HomeBlogObrolan Senja – “Kiat-kiat Mengobati Hati yang Terluka”

Obrolan Senja – “Kiat-kiat Mengobati Hati yang Terluka”

share

1. Semuanya telah Ditetapkan

[1] Qadarullāh; Meyakini bahwa apa yang sudah terjadi, sedang terjadi dan yang akan terjadi telah ditetapkan oleh Allāh عَزَّ وَجَلَّ. Maka untuk suatu persoalan yang sudah terjadi katakanlah,

‎قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ

Qadarullāh wa-ma sya’a fa’al”;

‎“Qadarullāh (Ini adalah takdir Allāh), dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan.” – Shahih Muslim nomor 2664.

2. Beriman dan Bersaudara

[2] Bersaudara; Mengetahui bahwa orang-orang yang beriman adalah bersaudara, maka hendaknya mendamaikan orang yang berselisih. Oleh sebab itu seorang muslim perlu melatih diri untuk membiasakan mengungkapkan perasaan yang tulus.

‎إِذَا أَحَبَّ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُعْلِمْهُ إِيَّاهُ

“Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah dia memberi tau bahwa dia mencintainya.” – Hadits Hasan (al-Albani): Riwayat Imam At-Tirmidzi nomor 2392 (كتاب الزهد عن رسول الله صلى الله عليه وسلم).

3. Tiada Seorang pun yang Lepas dari Kesalahan

[3] Tidak Ma’shum; Tidak ada satupun dari manusia akhir ini yang ma’shum (terpelihara dari kesalahan). Maka dikenal sebuah kaidah yang menjelaskan bahwa sebaik-baik orang bukanlah yang tidak pernah berbuat salah akan tetapi dia yang bersalah kemudian bertaubat (orang yang paling sedikit salahnya) dan kembali kepada Sunnah/ ajaran Islam yang Murni.

‎مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkannya (diberi kepahaman) dalam urusan agama. …” – Shahih Muslim nomor 1037 (كتاب الزكاة).

4. Wibawa yang Bertambah

[4] Kewibawaan dan Amal Shalih; menggetahui bahwa seseorang yang banyak memaafkan kesalahan orang lain niscaya bertambah kewibawaannya serta memaafkan kesalahan orang lain termasuk kedalam amal shalih.

5. Memata-matai adalah Perbuatan Tercela

[5] Hindari Memata-matai; Tidak Tajassus/ memata-matai orang lain; Mencukupkan diri sebatas apa yang diketahui saja, tidak menghabiskan waktu untuk memata-matai orang lain, mencari-cari kesalahannya yang lain. Serahkan urusannya antara dirinya dengan Allāh عَزَّ وَجَلَّ atas sesuatu yang tidak diketahui/ tersembunyi. Sebab memata-matai orang lain adalah perbuatan tercela.

6. Simak Penjelasannya

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

143 total views, 3 views today