HomeIntisari Cahaya IlmuBab NikahUngkapan Cinta Tanpa Keraguan
ungkapan cinta, keluarga bahagia,

Ungkapan Cinta Tanpa Keraguan

Bab Nikah Intisari Cahaya Ilmu 0 share

Mafhum bahwa buah lisan adalah cerminan hati, yang idealnya tidak berkata kecuali berkesesuaian dengan kondisi/isi hati. Yang perkataan di dalam hati seseorang itu merupakan sumber segala perkataan pada lisannya. Namun apabila seseorang mengucapkan sesuatu yang perkataan itu tidak ada di dalam hatinya, itu berarti dirinya telah berdusta. Maka hendaklah seorang muslim itu menyampaikan isi hatinya terhadap teman hidupnya dengan perasaan yang tulus.

Di antara dalilnya adalah hadits berikut,

‎إِذَا أَحَبَّ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُعْلِمْهُ إِيَّاهُ

“Idza Ahabba Ahadukum Akhohu Fal-yu’lim-hu Iyyahu”;

“Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah dia memberi tau bahwa dia mencintainya.” ~Hadits Hasan (al-Albani): Riwayat Imam At-Tirmidzi no. 2392 (كتاب الزهد عن رسول الله صلى الله عليه وسلم)

 

إِذَا أَحَبَّ أَحَدُكُمْ صَاحِبَهُ فَلْيَأْتِهِ فِيْ مَنْزِلِهِ فَلْيَخْبِرْهُ أَنَّهُ يُحِبُّهُ لِلَّهِ

Jika salah seorang dari kalian mencintai sahabatnya, hendaklah ia mendatangi sahabatnya tersebut di rumahnya dan mengabarkan kepadanya bahwa dia mencintainya karena Allah.” ~Hadits riwayat Imam Ahmad di dalam Musnad-nya no. 21294

Dalam konteks hubungan antara suami dan istri, apabila seorang suami atau istri terbiasa mengungkapkan perasaan cinta di antara mereka, maka hal tersebut dapat mempererat hubungan kasih sayang keduanya.

KETAHUI LEBIH LANJUT: Apa makanan Favorit Rasulullah ﷺ?

Sebagaimana Rasulullah ﷺ juga biasa dan tanpa ragu mengungkapkan perasaan cinta kepada anggota keluarga dan para Shahabatnya رضي الله عنهم.

Rasulullah ﷺ ditanya oleh Amru bin al-‘Ash رضي الله عنه‎‎,

أَيُّ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ عَائِشَةُ.  فَقُلْتُ مِنَ الرِّجَالِ؟ فَقَالَ أَبُوُهَا. قُلْتُ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ عُمَرُ بْنِ الْخَطَّابِ. فَعَدَّ رِجَالًا

Siapakah yang paling engkau cintai?” Beliau berkata, “‘Aisyah” Kemudian aku berkata, “Dari kalangan lelaki?”, beliau berkata, “Ayahnya (Abu Bakr Ash-Shiddiq Radhiy-Allaahu-‘Anhu)”, kemudian aku berkata, “Kemudian siapa?” Ia berkata, “‘Umar bin Al-Khaththab”, kemudian beliau menyebut beberapa orang.” ~Hadits Muttafaq ‘Alaih: Diriwayatkan Imam Al-Bukhari no. 3462 & Imam Muslim no. 2384

#TemanShalih #HijrahYangShahih #teman #sahabat

Sebuah kiriman dibagikan oleh temanshalih.com (@teman_shalih) pada

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.


من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه


Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.- Shahih Muslim no. 1893

Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

 

992 total views, 10 views today