HomeCahaya IlmuManfaat Siwak Bagi Kesehatan Mulut
siwak, miswak, kesehatan mulut,

Manfaat Siwak Bagi Kesehatan Mulut

Cahaya Ilmu 0 share

Memiliki mulut yang sehat adalah dambaan setiap orang, yang dengan itu seseorang merasa nyaman tatkala bermuamalah, berbincang-bincang dengan saudara Muslim yang lain. Rasulullah ﷺ adalah Nabiy-ur-Rahmah atau Nabi Pembawa Rahmat yang Rahmat itu sendiri merupakan syariat Islam yang ajarannya meliputi seluruh sendi kehidupan manusia, termasuk di dalamnya adalah dalam perkara kesehatan yang dapat ditemukan dalam Sunnah-nya. Namun sangat memilukan tatkala pemuda Muslim akhir ini banyak yang didapati telah meninggalkan Sunnah Rasul-nya yang diantara penyebabnya adalah ketidak tahuan mereka akan keutamaan mengikuti sunnah/ittiba-ur-rasul.

Rasulullah ﷺ bersabda,

فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

“… Maka, Barangsiapa yang Membenci Sunnahku, Maka ia Bukan Termasuk Golonganku.”~Hadits Shahih: Riwayat al-Bukhari no. 5063 kitab An-Nikah

Untuk menjaga kesehatan mulut, seseorang dapat membiasakan bersiwak. Diketahui bahwa alat siwak yang paling baik yakni dari ranting pohon arak (‘arok) karena ia memiliki aroma yang wangi, dan seratnya dapat mengeluarkan sisa-sisa makanan dan semisal dari sela-sela gigi. Sementara itu ia juga memiliki karakter tekstur yang lembut, sehingga tidak melukai mulut.

Hal ini berdasar pada hadits Abdullah bin Mas’ud Radhiy-Allaahu-‘Anhu, Aku pernah mengambil siwak untuk Rasulullah Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam dari kayu arak.” ~Riwayat Abu Ya’la dalam musnadnya 9/209.

Dapatkah mengganti peran siwak dengan sikat gigi untuk menggosok gigi sebelum berwudhu? Antara miswak dengan sikat gigi (yang ditemukan dipasaran saat ini) memang memiliki fungsi yang sama, yakni ia sebagai alat menggosok gigi. Namun secara istilah, siwak ialah menggunakan kayu atau sejenis untuk menggosok gigi (sikat gigi alami), yang padanya ditemukan unsur-unsur zat alami yang baik untuk kesehatan mulut (dan sudah banyak penelitian yang mengangkat perihal ini). Siwak memiliki peran ganda selain sebagai alat penggosok gigi ia juga berperan sebagai pasta gigi, mengingat kandungan zat-zat alami yang terdapat di dalamnya. Berbeda dengan sikat gigi yang didapati di pasaran sekarang ini yang berbahan nylon.

Apa dasar hukumnya? Secara fiqh, Siwak hukumnya Sunnat Mu’akadah (sebagaimana dianjurkan dan dilakukan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam pada setiap waktu dan kondisi); (1) dilakukan setiap kali wudhu (apabila ia lupa bersiwak pada waktu wudhu maka dilakukan ketika (2) hendak shalat), (3) diam dalam waktu yang lama, (4) membaca Al-Qur’an, (5) bangun tidur, (6) dan pada saat lambung kosong dari makanan.

Ingin bersiwak tetapi siwak sulit didapatkan? Apabila memang sulit ditemukan siwak pada suatu waktu dan suatu daerah maka tidak perlu memaksakan diri. Apabila memang ingin bersiwak, maka jalan lain yang dapat ditempuh yakni memesan kepada keluarga atau kerabat yang berada di daerah lain yang mudah mendapatkan siwak.

Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ لَكَ مَا احْتَسَبْتَ

Sungguh bagimu, apa yang engkau harapkan.” ~Hadits Shahih: Riwayat Muslim no. 663 kitab al-Masaajid wa Mawadhi’is-Shalaah

Sumber kitab Fiqh:

[1] Bulugh Al-Maram, al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani Rahimahullaah

[2] Subul-As-Salam Syarh Bulugh Al-Maram, kitab Thaharah (bersuci) bab Wudhu, Imam Ash-Shan’ani Rahimahullaah.

Kitab lainnya:

[1] Ahkamus Siwak, Dr. Abdullah bin Mu’tiq As-Sahli

[2] At-Tadawii Bis Siwaak, Dar Al-Hadharah

[3] Libasur Rasul wash Shahabah wash Shahabiyyat Ajma’in, Syaikh Abu Thalhah bin Abdus Sattar

862 total views, 6 views today