HomeIntisari Cahaya IlmuArti KataRibat: Apa yang dimaksud dengan Ribat?

Ribat: Apa yang dimaksud dengan Ribat?

Arti Kata Intisari Cahaya Ilmu Jihad 0 share

ribath, ribat, ahlur ribat, jihad, ahlu tsughur, teman shalih

Allah ‘Azza Wa Jalla (Mahamulia dan Mahaagung) berfirman,

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ

Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Rabb-nya mendapat rizki, mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan bergirang hati terhadap yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah. Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” ~Q.S. Ali ‘Imran (Keluarga ‘Imran) [3]: 169-171.

Dengarkan Tilawah Q.S. Ali-‘Imran ayat nomor 169 sampai 171

Tafsir Ayat

Dalam kitab At-Tafsirul Muyassaru (at-Tafsir al-Muyassar) disebutkan, dalam menafsirkan ayat tersebut di atas, bahwa:

“… Mereka itu hidup dalam bentuk kehidupan barzakh di sisi Rabb mereka, karena mereka telah berjihad karena-Nya serta mati di jalan-Nya. Mereka terus mendapatkan rizki di surga dan terus mendapatkan kenikmatan.

Kebahagiaan telah melimpah kepada mereka ketika Allah memberikan anugerah kepada mereka. Allah memberikan kepada mereka kenikmatan dan keridhaan yang membuat hati mereka senang. Ini adalah karena agungnya kedermawanan dan luasnya kemurahan Allah. Mereka merasa senang dengan saudara-saudara mereka para mujahid lainnya yang mereka tinggalkan dan masih hidup, agar mereka juga meraih keberuntungan sebagaimana yang telah mereka raih. Itu karena mereka tahu bahwa mereka (yang ditinggalkan itu) akan memperoleh kebaikan seperti yang telah mereka peroleh jika mereka mati syahid di jalan Allah dalam keadaan ikhlas karenaa-Nya. Demikian juga tidak ada kekhawatiran atas mereka berkenaan dengan apa yang akan mereka hadapi berupa urusan-urusan akhirat serta tidak bersedih hati atas apa yang luput dari mereka dari jatah keduniaan.

Mereka dalam keadaan sangat gembira disebabkan oleh anugerah yang telah diberikan kepada mereka, berupa nikmat-nikmat dan karunia Allah yang melimpah. Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman kepada-Nya tetapi justru akan mengembangkan dan menambahnya dari karunia-Nya.”

Ahlu-Ribat (رِبَاطُ)

Dari Shahabat Salman al-Farisi Radhiy-Allaahu-‘Anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ وَأُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَمِنَ الْفَتَّانَ

Orang yang menjaga di tapal batas sehari semalam lebih baik dari puasa dan shalat malam selama sebulan. Dan jika ia mati, maka mengalirlah (pahala) amal yang biasa ia kerjakan, diberikan rizkinya, dan dia dilindungi dari adzab (siksa) kubur dan fitnahnya.” ~Hadits Shahih: Riwayat Muslim no. 1913 kitab Al-Imarat.

Ribat sama juga dengan ats-Tsaghar, yakni orang yang menjaga di tapat batas antara kaum Muslimin dengan kaum kuffar (orang-orang kafir). Ahlur-Ribaath atau Ahluts-Tsughur adalah orang yang menjaga kaum Muslimin dari serangan musuh.

Download Wallpaper Mujahid

Download Wallpaper Jihadi (5560 downloads)

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

  • Kitab suci Al-Qur’an.
  • Yazid bin Abdul Qadir Jawas. 1432 H. Jihad Dalam Syari’at Islam. Bogor: Pustaka At-Taqwa.
  • At-Tafsir Al-Muyassar Mushaf Al-Madinah (Kitab Tafsir Muyassar versi terjemah Bahasa Indonesia).

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.


من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه


Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.- Shahih Muslim no. 1893

Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

2,462 total views, 15 views today