HomeCahaya IlmuHadiyah Bagi Orang Yang Sedang Sakit
teman shalih-hadiyah bagi orang yang sedang sakit

Hadiyah Bagi Orang Yang Sedang Sakit

Cahaya Ilmu Do'a Ash-Shahihah 0 share

teman shalih-hadiyah bagi orang yang sedang sakit

Apabila teman shalih mendapati diri atau orang lain sedang dalam keadaan yang lemah disebabkan ia jatuh sakit, maka keutamaan bagi saudara seimannya yang sehat untuk menjenguknya. Dan hendaknya tidak berlama-lama dalam menjenguk, cobalah untuk mencari waktu yang tepat, dan juga berupaya untuk menghibur dan membahagiakannya. Hadiahilah dirinya dengan pesan yang datangnya dari Rasulullah ﷺ.

Di dalam Ash-Shahiihain disebutkan dari Nabi ﷺ, beliau bersabda,

مَايُصِيبُ الْمُعْمِنَ مِنْ وَصَبٍ وَلاَ نَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حَزَنٍ وَلاَ أَدًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَوْكَةُ يُشَا كُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللهُ مِنْ خَطَايَاهُ

Orang Mukmin tidak ditimpa sakit tetap, kelelahan, kekhawatiran, kesedihan, kesusahan, penyakit –hingga duri yang menusuknya melainkan dihapuskan dari kesalahan-kesalahannya.”

Dalam hadits Sa’d bin Abi Waqqash dia berkata, “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya?’ Maka beliau menjawab, ‘Para Nabi kemudian orang-orang shalih kemudian yang semisal lalu yang semisal lagi. Seseorang mendapat cobaan menurut kadar agamanya. Jika di dalam agamanya ada kekerasan, maka ditambahkan cobaannya, dan jika dalam agamanya ada kelemaha, maka diringankan cobaan darinya. Cobaan senantiasa menimpa orang Mukmin hingga dia berjalan di muka bumi dan tidak ada lagi kesalahan pada dirinya.” (diriwayatkan Ahmad, At-Tirmidzy dan lain-lainnya)

Beliau ﷺ juga bersabda,

الْمَرَضُ حُطَّةٌ يَحُطُّ الْخَطَايَا عَنْ صَاحِبِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ اليَا بِسَةُ وَرَقَهَا

Sakit itu merupakan guguran yang menggugurkan kesalahan dari orangnya, sebagaimana pohon kering yang menggugurkan daunnya.”

Dan masih banyak sekali hadits lain yang senada dengan ini. Teman shalih juga dianjurkan untuk mendoakannya.

Sementara untuk seseorang yang ditimpa penyakit atau sakit, hendaknya segera bertaubat dan bersungguh-sunggul dalam amal shalih. Dan keutamaan baginya untuk berbaik sangka kepada Allah ‘Azza Wa Jalla (Mahamulia dan Mahaagung), dan selalu mengingat bahwasanya dirinya adalah makhluk yang lemah diantara makhluk Allah lainnya, dan sesungguhnya Allah ‘Azza Wa Jalla tidak butuh untuk menyiksanya.

Berharaplah atas pahala dari Allah dari penyakit/musibah yang dideritanya, karena dengan demikian ia pasti diberi pahala.

Rasulullah ﷺ bersabda,

Tidaklah sesuatu menimpa seorang Mukmin, baik berupa kesedihan, kesusahan, keletihan dan penyakit, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan meninggikan baginya satu derajat karenanya dan mengampuni kesalahannya karenanya.” ~Hadits Muttafaq ‘Alaih: Hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim.

Dan berdoalah agar dilindungi dari keburukan penyakit,

 اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الأَسْقَامِ

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra, dan keburukan segala macam penyakit.” ~Hadits Shahih (al-Albani): Sunan Abi Dawud no. 1554 kitab Al-Witr

Sumber:

[1] Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah Rahimahullaah. 1409 H/1988. Kitabul-Iman. Beirut: Dar Ihya’ Al-Ilmu.

~1433 H/2012. Al-Iman. Bekasi: Darul Falah.

[2] Departemen Ilmiyah Darul Wathan. 1421 H. Adab al-Muslim fi al-Yaum wa al-Lailah, 24 Adaban Mutanawwi’an.

~Darul Haq. 1435 H/2014. EtikaSeorang Muslim. Jakarta: Darul Haq.

[3] al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Hafizhahullaah. 1436 H/2015. Do’a & Wirid; Mengobati Guna-guna dan Sihir Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah. Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

800 total views, 11 views today