HomeCahaya IlmuDari mana sumber julukan “Saifullah” (Pedang Allah) yang diberikan kepada Khalid bin al-Walid?
yarmuk saifullah

Dari mana sumber julukan “Saifullah” (Pedang Allah) yang diberikan kepada Khalid bin al-Walid?

Cahaya Ilmu Jihad Sejarah (Siroh dan Tarikh) 0 share

Dalam peperangan Yarmuk (The Battle of Yarmouk) yang terjadi antara pasukan kaum Muslimin melawan tentara Romawi, salah seorang panglima besar Romawi yang bernama Jarajah keluar dari barisannya dan meminta kepada Khalid bin al-Walid (‎رضي الله عنه‎‎) agar mau menemuinya. Khalid segera menemuinya dan kedua kuda mereka berhadap-hadapan leher.

 


Jarajah berkata, “Wahai Khalid beritahukan aku dan jujurlah, sebab orang merdeka tidak akan berbohong, dan janganlah engkau membohongiku sesungguhnya orang yang mulia tidak akan berbohong terhadap orang yang berhubungan dengan Allah. Apakah Allah pernah menurunkan kepada Nabi (ﷺ) kalian sebuah pedang yang diberikannya kepadamu hingga setiap kali engkau hunus terhadap musuhmu pasti mereka akan kalah?”

Khalid menjawab, “Tidak.”

Jarajah kembali bertanya, “Jadi mengapa engkau dijuluki ‘Pedang Allah‘?”

Khalid menjawab, “Sesungguhnya Allah (جل جلاله) telah mengutus Nabi-Nya kepada kami. Nabi tersebut menyeru kami, tetapi kami malah berlari menjauhinya. Kemudian sebagian dari kami membenarkannya dan sebagian mendustakannya.  Aku termasuk salah seorang yang mendustakannya dan menjauhinya hingga Allah menunjuki hati kami untuk beriman kepadanya (kepada Rasulullah ﷺ) dan membai’atnya. Lalu beliau (ﷺ) berkata kepadaku, ‘Engkau adalah pedang Allah yang terhunus terhadap kaum musyrikin’. Beliau juga mendoakan agar aku diberi kemenangan. Sejak itulah aku disebut dengan Pedang Allah. Jadilah aku orang yang paling keras terhadap orang-orang Musyrik.” ~ Ibnu Katsir, Tartib wa Tahdzib kitab al-Bidayah wan Nihayah, hlm. 146-147.

Apa yang dimaksud dengan kafir Dzimmi, kafir Mu’ahad, kafir Musta’min & kafir Harbi?

Dari Anas (‎رضي الله عنه‎‎) ia berkata, Nabi (ﷺ) telah memberitahu orang-orang atas kesyahidan Zaid, Ja’far dan Ibnu Rawaha sebelum berita kematian mereka sampai. Nabi (ﷺ) berkata,

‎أَخَذَ الرَّايَةَ زَيْدٌ فَأُصِيبَ، ثُمَّ أَخَذَ جَعْفَرٌ فَأُصِيبَ، ثُمَّ أَخَذَ ابْنُ رَوَاحَةَ فَأُصِيبَ ـ وَعَيْنَاهُ تَذْرِفَانِ ـ حَتَّى أَخَذَ الرَّايَةَ سَيْفٌ مِنْ سُيُوفِ اللَّهِ حَتَّى فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ‏

“Zaid mengambil bendera (الرَّايَةَ/ar-Rayah) (sebagai komandan tentara muslim) dan menjadi martir, kemudian Ja’far mengambilnya dan menjadi martir, dan kemudian Ibnu Rawaha mengambilnya dan menjadi martir.” Pada saat itu  Nabi berlinang air mata. Dia menambahkan, “Kemudian bendera diambil oleh Pedang antara Pedang Allah (سُيُوفِ اللَّهِ/Saifullah) (yaitu Khalid) dan Allah membuat mereka (yaitu kaum Muslimin) menang.” ~Shahih al-Bukhari no. 4262 (كتاب المغازى)

Maraaji (Senarai Pustaka):

  1. Al-Hafizh Ibnu Katsir. 1431 H (2010 M). Tartib wa Tahdzib Kitab al-Bidayah wan Nihayah. Jakarta: Darul Haq. (Perjalanan Hidup Empat Khalifah Rasul Yang Agung; Abu Bakr Ash, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali (‎رضي الله عنهم ).
  2. Shahih al-Bukhari kitab al-Maghazi.

Muraja’ah:

  1. Ustadz Abu Abdillah Amir (Dewan Penasihat & Pemateri Radio Rodja Pontianak | Alumni Darul Hadits Ma’rib Yaman | Pembimbing temanshalih.com).
  2. Ummu ‘Aisy (Mahasiswi STAI As-Sunnah – Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Ar-Risalah al-Khairiyah).

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.


Rasulullah ﷺ bersabda,


من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه


Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.- Shahih Muslim no. 1893


Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

1,225 total views, 16 views today