HomeCahaya IlmuProud of Being Muslim (Bangga Menjadi Seorang Muslim)
muslim

Proud of Being Muslim (Bangga Menjadi Seorang Muslim)

Cahaya Ilmu Nasihat 0 share

Saya bangga menjadi seorang Muslim!

Bangga menjadi seorang Muslim artinya Ridha Allah جل جلاله sebagai Rabb-nya dan Muhammad Rasulullah ﷺ sebagai Nabi-nya. Yang pengakuan iman ini (pengakuan pada lisan/ucapan) dibuktikan dengan berpedoman kepada Kitabullah dan As-Sunnah Ash-Shahihah dalam setiap sendi kehidupan (muamalah/keduniaan dan ibadah/beragama), artinya seseorang itu selalu berusaha mendirikan amal shalih sesuai Sunnah baik sifat maupun caranya (manhaj), dengan tidak menambah-nambah dengan ajaran baru dan tidak pula mengurangi ajaran Islam, Mafhum terjaganya Islam adalah dengan terjaganya Sunnah Rasulullah shalallaahu-‘alayhi-wa-sallam.

Dia-lah Allah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.- Q.S. At-Taubah (Pengampunan) [9]: 33., Kitab suci Al-Qur'an
Berhati-hatilah terhadap kesesatan/penyimpangan walaupun (jutaan) manusia menghiasinya dengan perkataan yang Indah.- Faedah Ilmiyyah

Catatan Penting:

  • Kitab Suci Al-Qur’an
  • Bagaimana mungkin seseorang yang akalnya sarih (akal kuat dan sehat) mau berbangga atas suatu perbuatan munkar yang tidak pernah (dan tidak akan pernah) menjadi bagian dari ajaran Islam.
  • Akal yang sehat adalah akal yang mengikuti dalil yang Shahih yang dipelajari, dimengerti dan diamalkan sesuai pemahaman Manhaj Salaf (Sifat dan Cara beragama generasi mukmin pertama yakni para Shahabat Rasul).
  • Terjaganya Islam adalah dengan terjaganya Sunnah dari penambahan dan pengurangan ajaran.
  • Sunnah yang Shahih adalah Firman Allah جل جلاله.
  • Masyhur sebuah faedah ‘ilmiyyah yang berbunyi, “Berhati-hatilah terhadap kesesatan/penyimpangan walaupun (jutaan) manusia menghiasinya dengan perkataan yang Indah.”
  • Agama ini dibangun atas dalil Kitabullah dan Hadits sesuai pemahaman para Shahabat Radhiy-Allaahu-‘Anhum, bukan pendapat/ra’yu manusia.
  • Dikenal sebuah asas/kaidah ‘ilmiyyah yang berbunyi, لو كان خيرا لسبقونا إليه; “Lau Kana Khayran Lasabaquuna Ilayhi”; “Kalaulah perbuatan itu baik, sudah barang tentu para Shahabat Radhiy-Allaahu-‘Anhum telah mendahului kita melakukannya/mengamalkannya.

Maraji’ (Senarai Pustaka):

  • Syaikhul Islam ibn Taymiyyah Rahimahullah. 1409 H.  Kitabul Iman (Kitab Al-Iman). Beirut: Dar Ihya’ Al-Ilmu.
  • Abdul Hakim bin Amir Abdat Hafizhahullaah. 1430 H. Lau Kaana Khayran Lasabaquuna Ilayhi (Kalaulah Perbuatan Itu Baik Tentulah Para Shahabat Telah Mendahului Kita Mengamalkannya). Jakarta: Maktabah Mu’awiyah bin Abu Sufyan.
  • Abdul Hakim bin Amir Abdat Hafizhahullaah. 1430 H. Syarh Aqidah Salaf (Penjelasan Aqidah Salaf). Jakarta: Maktabah Mu’awiyah bin Abu Sufyan.
  • Syaikh Dr. Abdussalam bin Salim as-Suhaimi. 1426 H. Kun Salaafiyyan Alal Jaddah (Jadilah Salafi Sejati). Mesir: Dar al-Manhaj.
Apa yang dimaksud dengan hadits shahih, hadits dha’if dan hadits ma’udhu? Download daftar istilah dalam ilmu hadits.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.


Rasulullah ﷺ bersabda,


من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه


Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.- Shahih Muslim no. 1893


Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

735 total views, 4 views today