HomeKabarFiqh Muamalah: Berjualan saat Adzan? Toko ini disegel
hukum berjualan saat adzan di arab saudi

Fiqh Muamalah: Berjualan saat Adzan? Toko ini disegel

Kabar Negeri Jauh 0 0 likes share

hukum berjualan saat adzan di arab saudi

Teks dalam foto: Ditutup. Toko telah ditutup oleh pemerintah kota Ajyad.

Penyegelan toko oleh otoritas Arab Saudi sebagai bentuk sanksi peringatan bagi toko-toko yang melakukan transaksi jual-beli ketika adzan sudah berkumandang.

Islam mensyari’atkan dan mengatur perniagaan dan praktek tukar menukar yang terjadi di antara bani Adam (manusia) dalam rangka memenuhi hajat hidup mereka.

Rasulullah ﷺ bersabda,

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ، وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ ـ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ـ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ ‏

Tidaklah seseorang mengkonsumsi makanan lebih baik dari makanan yang diperoleh dari hasil kerja tangannya. Sesungguhnya Nabi Allah Dawud dahulu makan dari hasil kerja tangannya sendiri.- Hadits Shahih: Shahih Bukhari no. 2072, Shahih Bukhari kitab Al-Buyu' (Jual Beli)

Tujuan dari diturunkan syari’at yang mengatur proses ini adalah agar praktek perniagaan yang terjalin di antara manusia dapat berjalan selaras dengan kedailan dan Syariat Allah جل جلاله & Ash-Shadiqul Masduq ~ Rasul-Nya ﷺ serta terhindar dari praktek yang diharamkan dan kesewenang-wenangan.

Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman,

ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ

“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu. …” ~Q.S. Al-Maa’idah (Hidangan) [5]: 3

Tafsirnya,

“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan Dinul Islam untuk kalian dengan terwujudnya kemenangan dan penyempurnaan syari’at. Dan Aku sempurnakan nikmat-Ku untuk kalian dengan mengeluarkan kalian dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya iman. Oleh karena itu, berpeganglah kepadanya dan janganlah kalian bercerai berai. …”

Ini adalah bukti bahwa syari’at Islam, segala puji hanya milik Allah, bersifat universal. Artinya meliputi segala urusan; ibadah dan muamalah.

Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru (adzan) untuk melaksanakan shalat pada hari Jum’at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” ~Q.S. Al-Jumu’ah [62]: 9

Tafsirnya,

“Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, jika muadzin telah mengumandangkan seruan untuk shalat di Hari Jum’at, berangkatlah untuk mendengarkan khutbah dan melaksanakan shalat, serta tinggalkan jual beli dan semua kegiatan yang menyibukkan. Apa yang diperintahkan kepada kalian itu lebih baik bagi kalian, karena mengandung ampunan dosa dan pahala Allah bagi kalian. Jika kalian mengetahui kemaslahatan diri kalian maka laksanakanlah perintah itu. Ayat ini mengandung dalil kewajiban menghadiri shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah.”

Maraaji’ (Senarai Pustaka):
[1] Kitab Suci Al-Qur’an.
[2] Tim Ulama Mushaf Syarif Mujamak Malik Fahd. At-Tafsirul Muyassaru (1437 H. Terjemah Kitab At-Tafsir Al-Muyassar mushaf Al-Madinah An-Nabawiah. Solo: Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima).
[3] Muhammad Arifin bin Badri, MA. 1429 H/2008 M. Sifat Perniagaan Nabi Dilengkapi dengan Fatwa-fatwa Komite Tetap Untuk Riset Ilmiyyah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia. Bogor: Pustaka Darul Ilmi.
[4] Syaikh Muhammad bin Ismail Al-Amir Ash-Shan’ani rahimahullaah. 1435 H/2014 M. Subul As-Salam Syarah Bulughul Maram. Jakarta Timur: Darus Sunnah Press.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

1,531 total views, 2 views today