HomeIntisari Cahaya IlmuArti KataApa yang dimaksud dengan kafir Dzimmi, kafir Mu’ahad, kafir Musta’min & kafir Harbi?
kafir dzimmi, kafir mu'ahad, kafir musta'min, kafir harbi

Apa yang dimaksud dengan kafir Dzimmi, kafir Mu’ahad, kafir Musta’min & kafir Harbi?

Arti Kata Intisari Cahaya Ilmu Jihad 0 share

Empat Kategori Kafir: Harbi, Dzimmi, Mu’ahad dan Musta’min.

Di bawah ini terdapat 4 (empat) kelompok orang kafir yang masing-masing dari sifatnya memiliki kekhasan, yang perlu dicatat bahwa tidak semua orang kafir boleh ditumpahkan darahnya (dibunuh).

Ada 4 (empat) kelompok kafir, 1 (Satu) di antaranya wajib dibunuh/ diperangi  yakni:

  • Kafir Dzimmi/ Kafir Kitabi: yakni orang kafir yang tinggal di Negeri Muslim, memiliki perjanjian (damai) dengan kaum Muslimin, membayar pajak (jizyah/ uang keamanan/ upeti sebagai kompensasi pemerintah Islam terhadap harta dan darahnya/ jiwanya. Ketika mereka tidak mampu membayar jizyah, maka jizyah tersebut dapat digugurkan darinya) kepada pemerintah Islam dan ditegakkan kepada mereka hukum-hukum Islam.
  • Kafir Mu’ahad: yakni orang yang memiliki perjanjian (terikat perjanjian damai, perjanjian dagang atau selainnya) dengan kaum Muslimin yang berada atau bertugas di negeri kaum Muslimin tidak boleh disakiti, selama mereka menjalankan kewajiban dan perjanjiannya.
  • Kafir Musta’min: yakni orang yang datang dari Negara kafir, baik utusan, pedagang, atau selainnya yang memiliki jaminan keamanan dari Penguasa/ Umara’ atau seorang Muslim.
  • Kafir Harbi: yakni orang kafir yang memerangi kaum Muslimin dan halal darahnya untuk ditumpahkan (dibunuh/ diperangi).

Ketahui Lebih Lanjut: Bagaimana Sikap Seorang Muslim terhadap Hari Raya Orang Kafir?

Bagaimana kaifiah berdamai dengan kaum Kuffar?

Sementara itu diperbolehkan untuk mengadakan perjanjian damai dengan orang-orang kafir apabila Umara‘/ Penguasa dan-atau Pemerintah melihat adanya kemaslahatan bagi masyarakat kaum Muslimin, dan telah diteliti kemaslahatan tersebut oleh Umara’.

Allah جل جلاله berfirman,

وَإِن جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Jika mereka condong kepada perdamaian, maka terimalah dan bertawakallah kepada Allah.- Q.S. Al-Anfaal (Harta Rampasan Perang) [8]: 61

Sementara perjanjian dengan kaum kafir tidak bersifat mutlak, yakni tidak selama-lamanya atau bersifat sementara atau terikat oleh waktu tertentu.

Ketahui Lebih Lanjut: Apa saja amal shalih yang nilainya setara dengan jihad?

Maraji’ (Senarai Pustaka):

  • Kitab Suci Al-Qur’an.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani Rahimahullaah. Bulugh al-Maraam.
  • Syaikh Muhammad bin Ismail Al-Amir Ash-Shan’ani Rahimahullaah. Subul As-Salam Syarh Bulugh Al-Maram.
  • Maha al-Bunyan Rahimahullah. 1435 H. Al-Wala’ Wal Bara’. Pustaka Ibnu ‘Umar
  • Syaikh Muhammad bin Sa’id Al-Qahthani. 1437 H. Al-Wala’ Wa Al-Bara’ fi Al-Islam. Jakarta Timur: Ummul Qura. (Al-Wala’ Wa Al-Bara’; Konsep Loyalitas dan Permusuhan dalam Islam).
  • Yazid bin Abdul Qadir Jawas Hafizhahullah. 1432 H. Kedudukan Jihad Dalam Syari’at Islam. Bogor: Pustaka At-Taqwa.

TOP “JIHADI” WALLPAPER

Download: Download Wallpaper Jihadi (5560 downloads)

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.


من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه


Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.- Shahih Muslim no. 1893

Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

14,902 total views, 41 views today