HomeBlogDialog Ta’aruf – “Apa mau Terus-terusan Mencela?”

Dialog Ta’aruf – “Apa mau Terus-terusan Mencela?”

share

mencela teman shalih

Terpikat dengan Keindahannya

Menggebu rasanya tatkala hati telah terpaut (secara zhahir) kepada seseorang, dengan kesukaan yang begitu dahsyat.

Sementara itu ingin juga agar dirinya memandang kehidupan ini dari perspektif yang sama, sama-sama menempatkan diri sebagai hamba Allāh عَزَّ وَجَلَّ dan sama-sama mencintai Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم yang (berusaha) hidup sesuai dengan jalan yang telah ditetapkan syara’.

Jangan Memaksa

Akan tetapi kalau ternyata sifat dan cara pandangnya berbeda, apakah mau memaksakan kehendak? “Pokoknya kamu sama aku dan harus seperti ini jalannya!”

Hidup Bersama Bukanlah Solusi Bagi Sebagian Orang

Tentu pernikahan itu bisa saja terjadi, akan tetapi tidak didapati kondisi ideal yang selama ini diharapkan.
Sebab nyatanya hidup bersama bukanlah solusi bagi orang-orang yang memiliki perbedaan prinsip.

Lebih Ringan dari Sarang Laba-Laba

Tidak mungkin akal yang sehat rela menukar sesuatu yang lebih baik dari dunia dan seisinya (yakni Din/ Agama) dengan suatu hal yang tidak lebih berat dari sarang laba-laba (kecantikan/ ketampanan tanpa disertai akhlaq dan aqidah yang lurus).

Hiadayah Bukan Kuasa Manusia

Apa masih mau terus-terusan maksa? Atau barangkali ada satu di antara mereka yang lupa bahwa urusan hati (hidayah) bukanlah kuasa manusia.

Apa masih tetap memaksakan kehendak, padahal dengan paksaan itu tidak terjadi apa pun kecuali diawali dengan kebengisan sikap dan diakhiri dengan saling mencela, menyalahkan serta menghabiskan banyak waktu.

Menikah itu ibadah, akan tetapi tidak berarti harus menikah dengannya. Menikah itu ibadah, maka janganlah memaksa.

Betapa indah kebahagiaan apabila hadir tanpa paksaan. Sebab dengan memaksa, sesuatu itu tidak diperoleh kecuali dengan cara-cara yang zhalim.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

147 total views, 3 views today