HomeIntisari Cahaya IlmuKiat-Kiat Menahan Sakit Hati
abu shofi ibnu umar, teman shalih, hijrah yang shahih, hijrah sesuai sunnah hati

Kiat-Kiat Menahan Sakit Hati

Intisari Cahaya Ilmu Nasihat 0 share

Dalam kalimat lain dapat ditulis “Kiat/cara Mengendalikan qalbu/jiwa yang sedang dirundung emosi amarah dan kesedihan“:

Cara yang paling tepat adalah dengan menahan lisan dan tangan dari berbuat munkar.

Sebab seseorang yang sedang marah dan merasa sakit hati apabila ia tidak mengendalikan jiwa, maka justru akan menodai dirinya sendiri dengan lisan yang buruk; ia mengucapkan perkataan-perkataan yang lebih keji yakni dengan mengumpat dan memberikan khabar dusta; berbohong, menebar fitnah, dan ghibah (sebagai bentuk i’tiqad untuk membalas rasa sakit hatinya).

Diwaktu yang seperti itu ia perlu memperbanyak istighfar yang lafazh-nya: Astaghfirullah-Wa-Atubu-‘Ilaihi; ( أَسْتَغْفِرُ الله وَأتوبُ إِلَيْهِ ); aku memohon ampun kepada Allāh عَزَّ وَجَلَّ dan aku bertaubat kepada-Nya.

Serta dengan mengganti posisi tubuhnya; segera duduk apabila ia marah dalam keadaan berdiri, segera berbaring apabila ia masih marah dalam posisi duduk, sebab hal ini dapat meredam emosi amarah dan menjauhkan tangannya dari memukul orang lain atau membanting sesuatu, tersebut sejalan dengan petunjuk/Sunnah Rasulullah ‎صلى الله عليه وسلم.

Sungguh, seseorang yang kuat bukanlah ia yang paling keras membanting barang diwaktu marah, melainkan yang pandai menahan dan mengendalikan jiwanya. Sehingga tidaklah seorang Mukmin merasa marah dan bersedih, melainkan ia tetap menjaga lisan dan tangannya dari perbuatan yang mendatangkan murka Allāh عَزَّ وَجَلَّ.

Tidak pula seseorang itu berlama-lama dalam kesedihan, meratapi keadaan. Sungguh tidak ada yang lebih menyedihkan selain dipalingkan dari Al-Haq (Kitabullah & As-Sunnah Ash-Shahihah) atau Allah Ta’ala membiarkan seseorang dalam keadaan tersesat setelah datang kepadanya peringatan (Kitabullah & As-Sunnah) yang cahayanya lebih terang dari matahari yang bersinar disiang hari.

Catatan Penting:

Merasa marah dan mengumbar amarah adalah dua hal yang berbeda.

‎وَاللهُ أَعْلَم

Ta’lif: Abu Shofi Ibnu ‘Umar/Hilma Ar.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.


من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه


Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.- Shahih Muslim no. 1893

Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

1,421 total views, 9 views today