HomeKhabarAparat Siap Kawal Agenda Syariat

Aparat Siap Kawal Agenda Syariat

Khabar Regional 0 share

Pontianak, Kalimantan Baratal-Funtiyan, Sabtu, 21 Jumadil Tsaniya 1436 H (11/4/’15). Penyelenggaraan acara-acara keagamaan seperti Kajian ‘ilmiyah Islam di Pontianak cenderung aman dari tindakan-tindakan vandalisme oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan menyimpang.

Aparat keamanan selalu siap mengkawal agenda kajian Islam seperti yang disampaikan oleh saudara Mulyadi dari Polresta Pontianak saat satuannya mengamankan acara bedah buku mengenai Kesesatan sekte Syi’ah di Masjid Raya Mujahidin,

Selama bertugas, kami tidak menemukan laporan mengenai ancaman-ancaman yang bertujuan untuk membatalkan terselenggaranya kajian-kajian Syariat.”

Sudah menjadi agenda rutin bagi Dewan Dakwah dan ormas Islam di Pontianak dalam mengadakan kajian ilmiyah di berbagai Masjid di kota Pontianak, khususnya Masjid Raya Pontianak yang menjadi ikon kebanggaan kaum Muslimin wilayah Kalimantan Barat.

Penyelenggaraan kajian ilmiyah adalah bentuk dari tanggung jawab Ulama (para ‘Alim) dalam mencerdaskan ummat Islam dari kegelapan, faham-faham sesat menyesatkan, dan mengawal kaum Muslimin kepada hangatnya cahaya Sunnah. Mengingat derasnya usaha kelompok-kelompok faham sesat di Indonesia yang mencari ruang untuk berkembang melalui berbagai aspek kehidupan masyarakat, melemahkan akidah pemuda Muslim sehingga jauh dari pemahaman Sunnah dan akhirnya tumpul dalam membedakan antara yang Haq dengan yang bathil.

Sudah semestinya Ulama, Pemerintah, dan Aparat berintegrasi dalam koordinasi yang baik guna menepis perkembangan faham-faham sesat yang menjamur di wilayah Indonesia. Karena dengan adanya faham-faham yang menyimpang (sekte syi’ah dan selainnya) dapat menimbulkan konflik horizontal, yang dapat memicu disintegrasi/perpecahan kaum Muslimin.

Kaum Muslimin/Ahlus Sunnah/Sunni yang awalnya mayoritas menjadi terpecah belah dan akhirnya berdampak pada pemberian ruang bagi faham sesat yang diekspor dari Negara Syi’ah, Iran, menjadi dominan di dalam parlemen, ini yang dikenal dengan Syiahisasi/Minoritas Dominan.

Apabila demikian, kelak Indonesia bisa menjadi seperti, Iraq, Lebanon yang dikuasai Militan Syi’ah “Hizbullah“, Yaman yang saat ini sedang dikudeta oleh Syi’ah Houtsi dan seterusnya, yakni Negara Syi’ah bagian Iran, sebuah negara yang diisi orang-orang yang menghalalkan kawin kontrak (mut’ah/perzinahan yang dilegalkan), dan segenap praktek keji lainnya, beribadah dengan mencaci maki para Shahabat Radhiy-Allaahu-Anhum dan meyakini azab bagi Ummul Mukminin, ‘Aisha Radhiy-Allaahu ‘Anha. Wal ‘Iyazubillaah.

(QSR)

344 total views, 6 views today