Apa arti kata: ‘Ilm, Yaqin, Zhann, Syakk, Wahm, Jahl Basith & Murakkab?

Apa yang dimaksud dengan ‘Ilm (Ilmu), Yaqin, Zhann, Syakk, Wahm, Jahl Basith dan Jahl Murakkab?

1. ‘Ilm

الْعِلْمُ إِذَرَاكُ الشَّيْءِ عَلَى مَا هُوَ عَلَيْهِ إِدْرَاكًا جَازِمًا

(الْعِلْمُ); Ilmu adalah mengetahui sesuatu sebagaimana hakikat sebenarnya dengan pengetahuan yang pasti.

Contoh: pengetahuan bahwa keseluruhan itu lebih besar daripada sebagian, niat itu syarat dalam ibadah, dan seterusnya.

Ilmu itu sendiri dibagi menjadi dua bagian:

Pertama, Ilmu Dharuri, yaitu pengetahuan tentang sesuatu secara pasti tanpa memerlukan penelitian dan pembuktian.

Contoh: ilmu bahwa keseluruhan itu lebih besar daripada sebagian, api itu panas, dan Muhammad صلى الله عليه وسلم adalah utusan Allah عزَ وجل.

Kedua,  Ilmu Nazhari, yaitu pengetahuan yang membutuhkan penelitian dan pendalilan.

Contoh: ilmu tentang wajibnya niat dalam shalat.

2. Yaqin

(اليَقِيْنُ); secara bahasa adalah kemantapan hati atas sesuatu. Berasal dari terminologi Arab (يَقَنَ الْمَاءُ فِي الْحَوْضِ); yang artinya air itu tenang di kolam. Atau dapat juga dikatakan sebagai keyakinan hati yang berdasar kepada dalil.

3. Zhann

(الظَنُّ); persangkaan kuat/ dugaan kuat; jika condong kepada yang rajih/ kuat.

Contoh: apabila seseorang sedikit meragukan sesuatu apakah halal atau haram, namun persangkaan yang kuat dalam hatinya berdasar dalil yang dia ketahui bahwa hal itu haram, maka persangkaan kuat inilah yang dinamakan dengan Zhann/ (الظَنُّ).

4. Syakk

(الشَكُّ); keraguan tanpa dapat memilih dan tidak sanggup menguatkan salah satu di antara keduanya; kemungkinannya sama antara yang rajih/ kuat dengan yang marjuh/ lemah.

Syakk/ (الشَكُّ) secara bahasa artinya adalah keraguan. Maksudnya adalah apabila terjadi sebuah kebimbangan antara dual hal yang mana seseorang itu tidak dapat memilih dan menguatkan salah satunya. Namun apabila masih dapat menguatkan salah satunya maka hal itu tidak dinamakan dengan Syakk/ (الشَكُّ).

5. Wahm

(الوَهْمُ); persangkaan lemah/ dugaan lemah/ keliru; jika condong kepada yang marjuh/ lemah. Atau dalam kalimat lain dapat dikatakan bahwa, Wahm yakni mengetahui sesuatu yang berlawanan dengan yang rajih/ kuat.

Contoh: pada contoh kasus nomor 3, maka kemungkinan yang lemah, yaitu halalnya perbuatan tersebut, itulah yang dinamakan dengan Wahm/ (الوَهْمُ).

6. Jahl

(الجَهْل); adalah kebodohan.

Jahl terbagi kedalam dua macam:

Pertama, Jahl Basith/ (الجَهْلُ الْبَسِيْطُ), sama sekali tidak mengetahui. Dapat juga disebut sebagai kebodohan yang ringan yakni seseorang itu tidak mengetahui namun dia menyadari bahwa dirinya tidak mengetahui.

Contoh: jika seseorang ditanya, “Kapan terjadinya perang Badar?” lalu dia menjawab, “Saya tidak tahu.”

Kedua, Jahl Murakkab/ (الجَهْلُ الْمُرَكَّبُ), kebodohan yang berat yakni seseorang itu tidak mengetahui namun dia mengaku mengetahui.

Contoh Jahl Murakkab: jika seseorang ditanya, “Kapan terjadinya perang Badar?” lalu dia menjawab, “Pada tahun ke-tiga Hijriah (padahal yang benar tahun ke-dua Hijriah).”

Secara komprehensif diangkat dalam artikel: Jahiliyah: Arti dan Pembagiannya.

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin.1429 H/ 2008 M. Ushul Fiqih. Jogjakarta: Media Hidayah. – Buku terjemah dari judul asli: Al-Ushul Min ‘Ilmi-Ushul.
  • Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf. 1435 H/ 2003 M. Kaidah-Kaidah Praktis Memahamai Fiqih Islam. Gresik: Pustaka Al-Furqon.
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

teman shalih

teman shalih

Media online pendidikan aqidah sunnah dan manhaj salaf. Terbit sejak Juni 2016. Semula berkembang di Pontianak, Kaliamantan Barat. Kini telah berpindah home-base ke Bogor, Jawa Barat. Mengedepankan adab-adab dan kaidah ilmiah dalam membuat konten: Hadits Pendek, Arti Kata, Fatwa Ulama, Murojaah Online, Doa Shahih, Syair Arab, Informasi Akademik & Beasiswa, Kaidah Fiqih.

Satu tanggapan untuk “Apa arti kata: ‘Ilm, Yaqin, Zhann, Syakk, Wahm, Jahl Basith & Murakkab?

Komentar ditutup.