HomeIntisari Cahaya IlmuAdab Busana MuslimHukum Memakai Pakaian yang Memiliki Belahan
belahan baju wanita temans shalih

Hukum Memakai Pakaian yang Memiliki Belahan

Adab Busana Muslim Fatwa Syaikh Abdullah al-Jibrin Fatwa Ulama Intisari Cahaya Ilmu 0 0 likes share

Hukum Memakai Pakaian yang Memiliki Belahan pada Bagian Tertentu

Pertanyaan:

Sebagian kaum wanita Muslimah telah membuat belahan pada bagian bawah pakaiannya, memanjang hingga ke bagian lututnya, terkadang belahan itu terdapat pada bagian depannya atau bagian belakangnya atau bagian sampingnya, dan mereka biasa memakainya dalam sejumlah jamuan dan kegiatan wanita.

Bagaimana hukum memakainya? Kiranya Syaikh berkenan memberikan fatwa kepada kami dalam masalah tersebut.

Jawaban:

Tidak diperbolehkan bagi kaum wanita Muslimah memakai pakaian yang memiliki belahan hingga mencapai bagian lututnya. Karena yang diwajibkan kepada kaum wanita Muslimah adalah memakai pakaian yang menutupi seluruh badannya hingga dalam melakukan shalat dan saat menyendiri sekalipun.

Dalam hadits Ummu Salamah رضي الله عنها dijelaskan, seraya bertanya,

“Wahai Rasulullah, bolehkan seorang wanita melakukan shalat dengan sehelai baju besi?”

Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab,

“Ya, jika besi itu lebar dan menutupi punggung kedua kakinya.”

Tidak selayaknya seorang wanita Muslimah memakai pakaian yang ada belahannya, meskipun dipakai di antara kaum wanita, karena biasanya sebuah jamuah atau kegiatan wanita, diikuti pula oleh sejumlah pemudi yang awam dalam jumlah yang banyak, sehingga mereka berkhayal memiliki pakaian tersebut, karena mereka menyangka bahwa pakaian semacam itu adalah pakaian yang melambangkan puncak perhiasan serta kecantikan, sehingga mendorong mereka untuk memakainya di hadapan khalayak ramai, seperti: pasar, pintu-pintu sekolah serta tempat ramai lainnya sebagaimana yang terjadi saat ini. Jadi melarang memakainya adalah hukum pokok dalam berpakaian.

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui. Shalawat serta salam semoga dicurahkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, kepada keluarganya dan para Shahabatnya ‎رضي الله عنهم.

Disampaikan dan didiktekan oleh Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin.

Khalid al-Juraisi, Fatwa-Fatwa Terkini, (Jakarta : Darul Haq, 1437 H/ 2016 M), hlm. 81-82. – Kitab terjemah dari judul asli: Al-Fatawa asy-Syar’iyyah Fi al-Masa’il al-’Ashriyyah Min Fatawa Ulama’ al-Balad al-Haram.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

246 total views, 2 views today