HomeIntisari Cahaya IlmuApa Dampak Bagi Seseorang Apabila Dirinya Membenci Aqidah Sunnah?

Apa Dampak Bagi Seseorang Apabila Dirinya Membenci Aqidah Sunnah?

Intisari Cahaya Ilmu 0 likes 469 views share

benci sunnah, membenci sunnah, teman shalih,
Apabila Manhajnya benar, maka Aqidahnya pun benar. Artinya apabila seseorang Bermanhaj Salaf berarti ia beraqidah As-Sunnah Ash-Shahihah (Sunnah yang Shahih). Sebab Manhaj cakupannya lebih luas dari Aqidah.- Faedah Ilmiyah

Tidak ada jalan lain untuk mengamalkan Kitabullah kecuali dengan cara yang telah dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ dan apa yang diamalkan oleh para Shahabat Radhiy-Allaahu-‘Anhum, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in dan mereka inilah yang disebut sebagai Salafush-Shalih (Orang-orang terdahulu yang Shalih)

Sementara kaum muslimin akhir ini yang mengikutinya dan-atau beragama sesuai dengan Manhaj Salaf (kata ‘Manhaj‘ memiliki arti; sifat dan cara beragama) mereka dikenal dalam istilah ‘Salafi’.

Memahami Hakikat Perasaan Bangga Menjadi Seorang Muslim

Bagi kaum Muslimin, al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah (Sunnah yang Shahih) adalah pedoman untuk menjalani seluruh sendi kehidupan. Meyakini kebenaran keduanya adalah Aqidah (/keyakinan di dalam beragama), sementara mengamalkannya adalah bukti keimanan. Mahfumah bahwa pengakuan keimanan pada lisan/ucapan menuntut pengamalan yang benar (Shahih) sesuai pedoman Sunnah/ajaran Rasulullah ﷺ. Sebab

Orang (yang sudah baligh & berakal sehat/mukallaf/seorang yang sudah terbebani hukum Agama) yang meninggalkan Sunnah dapat disebut bermaksiat, jika ia meninggalkannya karena membencinya.- Faedah Ilmiyah

Sebab jalan pemahaman merekalah jalan yang lurus (Shiraat al-Mustaqim). Allah ‘Azza Wa Jalla (Mahamulia & Mahaagung) berfirman,

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Tunjukilah kami jalan yang lurus- Q.S. Al-Fatihah (Pembuka) [1]: 6

Tafsirnya,

Tunjukilah dan bimbinglah kami, serta berikanlah taufik kepada kami menuju jalan yang lurus. Teguhkanlah kami di atas jalan lurus ini, yaitu Islam, hingga kami bertemu dengan-Mu. Sebab, Islamlah jalan yang jelas, yang akan mengantarkan hamba meuju keridhaan Allah dan menuju surga-Nya; di mana telah ditunjukkan oleh penutup para Nabi dan Rasul, Nabi Muhammad ﷺ. Maka, tidak ada jalan menuju kebahagiaan seorang hamba kecuali dengan beristiqamah di atasnya.- Q.S. Al-Fatihah (Pembuka) [1]: 6, Kitab At-Tafsir Al-Musyassar mushaf Al-Madinah (At-Tafsirul Muyassaru)

Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman,

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah.- Q.S. Al-Ahzab (Golongan yang Bersekutu) [33] : 21

Tafsirnya,

Wahai orang-orang beriman, kalian memiliki teladan yang baik untuk kalian ikuti dalam sabda-sabda Rasulullah ﷺ maka teguhlah di atas Sunnahnya karena Sunnahnya itu hanya akan dijalankan dan diikuti oleh siapa yang berharap kepada Allah dan Hari Akhir, serta banyak berdzikir, beristighfar, dan bersyukur kepada-Nya dalam setiap keadaan.- Q.S. Al-Ahzab (Golongan yang Bersekutu) [33] : 21, Kitab At-Tafsir Al-Musyassar mushaf Al-Madinah (At-Tafsirul Muyassaru)

Nabi ﷺ bersabda,

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“… Hendaklah kalian berpegang teguh dengan Sunnahku dan Sunnah para Khulafa’ur Rasyidin. …”- Shahih (Al-Albani) Sunan Abi Dawud no. 4607, Kitab As-Sunnah

Dari Anas bin Malik Radhiy-Allaahu-‘Anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda,

فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

Maka, barangsiapa yang membenci Sunnahku, ia bukan termasuk golonganku.- Shahih Bukhari no. 5063

Dari Abdullah bin Amru Radhiy-Allaahu-‘Anhuma, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: “Barangsiapa yang membenci Sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku.~Hadits Shahih: Shahih Ibni Khuzaimah, no. 198, bab At-Taghlizh fi Tarki Sunnatin Nabi Raghbatan ‘Anha.

Ibnu Khuzaimah mengatakan,

Orang yang meninggalkan Sunnah dapat disebut bermaksiat, jika ia meninggalkannya karena membencinya.” ~lihat Libasur Rasul Wash Shahabah Wash Shahabiyat Ajma’in (Tata Busana Para Salaf), hlm. 37

merciful-servants-temanshalih
Entire Nations Were Wiped off The Planet Due To Their Sins | Suatu Kaum Dibinasakan Dari Muka Bumi Sebab Dosa-Dosa Mereka- MercifulServant, YouTube @TheMercifulServant

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer