5 Jenis Aktivitas Berdasar Skala Prioritas

Agar seorang mukallaf  berhasil dalam program membangun mental tangguh dan sukses menghindari penghambat hidup, maka dirinya perlu juga untuk mengetahui jenis-jenis aktivitas berdasar skala prioritas.

Hal ini sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan seseorang dalam mencapai tujuannya. Adapun 5 jenis aktivitas berdasar skala prioritas adalah sebagai berikut:

  • Pertama, pekerjaan yang penting dan mendesak. Yakni tugas penting yang harus dilakukan dengan segera atau dimasa mendatang karena melihat akibat buruk dan fatal yang akan timbul dari penundaan waktu pelaksanaannya;
  • Kedua, penting akan tetapi tidak tergesa-gesa. Yakni pekerjaan atau kegiatan yang masuk dalam skala prioritas akan tetapi tidak terlalu mendesak untuk segera dilaksanakan;
  • Ketiga, segera akan tetapi kurang penting. Yakni pekerjaan yang perlu dapat perhatian segera walau pun tidak termasuk dalam prioritas penting;
  • Keempat, pekerjaan yang bersifat pelengkap. Yakni pekerjaan dan kegiatan yang tidak penting untuk dilakukan sekalipun pekerjaan itu ada;
  • Kelima, Waktu yang terbuang. Yakni pekerjaan atau kegiatan yang apabila dilakukan, maka hal itu akan menimbulkan penyesalan waktu, dan pekerjaan atau kegiatan yang tidak menghasilkan sesuatu yang positif.

Oleh sebab itu hendaklah saudara membuat program kerja harian beserta jadwal pelaksanaannya. Hal tersebut dimulai dari pekerjaan yang paling penting. Sementara itu perlu juga untuk menetapkan batasan waktu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Hendaknya membangun sikap syaja’ah dalam mengambil keputusan setelah mempertimbangkan akibatnya dengan matang, mana yang hendak dikerjakan terlebih dahulu berdasar skala prioritas di atas. Hal ini juga perlu didukung dengan kemauan yang kuat, sebab tiada berarti tatkala tujuan telah ditetapkan akan tetapi seseorang itu berhenti dan tidak mengambil keputusan-keputusannya.

Dan berdo’a kepada Allah ‘Azza Wa Jalla, sebab manusia hanya dapat mengusahakan asbab terbaik saja, sementara hasilnya kita serahkan kepada ketetapan Allah ‘Azza Wa Jalla (sikap tawakkal) dan menerima Qadarullah.

رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Terjemah: “Ya Rabb kami, hanya kepada Engkau kami bertawakkal dan hanya kepada Engkau kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.” – Q.S. Al-Mumtahannah (Wanita yang Diuji) [60]: 4.

اَللّٰهُمَّ قَنِّعْنِيْ بِمَا رَزَقْتَنِيْ، وَبَارِكْلِيْ فِيْهِ، وَاحْلُفْ عَلَى كُلِّ غَائِبَةٍلِيْ بِخَيْرٍ

Terjemah: “Ya Allah, jadikanlah aku merasa qana’ah (merasa cukup, puas, rela) terhadap apa-apa yang telah Engkau rezekikan kepadaku, dan berikan keberkahan kepadaku di dalamnya serta gantikanlah bagiku semua yang hilang dariku dengan yang lebih baik.” – Hadits Riwayat Al-Hakim (I/ 510) dan dishahihkannya, serta disepakati oleh adz-Dzahabi, dari Abdullah bin Abbas. Dilemahkan oleh Syaikh  al-Albani dalam Silsilah Ahadits adh-Dha’ifah nomor 6042.

Qana’ah yakni menerima dan ridha serta merasa puas atas rezeki yang dikaruniakan Allah ‘Azza Wa Jalla.

Maraaji’:

  1. Kitab suci Al-Qur’an;
  2. Abdurrahman bin Muhammad ar-Rayyis, Menjadi Pemimpin & Manager Sukses Dalam Sorotan Kajian Keislaman, (Jakarta: Darul Haq, 1437 H/ 2016 M), hal. 13;
  3. Husain Muhammad Syamir, 31 Sebab Lemahnya Iman, (Jakarta: Darul Haq, 1434 H/ 2013 M), hal. 152-153;
  4. Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Do’a & Wirid Mengobat Guna-Guna dan Sihir Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, (Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 1436 H/ 2015 M), hal. 142.
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

Affan bin Umar

Affan bin Umar

Pandu Aditya Affandi, S.Kom., M.H. Pengamat perlindungan konsumen startup Islam; Duta Pelajar Indonesia-Malaysia 2007; Lulusan S1 Sistem Informasi Universitas AMIKOM 2013; Manajer PT Jatra Buana Kreasindo 2015; Former Editorial Team Jurnal Hukum Internasional Tanjungpura Law Journal 2017; Analis Data Akademik Universitas Tanjungpura 2017; Lulusan S2 Hukum Bisnis Universitas Tanjungpura 2018; Jurnalistik Tempo Institute 2019.