perempuan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam: (قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ) “Katakanlah ‘amantu billaah’ (aku beriman kepada Allah) kemudian istiqamah-lah.”

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam


اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
al-Lajnah ad-Da’imah lil-Buhuts al-‘Ilmiyyah wal-Ifta’
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi

Ketua
عبد العزيز بن عبد الله بن باز
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Sumber Wajib Ditulis

teman shalihhttps://temanshalih.com
Media online pendidikan aqidah sunnah dan manhaj salaf. Terbit sejak Ramadhan 1437 H/Juni 2016 M. Mengedepankan adab-adab dan kaidah ilmiah dalam membuat konten ilmiah. Jazakumullah Khairan.
KONTEN TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -