HomeTeknologiAerospaceMungkinkah Manusia Tinggal dan Menetap di Planet Mars; Apakah Dirinya Seorang yang Beriman?
manusia pertama di planet mars

Mungkinkah Manusia Tinggal dan Menetap di Planet Mars; Apakah Dirinya Seorang yang Beriman?

Aerospace Buku Ilmiah Fatwa Syaikh 'Utsaimin Fatwa Syaikh Bin Baz Fatwa Ulama Intisari Cahaya Ilmu Kabar Teknologi 0 0 likes share

Planet Mars: Dingin & Tak Bernyawa

Mars bukanlah tempat yang mudah dikuasai. Hampa, berbatu, dingin dan tak bernyawa, The Red Planet (Planet Merah) itu hanya menawarkan sedikit harapan. Dia adalah rumah gunung berapi terbesar di tata surya, memiliki ngarai terdalam dan pola cuaca yang ekstrem. Mars menanti para petualang bintang  sebagai planet mati yang sepi.

perbandingan-ukuran-diameter-bumi-dengan-mars

Perbandingan ukuran bumi dengan mars (Ilustrasi NASA).

Planet ke-4 dari Matahari.

Mars adalah planet ke-4 dari titik Matahari.

bulannya planet mars

Phobos (fear) and Deimos (panic); Bulannya planet Mars. Keduanya, Phobos and Deimos, ditemukan pada tahun 1877 M oleh seorang astronom Amerika, Asaph Hall.

perbandingan ukuran antara Bumi, Mars dan Bulan.

Perbandingan ukuran antara Bumi, Mars dan Bulan.

Berat badan manusia apabila berada di planet Mars.

Berat badan manusia berkurang drastis apabila berada di planet Mars. Hal ini disebabkan planet Mars memiliki masa yang lebih ringan dibanding dengan planet Bumi, sehingga berpengaruh pula terhadap gravitasi di permukaannya.

1.5 Astronomical Units/ 229.000.000 Km; Jarak abtara Mars dengan Matahari

1.5 Astronomical Units/ 229.000.000 Km; Jarak antara Mars dengan Matahari

687 hari = 1 tahun Mars.

Butuh sebanyak 6 planet mars untuk mengimbangi volume Bumi.

Butuh sebanyak 6 planet Mars untuk mengimbangi volume Bumi.

Titik Beku; Suhu udara di planet mars jauh lebih dingin dibanding dengan titik beku planet bumi.

Struktur planet Mars; Belum diketahui secara pasti.

Struktur planet Mars; Belum diketahui secara pasti.

gravitasi-planet-mars

Gravitasi di planet Mars; Memungkinkan seorang astronot melompat dan melayang lebih jauh.

atmosfir-planet-mars

Atmosfir planet Mars; 100 kali lebih tipis dibanding Bumi.

Planet Mars dalam Perspektif Islam

Di dalam bukunya, 11 Renungan Sains, Ali Ahmad bin Umar menukil perkataan Syaikh bin Baz, dia bertutur bahwa,

“… semua bintang dan planet, termasuk matahari dan bulan (planet mars -pen.) berada di bawah langit dan bukan berada di dalamnya. Dengan ini dapat diketahui bahwa bukanlah suatu hal yang mustahil adanya ruang hampa di antara bintang dan planet dengan langit dunia, yang memungkinkan berjalannya kendaraan-kendaraan ruang angakasa, dan memungkinkan untuk turun di permukaan bulan atau planet-planet lainnya (termasuk planet mars dan garis bawah oleh penulis artikel -pen.).

Tidak boleh mengatakan tentang kemustahilan hal tersebut kecuali dengan sebuah dalil syar’i yang jelas untuk dijadikan rujukan. Sebagaimana juga tidak boleh membenarkan orang yang mengatakan bahwa dia telah sampai ke permukaan bulan atau planet-planet lainnya kecuali dengan bukti-bukti ilmiah yang menunjukkan akan kebenarannya.”

Kemudian dalam buku yang sama, Ali Ahmad bin Umar kembali menukil perkataan  Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah,

“… Apabila berita tentang pendaratan pesawat antariksa (Apollo XI, XII) di bulan itu benar, maka yang tampak bagiku adalah bahwa Al-Qur’an tidak mendustakan dan tidak juga membenarkannya. Karena tidak ada keterangan yang jelas dalam Al-Qur’an yang menyelisihi berita tersebut. Demikian tidak ada pula yang mendukung ataupun menguatkannya.”

Planet Mars, Bulan dan Lainnya

Adapun keberadaan Al-Qur’an tidak menyelisihi berita tersebut, karena Al-Qur’an adalah firman Allah ‘Azza Wa Jalla yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Maka Allah mengetahui perkara yang telah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi, baik perbuatan-Nya sendiri maupun perbuatan semua makhluk-Nya. Setiap perkara yang telah terjadi atau akan terjadi, baik di langgit maupun di bumi, yang kecil atau yang besar, yang tampak atau yang tersembunyi, maka Allah ‘Azza Wa Jalla Maha Mengetahui. Dan perkara itu tidak akan terjadi kecuali dengan kehendak dan pengaturan-Nya sehingga tidak ada perdebatan dalam keterangan ini.

Apabila telah jelas keterangan di atas, maka Al-Qur’an adalah firman-Nya, sebenar-benar perkataan. Dan siapakah yang benar perkataannya daripada firman Allah? Perkataan-Nya adalah sebaik-baik perkataan dan yang paling jelas penjelasannya. Dan siapakah yang paling baik perkataannya daripada Allah?

Maka tidak mungkin selamanya Al-Qur’an yang disertai ilmu-Nya, yang sangat benar lagi sangat jelas, menyelisihi perkara yang dapat dicapai dengan panca Indra (mendarat di bulan, mars dan planet selainnya -pen). Demikian tidak mungkin selamanya sesuatu yang dapat dicapai dengan panca indra menyelisihi keterangan Al-Qur’an yang sangat jelas.

Barangsiapa yang memahami bahwa di dalam Al-Qur’an terdapat perkara yang menyelisihi kenyataan yang dapat dicapai oleh panca indra, demikian pula sebaliknya, maka tanpa ragu lagi pemahamannya keliru.

Mereka yang Menerima dan Mendukung Kemungkinan Keberhasilan Manusia Mendaratkan Pesawat Antariksa adalah Benar

Apa yang telah dipaparkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin dapat disimpulkan sebagai berikut (Allah yang Maha Mengetahui):

  • Dalam tulisan di atas, Syaikh tidaklah membantah dapat atau tidaknya manusia mendarat di bulan, sebagaimana yang beliau sebutkan: “… Apabila berita tentang pendaratan pesawat antariksa (Apollo XI, XII) di bulan itu benar, maka yang tampak bagiku adalah bahwa Al-Qur’an tidak mendustakan dan tidak juga membenarkannya. Karena tidak ada keterangan yang jelas dalam Al-Qur’an yang menyelisihi berita tersebut. Demikian tidak ada pula yang mendukung ataupun menguatkannya.”
  • Yang diingkari/ dibantah oleh Syaikh adalah pendalilan yang dilakukan oleh penantang berita mendaratnya manusia di bulan dengan menggunakan Al-Qur’an dan menyatakan bahwa bulan itu di langit (menempel).
  • Beliau juga membantah orang-orang yang menggunakan dalil Al-Qur’an untuk membuktikan pendaratan manusia di bulan.
  • Jika pendaratan itu benar dan terbukti secara nyata, maka hal tersebut tidaklah bertentangan dengan Al-Qur’an, namun masalahnya kebenaran pendaratan itu masih diperbincangkan.
  • Kalaupun terjadi pendaratan, maka pada hakikatnya yang dapat dilakukan hanyalah pendaratan, bukan menghuni/ tinggal di bulan sebagaimana manusia hidup dan menetap di bumi. Sebab Allah ‘Azza wa Jalla telah menetapkan nahwa manusia hanya dapat tinggal di bumi. Allahu A’lam.

Intinya masalah benar atau tidaknya orang mendarat di bulan (serta sanggup dan tidaknya manusia menginjakkan kaki dan melakukan penelitian di planet Mars tanpa harus diwakilkan dengan pengiriman  robot kendali jarak jauh – pen) bukanlah hal yang harus diperdebatkan dan tidaklah terkait dengan keimanan.

Hal ini baru menimbulkan permasalahan dalam keyakinan ketika masing-masing kelompok (yang percaya atau tidak, yang mendukung atau tidak) menggunakan Al-Qur’an sebagai dalil untuk membenarkan pendapat mereka.

Download Infografis Planet Mars (*.pdf)

Download Infografis Planet Mars (37 downloads)

Maraaji (Senarai Pustaka):

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

416 total views, 2 views today