HomeCahaya IlmuKalau Aku yang Duluan, Doakan Aku
Doa setelah jenazah dimakamkan, Doa setelah jenazah dikuburkan, teman shalih, sahabat

Kalau Aku yang Duluan, Doakan Aku

Cahaya Ilmu Do'a Ash-Shahihah 0 share

Doa setelah jenazah dimakamkan, Doa setelah jenazah dikuburkan, teman shalih, sahabat

Di dalam kitabnya, Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizhahullaah bertutur,

“Bahwasanya Rasulullah, setiap selesai memakamkan mayat atau jenazah seorang muslim, biasa berdiri di atasnya lantas menyerukan: ‘Mintakanlah ampunan kepada Allah untuk saudaramu, dan mohonkanlah supaya dia dapat tetap teguh (ketika ditanya oleh dua Malaikat). Ketahuilah, sesungguhnya sekarang dia sedang ditanya.’ ~Shahih: HR. Abu Dawud (no. 3221) serta al-Hakim (I/370) Al-Hakim menshahihkannya, dan penilaiannya disepakati oleh Imam adz-Dzahabi”

Riwayat yang shahih dari Nabi ﷺ yang kami jumpai adalah hadis dari Utsman bin Affan رضي الله عنه‎‎, beliau menceritakan,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا فَرَغَ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ وَقَفَ عَلَيْهِ، فَقَالَ: اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ، وَسَلُوا لَهُ بِالتَّثْبِيتِ، فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ

Nabi ﷺ apabila selesai memakamkan jenazah, beliau berdiri di samping kuburannya, lalu bersabda,

اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ، وَسَلُوا لَهُ بِالتَّثْبِيتِ، فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ

”Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian, dan mintalah keteguhan untuknya. Karena saat ini dia sedang diuji.” ~HR. Abu Daud no. 3221, al-Hakim no. 1372, al-Baghawi dalam Syarhus Sunah no. 1523, dan sanadnya dishahihkan adz-Dzahabi.

Adapun lafadzh do’a setelah jenazah dimakamkan yakni,

اللَّهُمَّ اغْـفِـرْ لَــهُ اللَّهُمَّ ثَـــبـِّــــتْهُ

“Ya Allah, ampunilah dia (jenazah ini). Ya Allah, teguhkanlah dia.”

Hendaklah seorang muslim mencukupkan dirinya untuk mendoakan ahli kubur yang dimakamkan dengan lafazh do’a yang bersumber dari Kitabullah dan Hadits saja, tidak perlu mempersulit diri membuat do’a-do’a baru yang tidak diajarkan Rasulullah shalallaahu-‘alaihi-wa-sallam, dalam hal ini do’a setelah jenazah dimakamkan.

Maraaji’ (Senarai Pustaka):
[1] Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizhahullaah. 1436 H/2015 M. Do’a & Wirid: Mengobati Guna-Guna dan Sihir Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah. Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i.
[2] Artikel ilmiah; Doa Setelah Memakamkan Jenazah.
[3] Sunan Abi Dawud Kitab Al-Jana’iz.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.


Rasulullah ﷺ bersabda,


من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه


Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.- Shahih Muslim no. 1893


Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

855 total views, 11 views today