HomeIntisari Cahaya IlmuArti KataApa yang dimaksud “Black Friday”?

Apa yang dimaksud “Black Friday”?

Arti Kata Kabar Negeri Jauh 0 0 likes share

Black Friday (Demam Belanja Jum’at Hitam?!)

Terjemah bebas: Black friday adalah suatu fenomena “demam belanja” yang terjadi disetiap akhir tahun sistem penanggalan Masehi menjelang Natal, atau dikenal juga dengan demam belanja musim Natal di mana retailer memberikan potongan harga yang banyak/ diskon besar atas setiap produk yang dijual. Istilah ini mulai dikenal di Amerika Serikat sejak tahun 1950-an.

Para pelaku usaha menggunakan terminologi Black Friday untuk menggambarkan kesuksesan mereka dalam penjualan barang dagang. Sebab para akuntan menggunakan warna black (hitam) untuk menandakan profit/ keuntungan dalam buku catatan jual-beli barang. Sementara warna red (merah) menandakan kerugian.

Dampak Buruk

Ekses negatif yang ditimbulkan dari demam belanja Black Friday adalah kemacetan yang merata hampir di seluruh jalan-jalan utama hingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas di pusat kota dan tindakan vandalisme/ kekerasan sehingga aparat keamanan Amerika Serikat menggunakan kekuatan senjata api untuk menetralkan keadaan.

Hingga Meregang Nyawa

Pada tahun 2008 M seorang lelaki pramuniaga Walmart New York tewas disebabkan terjatuh dan terinjak-injak oleh masa pengunjung toko yang sangat padat, tercatat sejumlah 2000-an orang memadati toko dalam waktu yang bersamaan yang juga menyebabkan sebelas pengunjung lainnya terluka, termasuk wanita hamil. Wal Iyadzubillah; semoga kita terhindar dari sikap semacam ini.

Sikap Seorang Muslim adalah Bara’ah

Maka hendaklah seorang muslim menyelisihi (bara’ah) sifat dan cara hidupnya kaum kuffar, sebagaimana telah datang perintahnya.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertaqwa.” – Q.S. Al-An’am (Binatang Ternak) [6]: 153.

Tidak Tasyabbuh

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ“‏.‏

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” – HaditsHasan Shahih (al-Albani): Sunan Abi Dawud, kitab al-Libas, nomor 4031. Bulugh al-Maram, nomor 1514.

Berhak Dita’zir

Seorang yang mengindahkan tasyabbuh (meniru sifat dan cara hidupnya kaum kafir) berhak atasnya dita’zir dengan peringatan hingga cambukan.

Dalam kitabnya, At-Ta’liq ‘ala as-Siyasah asy-Syar’iyah fi Ishlah ar-Ra’i war-Ra’iyah li Syaikhul Islam Ibn Taymiyyah, Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin bertutur bahwa,

Tasyabbuh dengan orang kafir merupakan kejahiliyahan. Walhasil, jika seseorang menyeru kepada tasyabbuh dengan orang-orang kafir, maka dia dita’zir. …”

Sumber:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

291 total views, 6 views today