HomeCahaya IlmuBerkerudung atau Tidak? Rambut Masih Bisa Tumbuh dan Penyakit Dapat Diobati, Bi-Idznillah
berkerudung atau tidak hanifan engrano

Berkerudung atau Tidak? Rambut Masih Bisa Tumbuh dan Penyakit Dapat Diobati, Bi-Idznillah

Cahaya Ilmu 0 share

Soal & Tanya:

Didapati seorang perempuan berkerudung yang tengah jatuh sakit, bagian kulit kepalanya terserang jamur yang menyebabkan timbulnya rasa sakit yang kuat. Penyakit dimaksud membuat dirinya kesulitan untuk berkerudung. Berdasar pengakuannya, dengan berkerudung kulit kepala menjadi lembab (kelembaban yang berlebihan ini dapat menyebabkan jamur di kulit kepala berkembang semakin menjadi), sedangkan dirinya harus menjaga kondisi kulit kepala dalam keadaan yang normal. Pertanyaan; Apa dasar hukum berkerudung dan apa konsekuensinya apabila dirinya hanya sekedar membalut kepalanya dengan kain (semacam berselendang), apa solusinya?

Jawab:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Mafhum bahwa hukum menutup aurat adalah wajib bagi setiap mukallaf (seorang yang sudah baligh yang berakal sehat yang dibebani hukum syari’at).

Allah سبحانه و تعالى berfirman,

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ

Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), …- Q.S. An-Nur (Cahaya) [24]: 31., Kitab suci Al-Qur'an

Jangan sampai penyakit yang masih dapat diobati itu menjadi alasan untuk tidak menutup aurat. Jika pilihannya tidak dapat berkerudung dan tidak dapat pergi bekerja karena harus keluar dengan berkerudung. Maka sebaiknya ia mengambil cuti dengan dasar izin berobat dan untuk proses penyembuhan total. Sebab hukum menutup aurat bagi mukallaf adalah Fardhu ‘Ain, seperti wajibnya shalat yang lima waktu. Terkecuali keadaannya sebenar darurat dan tidak ada pilihan lain; saat dilakukan tindakan bedah/operasi, saat membersihkan luka, dan semisal.

Analoginya jika bokong seseorang terluka dan tidak bisa tersentuh kain, apakah seseorang itu akan bertanya, “Bolehkah kami tidak bercelana? Sebab sakit bisul yang didapati pada bokong kami baru saja pecah dan sulit bagi kami untuk bercelana?”  Sudah barang tentu tidak demikian, seseorang itu akan sebisa mungkin mengusahakan dirinya untuk tetap bercelana dan menjalani aktifitas kesehariannya.

Tidak pula berdalih, “Itu kan bokong, berbeda dengan kepala/rambut?!” Karena bisa jadi menurut seseorang seperti itu namun syari’at telah mengikatnya dengan ketentuan yang jelas yakni aurat adalah wajib dijaga/ditutupi.

Solusi:

Pergilah ke Dokter Spesialis yang terbaik di antara mereka, yang dimaksud terbaik yakni dokter yang juga memahami Kitabullah & As-Sunnah. Dan berkonsultasilah kepadanya.
Allah تبارك وتعال berfirman,

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

… Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.- Q.S. An-Nahl (Lebah) [16]: 43, Kitab suci Al-Qur'an

Ayat ini berlaku umum dalam segala persoalan Din (Agama), jika seseorang tidak memiliki ilmu mengenainya, hendaklah bertanya kepada ulama yang memiliki kematangan ilmu, yang mengetahui masalah itu.

Hendaklah selalu konsultasi dengan Dokter terkait hal-hal medisnya. Hikmah yang dapat diambil bawha dengan penyakit yang sedang dialami di atas agar membuat dirinya lebih banyak berhijab/menutup diri, misal berdiam di rumah, tidak sengaja keluar rumah tanpa udzur sama sekali.

Apabila diperlukan, potong rambut pendek dan minta agak ditipiskan untuk mempermudah sirkulasi udara. Tidak pula berkata, “Sayang rambut dipotong…” Ketahuilah bahwa rambut masih bisa tumbuh. Bagian yang sakit berjamur harus selalu diberi obat. dialas kain kasa/sesuatu yang bisa membuat kulit/rambut di kepala tidak ngekep (ketutup dan lembab) setelah dialas barulah dilapis kerudung. Pakai kerudung tanpa dalaman (karena dalaman jilbab/kerudung ini berfungsi agar rambut tidak keluar-keluar), dan sering-sering di angin-angin-kan, penting sekali.

اَللّٰهُ أَعْلَم

Ta’lif (Penyusun): Abu ‘Aisyah (Hanifan Engrano).

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

  1. Kitab Suci Al-Qur’an.
  2. Tim Ulama Mushaf Syarif Mujamak Malik Fahd. At-Tafsirul Muyassaru. 1437 H. Terjemah Kitab At-Tafsir Al-Muyassar mushaf Al-Madinah An-Nabawiah. Solo: Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima.
  3. Artikel ilmiah: Kewajiban Menutup Aurat dan Batasannya.

Muraja’ah: Ustadz Abu Abdillah Amir (Alumni Darul Hadits Ma’rib Yaman | Dewan Penasehat Radio Rodja Pontianak | Pembimbing temanshalih.com).

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.


Rasulullah ﷺ bersabda,


من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه


Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.- Shahih Muslim no. 1893


Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

1,252 total views, 19 views today