HomeCahaya IlmuAzab dan Rezeki adalah Hal yang Berbeda
azab dan rezeki adalah hal yang berbeda tazkiyatun nufus hanifan engrano teman shalih

Azab dan Rezeki adalah Hal yang Berbeda

Cahaya Ilmu 0 share

azab dan rezeki adalah hal yang berbeda tazkiyatun nufus hanifan engrano teman shalih

“Sudah Shalat, Tapi Kok Masih Banyak Masalah ya? Sudah Shalat, Tapi kok Penyakit Ga Sembuh Sembuh? Sudah Shalat, Tapi kok Hutang Ga Lunas Lunas ya? Sudah Shalat, Tapi Kok Hidup Belum Bahagia ya?” tersebut adalah perkataan-perkataan Bathil yang wajib dijauhkan dari dalam hati dan dari lisan seorang Muslim. Mengapa demikian? Simak artikel ilmiah temanshalih.com

Apakah kemiskinan/kemalangan yang dialami seseorang di dunia ini adalah akibat dari kurang benar/kurang baiknya/kurang banyaknya ibadah? Sehingga sebagian orang berinovasi dalam beribadah untuk mengejar perkara dunia.

Tidak jarang kita mendengar orang lain berkata, “Wajar barang antum hilang, antum kurang sedekah tuh …” atau “Wajar antum gak kaya-kaya, jarang sholat malam dan sholat dhuha sih …”

Jelas ini sebuah Syubhat (Syubhat artinya suatu samar, kabur, atau tidak jelas).

Tidak sedikit dari Shahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang miskin, namun apakah kemiskinan tersebut dikarenakan ibadahnya tidak benar? Tidak ikhlas? Tidak khusyuk? Apakah kurang sholat malam mereka? apakah ibadah mereka kurang baik sehingga tidak pantas bagi mereka untuk mendapatkan kenikmatan dan kekayaan di dunia ini?

Tidak sedikit juga para Ulama terdahulu dan sekarang yang secara fisiknya tidak sempurna dan keadaan materinya pun tidak berlebih. Apakah kekurangan-kekurangan tersebut dikarenakan kurang benar dan kurang baik ibadah mereka?

Jangan pernah menyalahkan ibadah seseorang atas takdir yang sudah ditetapkan kepadanya. Sungguh seseorang itu tidak mengetahui apa yang sesungguhnya yang terbaik untuknya. Adapun dirinya sebagai hamba Allah تبارك وتعال hanya dituntut untuk terus beribadah yang benar (Sesuai apa yang telah ditetapkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم / sesuai sunnah yang shahih dan apa-apa yang diamalkan oleh para Shahabat رضي الله عنهم/Salafuna-Shalih; Pendahulu kita yang Shalih) kepada Allah تبارك وتعال dan ikhlas menerima apa yang ditakdirkan Allah تبارك وتعال kepada dirinya.

Allah تبارك وتعال berfirman,

و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ

… Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.- Q.S. Al-Baqarah (Sapi Betina) [2]: 216., Kitab suci Al-Qur'an

Wallahu A’lam.

Ikhtisar:
Seorang muslim tidak dibenarkan menyalahkan amal ibadah atas kemalangan yang diterimanya. Adapun mengenai azab yang disegerakan Allah تبارك وتعال di dunia dan rezeki yang dijanjikan Allah تبارك وتعال melalui amal ibadah adalah perkara berbeda.

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

  1. Buka kembali bab 37 kitab At-Tauhid. Mengenai Larangan Memiliki Motivasi Dalam Amalan Hanya Untuk Kepentingan Duniawi (harta/wanita/kesehatan, dll).
  2. Buka kembali kitab Aqidah Syarah Al-Aqidah Ath-Thahawiyah.
    Poin-Poin terkait Takdir :
    Poin 29 “Dan telah menetapkan segala ketetapak takdir bagi mereka”.
    Poin 34 “Segala sesuatu berjalan (terjadi) dengan takdir-Nya”.
    Poin 35 “Kehendak-Nya pasti terlaksana, tidak ada kehendak bagi hamba-hamba kecuali yang dikehendaki Allah bagi mereka. Maka apa yang dikehendaki-Nya bagi mereka, pasti terjadi dan apa yang tidak dikehendaki-Nya bagi mereka, pasti tidak akan terjadi”.

Muraja’ah: Ustadzuna Abu Abdillah Amir | Alumni Darul Hadits Ma’rib Yaman & Pembimbing temanshalih.com

Ta’lif (Penyusun): al-Akh Hanifan Engrano (Abu ‘Aisyah).

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.


Rasulullah ﷺ bersabda,


من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه


Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.- Shahih Muslim no. 1893


Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

452 total views, 4 views today