HomeKhabarKeamanan Data: Mengamankan Data Diri dan Anggota Keluarga termasuk kedalam Nahi Munkar.
menjaga keamanan data anggota keluarga

Keamanan Data: Mengamankan Data Diri dan Anggota Keluarga termasuk kedalam Nahi Munkar.

Memanfaatkan kemutakhiran teknologi seperti kecanggihan moda transportasi, alat telekomunikasi, internet dan selainnya adalah hal yang diperbolehkan di dalam Islam. Hal ini sejalan dengan asas/kaidah di dalam fiqh muamalah yang berbunyi, “Segala urusan dunia adalah halal, kecuali ada dalil yang melarangnya.”

Menjaga keamanan data (atau informasi rahasia seperti ID, Password dan security-pin) pribadi dan anggota keluarga di zaman cloud-computing  di waktu kita hidup sekarang ini serta hadirnya beragam layanan jasa berbasis internet dan mobile di mana data-data tersebut tersimpan di dalam server atau media penyimpanan digital lainnya, maka seseorang itu perlu memperhatikan betul faktor keamanan data dengan seksama.

Sebab sudah barang tentu dirinya tidak menghendaki informasi sensitif dan data rahasia digunakan oleh pihak ketiga yang dengan nyata bertindak sebagai pihak yang merugikan dan-atau berpotensi menimbulkan kerugian yang sifatnya materil dan moril; mulai dari pencurian identitas, menampilkan konten yang tidak sesuai, hingga penipuan yang meng-atas-nama-kan identitas curian dimaksud. Maka menjaga keamanan data sensitif milik diri sendiri dan anggota keluarga menjadi keharusan yang semestinya dipenuhi.

Berdasar hasil analisa yang dilakukan oleh website ekspert, menunjukkan bahwa pada tahun ini 1438 H (2017 M) dunia maya berada pada level “medium” atas ancaman mal-ware dan virus. Data yang ditampilkan di dalam website kaspersky.com, Indonesia menempati peringkat ke-145 dari daftar negara yang paling banyak mendapatkan serangan kejahatan siber (cyber crime).

Para orang tua tentu akan merasa lebih tenang apabila tatkala anak-anaknya menjelajah dunia maya mencari tambahan ilmu dan pengetahuan memperoleh rujukan ilmiah dari trusted-source (sumber terpercaya/sumber ilmu pengetahuan yang kredibel/tsiqah).

Dan aktifitas pencarian di dalam search engine (mesin pencari; misal google.com dan yufid.com) tidak dimanfaatkan oleh third-party (pihak ketiga) untuk kepentingan advertisement (komersil) semata, tanpa mengindahkan nilai-nilai agama dan norma kesopanan yang berlaku.

Misal tatkala buah hati tercinta menelusuri dunia maya dengan memasukkan kata kunci/kalimat kunci “Manfaat Siwak bagi Kesehatan”, “Makanan favorit Rasulullah”, dst. di dalam kolom pencarian mesin pencari dan web-browser seperti Google Chrome, Opera, Yufid.com, Firefox dan Safari kemudian mal-ware dan ad-ware yang tidak sengaja terpasang di dalam ekstensi mesin pencari dimaksud mengolah data tersebut dan menampilkan konten yang juga termasuk di dalam kategori “kesehatan,” namun dalam cakupan yang lebih luas. Walhasil ditampilkan pula iklan-iklan dan-atau link website yang membahas kesehatan segmen orang dewasa.

Misal manfaat jima’ bagi kesehatan fisik dan jiwa dan-atau iklan “obat kesehatan” bagi orang dewasa. Hal ini mungkin sesuai bagi mereka yang membutuhkan dan berhak atasnya namun nyatanya bersifat offensive (konten website yang dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman) yang tidak patut ditampilkan bagi anak-anak usia sekolah.

Hal ini dikarenakan umumnya produk-produk kesehatan dimaksud menampakkan visualisasi iklan yang menyelisihi ketentuan syara’ di antaranya yakni menampilkan aurat wanita/pria, menampilkan sosok yang berdandan, yang secara nyata hal ini dapat menimbulkan kerugian moral bagi orang-orang yang menjaga hati dan keimannya (orang muslim secara umum).

Adapun kiat-kiat untuk menjelajah aman di dunia maya maka seseorang itu dapat memulainya dengan:

  • Mendampingi anak selama melakukan penelusuran internet.
  • Menggunakan search engine Islami seperti yufid.com dalam mencari artikel ilmiah yang hanya menampilkan hasil cari dari sumber-sumber (website) yang kredibel/tsiqah.
  • Memasang perangkat anti-virus,  ad-ware dan mal-ware protection seperti ESET Smart Security Premium yang dapat dibeli dengan aktivasi sesuai periode yang dikehendaki, per-tahun atau per-dua-tahun, yang dipasang di dalam perangkat komputer.
  • Mengaktifkan fitur parental-control yang dapat memblokir akses kedalam situs-situs bermuatan negatif (offensive & negative contents).

Opsi selainnya adalah dengan menggunakan tools gratis yang juga disediakan oleh ESET, yakni Online Virus Scan dan Malware Removal Tools.

Sementara itu hendaklah para orang tua, pembimbing dan guru memberikan pengertian terhadap anak-didik mereka bahwa memanfaatkan kemutakhiran teknologi (internet -red) dalam kegiatan belajar hanyalah bersifat tambahan saja/suplemen, bukan metode belajar utama.

Mafhumah metode belajar yang benar adalah dengan:

  • Bersekolah di sekolah-sekolah sunnah, madrasah dan atau ma’had (pesantren) yang konsern terhadap aqidah ash-shahihah (keyakinan beragama yang benar).
  • Mengambil ilmu pengetahuan dari Ulama (para ‘alim) dengan menghadiri majelis ilmiah dan menelaah kitab-kitab-nya.
  • Mencatat faedah ilmiah yang diperoleh selama kegiatan belajar.
  • menghapal dan muroja’ah materi pelajaran.

KETAHUI LEBIH LANJUT: Menjaga kemampuan mengingat materi pelajaran dengan Muroja’ah Online – www.murojaah.online (dibuat oleh temanshalih.com dan arramdha.com).

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.


من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه


Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.- Shahih Muslim no. 1893

Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

313 total views, 2 views today