HomeIntisari Cahaya IlmuFatwa Syaikh Bin Baz5 (lima) Kegiatan Ilmiah Selama Liburan
liburan teman shalih

5 (lima) Kegiatan Ilmiah Selama Liburan

Fatwa Syaikh Bin Baz Intisari Cahaya Ilmu Nasihat 0 0 likes share

5 (lima) Kegiatan Ilmiah Selama Liburan

Muraja’ah:... hendaklah memanfaatkan masa liburan ini dengan ber-muraja’ah mengulang kembali apa yang telah dipelajari bersama rekan-rekan agar apa yang telah dipelajarinya itu dapat melekat dalam ingatan dan dapat dambil manfaatnya guna menebalkan keyakinan (Aqidah).
Memperbanyak Membaca Al-Qur’an:... memperbanyak membaca Al-Qur’an, merenung dan memikirkannya, serta menghafal ayat-ayat yang mudah bagi mereka; karena Al-Qur’an adalah kitab suci yang menjadi sumber kebahagiaan bagi seluruh kaum Muslimin.
Menghapal Hadits yang Mudah: ... mengikuti sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم, menghapalkan hadits-hadits yang mudah, apalagi pada masa liburan seperti sekarang ini; karena hadits merupakan wahyu kedua setelah Al-Qur’an dan merupakan sumber utama setelah Al-Qur’an sebagai dasar hukum syari’at.
Tolong Menolong dalam Kebajikan dan Taqwa: ... saling tolong menolong dalam kebajikan dan taqwa, dan saling mansihati di antara mereka dengan kebenaran dan kesabaran.
Menyelenggarakan dan/atau Menghadiri Forum Ilmiah: ... kepada para pendidik agar memanfaatkan masa liburan ini dengan mendirikan forum-forum ilmiah di masjid-masjid pertemuan-pertemuan serta ceramah-ceramah, karena hal itu sangat dibutuhkan.

Segala puji bagi Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَلىٰ, shalawat serta salam kita limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم beserta keluarga dan para sahabatnya, serta orang-orang yang mengikuti petunjuk-Nya.

Amma Ba’du:

1.  Muraja’ah

Pada masa liburan sekarang ini, saya (Syaikh bin Baz rahimahullah -pen) sangat gembira dapat memberikan petuah dan nasihat, khususnya kepada para pemuda dan umumnya kepada kaum Muslimin untuk bertaqwa kepada Allah عزَ وجل di manapun mereka berada, dan hendaklah memanfaatkan masa liburan ini dengan ber-muraja’ah mengulang kembali apa yang telah dipelajari bersama rekan-rekan agar apa yang telah dipelajarinya itu dapat melekat dalam ingatan dan dapat dambil manfaatnya guna menebalkan keyakinan (Aqidah), menghaluskan budi pekerti (akhlaq), dan meluruskan perbuatan (amal).

2.  Memperbanyak Membaca Al-Qur’an

Selain itu, saya pun menasihati seluruh kaum muda untuk memanfaatkan masa liburan ini dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an, merenung dan memikirkannya, serta menghafal ayat-ayat yang mudah bagi mereka; karena Al-Qur’an adalah kitab suci yang menjadi sumber kebahagiaan bagi seluruh kaum Muslimin.

Kitab ini menghantarkan kepada kebaikan dan merupakan sumber petunjuk yang diturunkan Allah sebagai penjelasan atas segala sesuatu. Ia adalah petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang Muslim. Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَلىٰ telah menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk kepada jalan yang lurus. Dia mencintai hamba-Nya yang membaca, ber-tadabbur dan berpikir tentang maknanya, sebagaimana Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَلىٰ berfirman,

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci?” – Q.S. Muhammad (Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wa Sallam) [47]: 24.”[1]

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَلىٰ juga berfirman,

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran mendapat pelajaran.” – Q.S. Shad (Shad) [38]: 29.”[2]

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَلىٰ berfirman,

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus.” – Q.S. Al-Isra (Memperjalankan di Malam Hari) [17]: 9.”[3]

3.  Menghapal Hadits yang Mudah

Maka nasihat saya untuk seluruh para pemuda dan kaum Muslimin adalah, hendaknya mereka memperbanyak membaca Al-Qur’an serta merenungkan maknanya. Hendaklah mereka saling mengajarkan dan saling memberikan manfaat, memberikan pengajaran Al-Qur’an di mana pun mereka berada. Selain itu saya pun menasihati pemuda dan kaum Muslimin untuk mengikuti sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم, menghapalkan hadits-hadits yang mudah, apalagi pada masa liburan seperti sekarang ini; karena hadits merupakan wahyu kedua setelah Al-Qur’an dan merupakan sumber utama setelah Al-Qur’an sebagai dasar hukum syari’at.

Diantaranya yakni:

Dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” – Hadits Hasan Shahih (al-Albani): Sunan Abi Dawud, kitab al-Libas, nomor 4031. Bulugh al-Maram, nomor 1514.

Atau,

تَهَادُوْا تَحَابُّوْا

“Berbagi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” – Hadits Hasan (Al-Albani): Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad no. 594 (الأدب المفرد)

Atau,

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkannya (diberi kepahaman) dalam urusan agama. …” – Shahih Muslim no. 1037 (كتاب الزكاة)

Atau,

‎ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْحِ أَمرُنَا فَحُوَ رَدُّ

Dari ‘Aisyah (رضي الله عنها) berkata: “Rasulullah (‎صلى الله عليه وسلم) bersabda: ‘Barangsiapa yang melakukan sebuah amal perbuatan yang tidak ada contohnya dari kami maka amal perbuatan itu tertolak’.” – Riwayat Muslim no. 1718. [al-Qowa’id al-Fiqhiyyah. II/26]

Atau,

Dalam ash-Shahiihaiin (al-Bukhari dan Muslim) Diriwayatkan dari Abu Sa’id رضي الله عنهما, ia berkata, Nabi ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,

اِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُوْنَ

“Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya pada hari Kiamat adalah orang-orang yang menggambar (makhluk yang bernyawa).” – Hadits Muttafaq ‘Alaih: Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim. Sunan an-Nasa’i nomor 5357, 5364, Sahih al-Bukhari nomor 5950, 6109, Shahih Muslim nomor 2107.

4. Tolong Menolong dalam Kebajikan dan Taqwa

Saya juga memberi petuah kepada seluruh pemuda agar berhati-hati jika mereka hendak berwisata menuju negeri-negeri yang mayoritas penduduknya bukan Muslim, karena hal itu akan membahayakan aqidah mereka; dan karena Negara-negara Muslim sangat membutuhkan mereka untuk tetap tinggal di negerinya agar dapat saling memberi penghargaan, saling memberi petunjuk dan petuah, saling tolong menolong dalam kebajikan dan taqwa, dan saling mansihati di antara mereka dengan kebenaran dan kesabaran.

5.  Menghadiri Forum Ilmiah

Saya juga menganjurkan kepada para pendidik agar memanfaatkan masa liburan ini dengan mendirikan forum-forum ilmiah di masjid-masjid pertemuan-pertemuan serta ceramah-ceramah, karena hal itu sangat dibutuhkan. Saya juga menganjurkan kepada para pendidik dan para da’i sedapat mungkin menunjungi wilayah-wilayah dan daerah-daerah yang belum tersentuh oleh syiar Islam, mengunjungi pusat-pusat kajian keislaman (Islamic Center) yang berada di luar negeri untuk kepentingan dakwah dan pengarahan, mengajari kaum Muslimin yang masih buta terhadap agamanya, memberi mereka motivasi agar saling tolong menolong di antara mereka, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, serta memberi motivasi kepada para pelajar yang berada di sana untuk berpegang teguh kepada agama mereka dan bersungguh-sungguh dalam mempelajarinya, berhati-hati terhadap hal-hal yang dapat memalingkan mereka dari kebenaran, serta menasihati mereka agar memperhatikan Al-Qur’an dengan cara menghafal, membaca dan memikirkan maknanya, serta mengamalkan as-Sunnah dengan menghafal, mengingat dan mengamalkan sesuai dengan petunjuknya.

Semoga Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَلىٰ memberi bimbingan kepada kaum Muslimin baik orang tua, pemuda, para pendidik, para pelajar, maupun para ulamanya agar dapat meraih kebaikan, kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat, Sesungguhnya Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Shalawat serta salam semoga dilimpahkan kepada hamba dan utusan-Nya, Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم beserta keluarga dan para Shahabatnya.

Majmu’ Fatwa, Syaikh bin Baz, jilid IV, hlm. 190.[4]

Footnote:

[1] Kitab Suci Al-Qur’an, surat Muhammad, ayat nomor 24.

[2] Ibid, surat Shad, ayat nomor 29.

[3] Ibid, surat al-Isra, ayat nomor 9.

[4] Khalid al-Juraisi, Fatwa-Fatwa Terkini, (Jakarta : Darul Haq, 1437 H/ 2016 M), hlm. 114-117. – Kitab terjemah dari judul asli: Al-Fatawa asy-Syar’iyyah Fi al-Masa’il al-’Ashriyyah Min Fatawa Ulama’ al-Balad al-Haram.

302 total views, 3 views today