Senin, Oktober 18, 2021

Adab Berbusana

Hikmah Berpenampilan Baik

Dengan berpenampilan baik itu berarti seseorang tengah dalam usaha menjaga kehormatannya sebagai seorang Muslim, mahfumah bahwa busana merepresentasikan sebuah kemuliaan apabila diikuti dengan sifat dan cara yang berkesesuaian dengan kaidah-kadiah syara’.

(Bagian 1)

Sehingga berbusana tidak hanya sekedar menjadi gaya tanpa arti, bahkan berbusana dapat menjadi sarana mendapatkan pahala amal shalih dengan meniatkan ittiba’-ur-Rasul (Mengikuti contoh Rasulullah ﷺ). Maka keutamaan bagi seseorang yang mendapati dirinya cenderung kepada kebaikan untuk bersyukur kepada Allah ‘Azza Wa Jalla (Mahamulia & Mahaagung).

Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman,

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” ~ Q.S. Al-Ahzab (Golongan Yang Bersekutu) [33]: 21.

[perfect_quotes id=”446″]

Terlebih tatkala ia berada di luar rumah, yang ia berjumpa dengan orang-orang asing dan juga sebagian yang ia kenal, maka sudah semestinya seseorang itu memberikan kesan positif sehingga orang yang memandangnya dapat memperoleh faedah dalam standar berbusana yang baik sesuai asas-asas di dalam Agama.

Jenis Baju dan Warna

Nabi ﷺ biasa mengenakan gamis sebagai pakaian yang paling Beliau sukai, lengan gamis tersebut panjangnya hingga batas pergelangan tangan dalam riwayat lain juga disebutkan berlengan pendek. Dan haram hukumnya bagi seorang laki-laki mengenakan busana yang berbahan kain sutra (mitsarah). Ketidaksukaan Rasulullah ﷺ terhadap pakaian merah polos (Al-Mayatsir Al-Hamr/merah murni tanpa campuran warna lain) sangat besar sekali artinya dilarang keras dipakai. Sementara itu Beliau ﷺ pernah mengenakan pakaian berwarna hitam. Kebanyakan pakaian yang dikenakan oleh Nabi ﷺ dan para Shahabat Radhiy-Allaahu-Ta’aala-‘Anhum adalah pakaian yang terbuat dari kapas (katun/cotton).

Busana Favorit

Busana yang paling disukai oleh Rasulullah ﷺ adalah baju gamis dan hibarah (yakni sejenis mantel yang padanya terdapat warna kemerah-merahan). Sedangkan warna favorit Beliau adalah warna putih.

Rasulullah ﷺ bersabda,

الْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمُ الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ وَإِنَّ خَيْرَ أَكْحَالِكُمُ الإِثْمِدُ يَجْلُو الْبَصَرَ وَيُنْبِتُ الشَّعْرَ

“Ia adalah sebaik-baik pakaian kamu. Pakailah ia dan kafani dengannya orang-orang meninggal di antara kamu.” ~Hadits Shahih (Al-Albani): Riwayat Abu Dawud kitab Ath-Thib nomor 3878.

Beliau ﷺ pernah mengenakan kain yang berasal dari tenunan Yaman, mengenakan pakaian berwarna hijau, memakai jubah, baju luar, kemeja, juga mengenakan celana/sirwal, kain sarung, selendang, khuff/sejenis sepatu bot dan sandal yang diberi nama At-Tasumah. Sesekali Beliau ﷺ  menjulurkan ujung surban Beliau, dan sesekali Beliau tidak melakukannya. Beliau ﷺ  juga biasa melilitkan surban Beliau di bawah dagu, surban Beliau bernama As-Sahab. Beliau ﷺ biasa memakainya  dan melapisinya dengan kopiah. Terkadang pula Beliau ﷺ memakai kopiah tanpa surban dan sebaliknya.

Apabila mengenakan baju, maka Beliau ﷺ  memulainya dari bagian kanan. Sementara itu apabila Beliau mengenakan pakaian baru, Beliau ﷺ  terlebih dahulu menamainya dan berdo’a.

Do’a-do’a berkaitan dengan Berpakaian

[1] Do’a mengenakan pakaian:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا الطَّعَامَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلاَ قُوَّةٍ

“Segala puji bagi Allah yang memberikan pakaian ini bagiku sebagai rezeki dari-Nya, tanpa ada daya dan kekuatan dariku.” ~Hadits Hasan: Riwayat Abu Dawud dalam kitab Al-Libas nomor 4023.

[2] Do’a mengenakan pakaian baru:

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

“Ya Allah, milik-Mu semata segala pujian, engkaulah yang memberi pakaian ini bagiku. Aku memohon kepadamu untuk memperoleh kebaikannya, dan juga kebaikan dari tujuan dibuatnya pakaian ini. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, dan juga dari  keburukan tujuan dibuatnya pakaian ini.” ~Hadits Shahih: Riwayat Abu Dawud dalam kitab Al-Libas no. 4020

Sikap dalam Berbusana

Dalam hal ini, sikap yang tepat adalah mengikuti jalan utama yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ yaitu Sunnah yang telah diperintahkan, disukai, dan dibiasakan oleh Beliau ﷺ. Tuntunan Beliau dalam hal pakaian adalah mengenakan apapun yang mudah didapat; terkadang mengenakan wol, terkadang mengenakan kain katun, dan terkadang mengenakan pakaian dari rami.

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

[1] Kitab Suci Al-Qur’an

[2] Kitab At-Tafsir Al-Muyassar mushaf Al-Madinah An-Nabawiah

[3] Imam Ibn Qayyim Al-Jauziyah. 1430 H. Zaad Al-Ma’ad Fi-Hadyi Khayril ‘Ibad. Bogor: Griya Ilmu.

[4] Abu Thalhah bin Abdus Sattar. 1429 H. Libasur Rasul wash-Shahabah wash-Shahabiyyat Ajma’in (Tata Busana Para Salaf). Solo: Zamzam Mata Air Ilmu.

[5] Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafidzhahullaah. 1436 H. Do’a & Wirid Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah. Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

Sumber: Maraaji' (Senarai Pustaka).
Alhamdulillah. Anda telah selesai mengkaji sebuah konten ilmiah. Bacalah doa berikut ini:
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang.

teman shalihhttps://temanshalih.com
Media online informasi akademik muslim dan edukasi kontra terorisme. Terbit sejak Ramadhan 1437 H/Juni 2016 M. Mengedepankan adab-adab dan kaidah ilmiah dalam membuat konten ilmiah. Jazakumullah Khairan.
KONTEN TERKAIT
- Advertisment -