Bahaya Membenci Sunnah: Apa Dampaknya Bagi Mukallaf?

Apabila Manhajnya benar, maka Aqidahnya pun benar. Artinya apabila seseorang Bermanhaj Salaf berarti ia beraqidah As-Sunnah Ash-Shahihah (Sunnah yang Shahih). Sebab Manhaj cakupannya lebih luas dari Aqidah.- Faedah Ilmiyah

Tidak ada jalan lain bagi seorang Mukallaf untuk mengamalkan Kitabullah kecuali dengan cara yang telah dijelaskan oleh Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam dan apa yang diamalkan oleh para Shahabat Radhiy-Allaahu-‘Anhum, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in dan mereka inilah yang disebut sebagai Salafush-Shalih (Orang-orang terdahulu yang Shalih)

Kaum muslimin akhir ini yang mengikutinya dan-atau beragama sesuai dengan Manhaj Salaf (kata ‘Manhaj‘ memiliki arti; sifat dan cara beragama) mereka dikenal dalam istilah ‘Salafi’.

Memahami Hakikat Perasaan Bangga Menjadi Seorang Muslim

Bagi kaum Muslimin, al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah (Sunnah yang Shahih) adalah pedoman untuk menjalani seluruh sendi kehidupan. Meyakini kebenaran keduanya adalah Aqidah (keyakinan di dalam beragama), sementara mengamalkannya adalah bukti keimanan. Mahfumah bahwa pengakuan keimanan pada lisan (ucapan) menuntut pengamalan yang benar (Shahih) sesuai pedoman Sunnah yakni ajaran Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam.

Orang (yang sudah baligh & berakal sehat/mukallaf/seorang yang sudah terbebani hukum Agama) yang meninggalkan Sunnah dapat disebut bermaksiat, jika ia meninggalkannya karena membencinya.- Faedah Ilmiyah

Sebab jalan pemahaman merekalah jalan yang lurus (Shiraat al-Mustaqim). Allah ‘Azza Wa Jalla (Mahamulia dan Mahaagung) berfirman,

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Tunjukilah kami jalan yang lurus- Q.S. Al-Fatihah (Pembuka) [1]: 6

Tafsirnya,

Tunjukilah dan bimbinglah kami, serta berikanlah taufik kepada kami menuju jalan yang lurus. Teguhkanlah kami di atas jalan lurus ini, yaitu Islam, hingga kami bertemu dengan-Mu. Sebab, Islamlah jalan yang jelas, yang akan mengantarkan hamba meuju keridhaan Allah dan menuju surga-Nya; di mana telah ditunjukkan oleh penutup para Nabi dan Rasul, Nabi Muhammad ﷺ. Maka, tidak ada jalan menuju kebahagiaan seorang hamba kecuali dengan beristiqamah di atasnya.- Q.S. Al-Fatihah (Pembuka) [1]: 6, Kitab At-Tafsir Al-Musyassar mushaf Al-Madinah (At-Tafsirul Muyassaru)

Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman,

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah.- Q.S. Al-Ahzab (Golongan yang Bersekutu) [33] : 21

Tafsirnya,

Wahai orang-orang beriman, kalian memiliki teladan yang baik untuk kalian ikuti dalam sabda-sabda Rasulullah ﷺ maka teguhlah di atas Sunnahnya karena Sunnahnya itu hanya akan dijalankan dan diikuti oleh siapa yang berharap kepada Allah dan Hari Akhir, serta banyak berdzikir, beristighfar, dan bersyukur kepada-Nya dalam setiap keadaan.- Q.S. Al-Ahzab (Golongan yang Bersekutu) [33] : 21, Kitab At-Tafsir Al-Musyassar mushaf Al-Madinah (At-Tafsirul Muyassaru)

Nabi ﷺ bersabda,

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“… Hendaklah kalian berpegang teguh dengan Sunnahku dan Sunnah para Khulafa’ur Rasyidin. …”- Shahih (Al-Albani) Sunan Abi Dawud no. 4607, Kitab As-Sunnah

Dari Anas bin Malik Radhiy-Allaahu-‘Anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda,

فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

Maka, barangsiapa yang membenci Sunnahku, ia bukan termasuk golonganku.- Shahih Bukhari no. 5063

Dari Abdullah bin Amru Radhiy-Allaahu-‘Anhuma, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: “Barangsiapa yang membenci Sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku.” – Hadits Shahih: Shahih Ibni Khuzaimah, nomor 198, bab At-Taghlizh fi Tarki Sunnatin Nabi Raghbatan ‘Anha.

Ibnu Khuzaimah mengatakan,

Orang yang meninggalkan Sunnah dapat disebut bermaksiat, jika ia meninggalkannya karena membencinya.” – lihat Libasur Rasul Wash Shahabah Wash Shahabiyat Ajma’in (Tata Busana Para Salaf), hlm. 37

merciful-servants-temanshalih
Entire Nations Were Wiped off The Planet Due To Their Sins | Suatu Kaum Dibinasakan Dari Muka Bumi Sebab Dosa-Dosa Mereka- MercifulServant, YouTube @TheMercifulServant

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

Affan bin Umar

Affan bin Umar

Pandu Aditya Affandi, S.Kom., M.H. Pengamat perlindungan konsumen startup Islam; Duta Pelajar Indonesia-Malaysia 2007; Lulusan S1 Sistem Informasi Universitas AMIKOM 2013; Manajer PT Jatra Buana Kreasindo 2015; Former Editorial Team Jurnal Hukum Internasional Tanjungpura Law Journal 2017; Analis Data Akademik Universitas Tanjungpura 2017; Lulusan S2 Hukum Bisnis Universitas Tanjungpura 2018; Jurnalistik Tempo Institute 2019.

Satu tanggapan untuk “Bahaya Membenci Sunnah: Apa Dampaknya Bagi Mukallaf?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *