HomeCahaya IlmuApa Yang Dimaksud Dengan Ghanimah? Dan siapa yang berhak mengambilnya?
ghanimah, fa'i, harta rampasan perang,

Apa Yang Dimaksud Dengan Ghanimah? Dan siapa yang berhak mengambilnya?

Cahaya Ilmu Jihad 0 share

ghanimah, fa'i, harta rampasan perang,Harta rampasan perang terbagi kedalam 2 (dua) istilah/terminologi yakni:

  1. Fa’i; yakni harta rampasan perang yang diperoleh dari suatu negeri/wilayah tanpa terjadi peperangan artinya penduduknya kabur, tidak mengadakan perlawanan, atau terjadinya kesepakatan damai.
  2. Ghanimah; yakni harta rampasan perang yang diperoleh dari suatu negeri/wilayah yang didahului dengan peperangan/ditaklukkan dengan terjadinya peperangan antara para pihak yang terlibat di dalam peperangan dimaksud.

Sementara untuk pembagian Ghanimah maka ia harus diambil 1/5 untuk Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ, kemudian sisanya dibagikan kepada pasukan dan tidak ada jatah 1/5 di dalam Fa’i.

Dikatakan ‘harta rampasan perang’ sebab ia memiliki nilai kemanfaatan. Apa saja yang termasuk kedalam harta rampasan perang? Diantaranya yakni;

  1. Stok pangan/makanan (boleh mengambil makanan sebelum dibagikan dan sebelum dipisahkan 1/5-nya)
  2. Persenjataan, kendaraan & perlengkapan perang (boleh segera digunakan pada saat peperangan masih berlangsung dan apabila peperangan telah usai maka wajib dikembalikan untuk dimasukkan kedalam harta rampasan perang)
  3. Pakaian & perkakas rumah tangga (tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi kecuali ada kondisi darurat/mendesak seperti udara yang sangat dingin/khawatir menimbulkan kematian maka boleh digunakan).

Sementara itu, menggelapkan harta rampasan perang termasuk kedalam hal tercela yang merupakan perbuatan menyimpang di dalam Jihaad Fii Sabilillaah.

Dari Umar bin al-Khaththab Radhiy-Allaahu-‘Anhu, Nabi ﷺ bersabda,

مَنْ غَلَّ مِنْهَا بَعِيرًا أَوْ شَاةً أُتِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَحْمِلُهُ

Barangsiapa yang berkhianat (dengan menggelapkan) unta atau kambing, maka dia datang pada hari kiamat dalam keadaan membawanya (barang yang digelapkan tersebut).- Hadits Shahih Lighairihi: Riwayat Ahmad (III/498) & Ibnu Majah no. 1810. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2354

Wallaahu Ta’aala A’lam Bish Shawwab.

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

[1] Mumammad bin Ismail Al-Amir Ash-Shan’ani bab Jihad (Imam Ash-Shan’ani Rahimahullah). Subul As-Salam Syarh Bulugh Al-Maram. Hadits No. 1195,  1200, 1201, 1210

[2] Yazid bin Abdul Qadir Jawas (Ustadz Yazid Hafidzhahullaah). 1432 H. Jihad Dalam Syari’at Islam. Bogor: Pustaka At-Taqwa.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.


Rasulullah ﷺ bersabda,


من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه


Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.- Shahih Muslim no. 1893


Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

904 total views, 17 views today