Adab Copy Paste, Mengambil Ilmu dan Menyebarkannya

Membuat konten asli berupa artikel atau tulisan ilmiah, fawaid (kumpulan faedah), mukhtasar (kumpulan intisari), blog, dan seterusnya butuh pengorbanan waktu, dalam istilah asing disebut “time consuming process“. Terlebih apabila merujuk kepada buku-buku ilmiah, maka dibutuhkan juga kematangan berpikir untuk menarik intisari dan faedah ilmiah yang terkandung di dalamnya.

Membuat konten asli (original content) jauh berbeda dengan metode yang umumnya dipakai oleh sebagian jurnalis medaia online yakni scrapping material dari berbagai website, metode tersebut erat kaitannya dengan copy-paste.

Apabila anda menemukan konten asli yang dimuat dalam media online, kemudian mengutip dalam tulisan anda, hendaklah membuat URL aktif sebagai tanda kutipan.

Gunakanlah panduan daftar isi Adab Copy-Paste untuk memudahkan anda menemukan konten sesuai dengan kebutuhan.

1. Salahkah Copy-Paste?

Apakah kami termasuk orang-orang yang berbuat munkar sebab gemar “copy paste” dan “share” ihwal suatu berita yang kebenarannya atau ke-shahih-annya kami sendiri tidak mengetahuinya? Hal ini disebabkan hati kami yang terbawa emosi atas suatu polemik ummat yang akhir ini terjadi di negeri kami.

2. Adab Copy-Paste

Rasulullah ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,

‎مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ‏

Barang siapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan Mendapatkan Pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.- Shahih Muslim no. 1893 (كتاب الإمارة)

Syaikhul Islam ibn Taymiyyah رحمه الله menuturkan hal ini di dalam kitabnya, Al-Iman, “Orang yang menolong suatu perbuatan karena kehendak yang kuat, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya…“. Kemudian ia menukil hadits di atas. [lihat hlm. 216-217].

Baca juga: Kumpulan Hadits Pendek yang Mudah Dihapal

2.1 Ilmu Bergulir Melalui 3 (tiga) Cara

  1. Contoh perbuatan;
  2. Ucapan/ lisan;
  3. dan tulisan.

Menunjukkan atau menyebarkan ilmu melalui media tulis; menyusun buku, kitab, artikel dan seterusnya adalah dibenarkan.

Dan di antara adab menulis adalah apabila menukil atau mengutip maka mencantumkan sumber nukilan sebagai tanggung jawab ilmiah dan agar dirinya terlepas dari beban apabila di dalamnya terdapat kesalahan, termasuk apabila mengutip dari website Islam. Mafhum menukil tanpa menyertakan sumbernya adalah sikap jahl.

adab copy paste
Komentar author TemanShalih.Com tentang keberadaan jurnalis media online yang miskin adab ilmiah.

Copy paste di media online sepatutnya menyertakan sumber rujukan dengan URL aktif, bukan plain text. Contoh URL aktif:

Sumber: https://temanshalih.com/pengertian-hadits/

Ketahuilah perbedaan antara ilmu, pengetahuan dan wawasan/ kabar. Ilmu bersumber dari wahyu yang dalam pengertian khusus dikenal dengan istilah Ilmu Agama (Ilmu Ad-Din), atau segala sesuatu yang datang dari Allāh تبارك وتعال dan Rasul-Nya ‎صلىالله عليه وسلم yang terdapat di dalam Kitabullah dan As-Sunnah Ash-Shahihah, baik berupa hal yang dapat dibuktikan kebenarannya secara materi/ akal ataupun tidak.

Sangat perlu dipahami bahwa yang paling berhak menjelaskan agama ini adalah Rasulullah ‎صلى الله عليه وسلم yang diutus kepada seluruh manusia dan jin. Rasul ‎صلى الله عليه وسلم menjelaskan kepada para Shahabatnya (رضي الله عنهم) kemudian para shahabat memahami dan mengamalkan, maka kewajiban bagi seorang muslim dalam ilmu ini adalah berusaha memahami agama dengan manhaj (sifat dan cara atau metode) Rasul dan para Shahabatnya, yang telah mendapatkan keridhaan dari Allāh تبارك وتعال.

Penjelasan mengenai ilmu (‘ilm) dapat anda kaji lebih lanjut dalam artikel “Apa arti kata: ‘Ilm, Yaqin, Zhann, Syakk, Wahm, Jahl Basith & Murakkab?

Sementara pengetahuan (sains) berasal dari asumsi penelitian yang dilakukan oleh bani Adam (manusia).

2.2 Tiga Jenis Ilmu Ditinjau dari Kemanfaatan

Berikut ini adalah tiga jenis ilmu apabila ditinjau dari kemanfaatan dunia dan keselamatan akhirat yakni:

  1. Bermanfaat dan menyelamatkan (semua ilmu yang berlandaskan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah),
  2. Bermanfaat namun tidak menyelamatkan (sains dan ilmu pengetahuan), dan
  3. Ilmu yang tidak bermanfaat (termasuk di dalamnya ilmu sihir, filsafat, ilmu kalam dan sejenisnya).

Bahwa ilmu, bukan hanya:

  1. Ilmu bil muhtawa (apa yang disampaikan); tetapi juga
  2. Bi thariqah (cara menyampaikan); dan
  3. Bi halil mad’u (ilmu tentang keadaan kepada siapa ilmu akan disampaikan).

3. Kedudukan Berita Selain Ilmu dan Sains

Seorang muslim perlu bersikap wara’ (berhati-hati) dalam menukil atau mengutip berita, sehingga ia tidak menyebarkan sesuatu yang membawa mafsadah (kerusakan). Perlu juga diikuti dengan tabayyun (cross-check) berita. Dan tidak terburu-buru (tatsabbut) dalam menyebarkannya.

Sesungguhnya menghindari diri dari polemik ummat adalah adab yang harus dipenuhi oleh seorang thulabul ‘ilm (penuntut ilmu), karena mengurusi polemik ummat adalah tugas para ‘Alim (Ulama).

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

  1. Shahih Muslim kitab Al-Imarah.
  2. Syaikhul Islam ibn Taymiyyah rahimahullah. 1409 H. Kitabul Iman. Beirut: Dar Ihya’ Al-Ilmu. (1433 H. Al-Iman. Bekasi: Darul Falah).
  3. Ali Ahmad bin Umar. 1438 H (2016). 11 Renungan Sains. Gresik: Pustaka Al-Furqon.
  4. Suhuf Subhan, M.Pd.i. 1435 H (2014 M). Menebar Dakwah Menuai Hidayah. Bekasi: Rumah Ilmu.
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

Affan bin Umar

Affan bin Umar

Pandu Aditya Affandi, S.Kom., M.H. Pengamat perlindungan konsumen startup Islam; Duta Pelajar Indonesia-Malaysia 2007; Lulusan S1 Sistem Informasi Universitas AMIKOM 2013; Manajer PT Jatra Buana Kreasindo 2015; Former Editorial Team Jurnal Hukum Internasional Tanjungpura Law Journal 2017; Analis Data Akademik Universitas Tanjungpura 2017; Lulusan S2 Hukum Bisnis Universitas Tanjungpura 2018; Jurnalistik Tempo Institute 2019.