HomeIntisari Cahaya IlmuArti KataApa yang dimaksud dengan Tabdi’?
tabdi

Apa yang dimaksud dengan Tabdi’?

Arti Kata Intisari Cahaya Ilmu 0 0 likes share

Tabdi’/ Vonis Ahli Bid’ah: Bagaimana semestinya para penuntut ilmu agama dari kalangan Agamis Awwam menyikapi amaliah bid’ah yang terjadi disekitarnya?

[1] Tidak tergesa-gesa memvonis ahli bid’ah (tabdi’) atas saudara muslimnya yang lain (anggota keluarga maupun ajnabi/ orang asing) yang kedapatan ibtida’/ berbuat amaliah bid’ah. Sebab diketahui adanya keterbatasan jangkauan kemampuan berpikir orang lain dalam menelaah nash-nash yang shahih, artinya seseorang itu belum dapat memahami dengan benar. Mafhumah di antara orang-orang muslim didapati kemampuan/ kekuatan berpikir yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya, atau bahkan belum sampai kepadanya nash-nash (ayat-ayat kitabullah dan hadits) dan pemahaman yang shahih/ benar.

[2] Hendaknya seorang muslim (penuntut ilmu agama) memfokuskan diri dalam menyelami ilmu agama dan mengamalkan ilmu tersebut atas dirinya dan anggota keluarga/ orang-orang yang berada di dalam tanggungannya sebagai objek dakwah, mencari faedah dan memberi faedah kepada mereka.

[3] Adapun seorang muslim (yang dirinya adalah pelajar/ penuntut ilmu/ thulabul ‘ilm) yang mudah menjatuhkan vonis “Ahli Bid’ah” atas saudara muslimnya yang lain/ yang awwam, bisa jadi telah terjangkit penyakit hati;

  • berupa perasaan ‘ujub terhadap ilmu pengetahuan agama yang dia kuasai dan amal shalih yang telah dia perbuat,
  • sombong dan
  • diiringi dengan sikap meremehkan kekurangan/ keterbatasan orang lain dalam memahami ajaran Islam yang murni,
  • seseorang itu tidak menempatkan diri sesuai dengan kapasitas yakni sebagai pelajar/ penuntut ilmu yang sejatinya tidak memiliki otoritas dan wewenang dalam menetapkan hukum yang memiliki sifat khusus/ objektif/ perorangan.

[4] Kaidah/ asas suatu amaliah dihukumi bid’ah telah ditetapkan, cukup bagi seorang muslim (penuntut ilmu) untuk menapaki manhaj/ sifat dan cara beragama yang benar atas diri sendiri dan anggota keluarga sebagai prioritas objek dakwah.

KETAHUI LEBIH LANJUT: Apa yang dimaksud dengan “Mukallaf”?

[5] “Andaikata kita melihat kepada sikap para Salaf رحمه الله, tentu didapati mereka banyak menjatuhkan takfir pada beberapa perbuatan, bid’ah-bid’ah, perkataan-perkataan, … Akan tetapi, tatkala mengaplikasikan pada tempatnya dengan mengkafirkan orang tertentu, mereka melakukan seleksi ketat dalam penerapannya, karena orang yang terjerumus kedalamnya mungkin saja jahil … atau baru masuk islam (muallaf) …” – Dinukil dari Dr. ‘Abdullah bin ‘Abdul ‘Aziz al-Jibrin. Vonis Kafir Dalam Timbangan Islam (Dhowaabithu Takfiiril Mu’ayyan). hlm. 81

Mutiara Hikmah:

Kalaulah sinar matahari panas yang dengannya makhluk hidup memperoleh banyak manfaat, maka seorang muslim dengan kekuatan pikiran/ akal sehat dan lisan semestinya menyejukkan hati orang-orang yang berada di dekatnya, mengenalkan mereka kepada jalan yang benar sebagaimana dilalui oleh para Shahabat رضي الله عنهم/ Salafuna Shalih dalam hidup dan beragama sesuai perintah Allāh عَزَّ وَجَلَّ dan Rasul-Nya ‎صلى الله عليه وسلم.

Hasilnya, apakah dia kembali kepada sunnah? Serahkan urusannya antara dia dengan Allāh عَزَّ وَجَلَّ.

‎مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkannya (diberi kepahaman) dalam urusan agama. …” ~Shahih Muslim no. 1037 (كتاب الزكاة)

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

 

548 total views, 3 views today