HomeCahaya IlmuNasihat: Menghindari Jiwa Yang Keras

Nasihat: Menghindari Jiwa Yang Keras

Cahaya Ilmu Nasihat 0 share

Dunia ini masih kosong dan menanti orang-orang Muslim yang bertaubat, serius dalam beramal shalih dan memperjuangkan agama.

Bukan orang-orang zindiq yang sibuk dengan analisa-analisa politik, bukan pula pemuda-pemudi jahil (bodoh) yang menghabiskan waktu dalam demonstrasi, mencela para ulama & umara (pemerintah muslim) serta mencari-cari ketergelinciran mereka, mencemooh para ulama Salaf. DemiAllah, demi yang nyawa ini ada di tangan-Nya, apabila seseorang membiarkan dirinya dalam keadaan yang demikian, niscaya terkumpul di dalam dirinya segala bentuk kejelekan dan dengan sendirinya ia akan keluar dari Islam.

Tidak perlu bagi seorang Muslim untuk menyibukkan akal dan pikiran untuk memikirkan masalah yang tidak mendatangkan manfaat bagi dirinya dan sekalian kaum Muslimin. Jika seseorang tidak menyibukkan qalbu/jiwanya dengan kebenaran/Al-Haq (Kitabullah & As-Sunnah), maka ia akan memperbudak dirinya di dalam kebathilan.

Ketahuilah bahwa itu semua merupakan tipu daya Syaithan untuk menjerumuskan manusia kepada kesesatan, membuat hati seseorang menjadi keras dengan berbicara keji, mengadu domba, berdebat, dan seterusnya. Seseorang yang gemar menyampaikan pendapat-pendapat ganjil, sudah seharusnya bertaubat, takut kepada Allah ‘Azza Wa Jalla (Mahamulia dan Mahaagung), mengingat bahwa dirinya kelak akan dihisab.

617 total views, 6 views today