HomeIntisari Cahaya IlmuBuku IlmiahPenyebab Lemah Iman: Lalai Dalam Ibadah
Kuat Ibadah Kuat Iman

Penyebab Lemah Iman: Lalai Dalam Ibadah

Buku Ilmiah Intisari Cahaya Ilmu 0 0 likes share

Penyebab ke-6; Lalai Dalam Melaksanakan Ibadah Sehari-Hari.

Ketika Abu Bakr رضي الله عنه telah mendekat pada kematiannya, ia berwasiat kepada Khalifah yang menggantikannya yaitu ‘Umar ibn Al-Khaththab رضي الله عنه, seraya berkata kepadanya,

“Ketahuilah bahwa Allah عزَ وجل di siang hari memiliki hak yang tidak diterima pada malam hari, dan ketahuilah bahwa Allah عزَ وجل pada malam hari memiliki hak yang tidak diterima pada siang hari, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya perbuatan yang sunnah tidak bisa diterima kecuali setelah yang wajib dikerjakan.”

Dalam wasiat tersebut Abu Bakr رضى الله عنه menjelaskan suatu metodologi untuk memupuk keimanan, karena keimanan membutuhkan pupuk dan pupuknya adalah ibadah sehari-hari, seperti shalat lima waktu yang dilaksanakan secara berjama’ah di masjid dengan khusyu’ dan tenang, melaksanakan shalat sunnah rawatib/ shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat wajib, membaca Al-Qur’an setiap hari dan membaca dzikir pada pagi dan petang. Jika seseorang mengabaikan semua ini, maka hal itu dapat melemahkan iman dan sikap istiqamahnya, besarnya usaha seseorang untuk beribadah, maka sebesar itu pula imannya bertambah dan sebesar itu pula kekuatan hubungannya dengan Allah menguat.

Rintangan paling besar akan dihadapi seseorang yang bersikap istiqamah adalah kelemahan dan kemalasan/ ‘ajz dalam beribadah, di saat shalat, kekhusyu’an tidak dimilikinya dan sedikit sekali orang yang memperhatikannya, shalat-shalat sunnah rawatib ditinggalkan, Al-Qur’an dijauhi dan shalat witir di malam hari diabaikan, maka bagaimana mungkin kekuatan hati dan keistiqamahan dapat dia miliki? Tidak diragukan lagi, hal itu disebabkan karena ke-jahl-an-nya kepada urgensi ibadah.

Maka orang yang berusaha untuk istiqamah hendaknya memiliki kemauan keras untuk melakukan berbagai ibadah, bersaing dengan orang-orang lain/ berlomba dalam kebaikan/ fastabiqul-khayrat, merasa tidak pernah puas dengan yang biasa. Maka berpaculah, jika seseorang itu benar-benar mempunyai kemauan tinggi.

Dinukil Dari:

Husain Muhammad Syamir. 1434 H/ 2013 M. 31 Sebab Lemahnya Iman. Jakarta: Darul Haq. Buku terjemah dari judul asli: Al-Ilmam fi Asbab Dha’f al-Iman.

642 total views, 3 views today