HomeIntisari Cahaya IlmuAdab Copy – Paste, Mengambil Ilmu dan Menyebarkannya
teman shalih dasar hukum copy paste

Adab Copy – Paste, Mengambil Ilmu dan Menyebarkannya

Intisari Cahaya Ilmu 0 share

Apakah kami termasuk orang-orang yang berbuat munkar sebab gemar “co-paste” dan “share” ihwal suatu berita yang kebenarannya/ keshahihannya kami sendiri tidak mengetahuinya? Hal ini disebabkan hati kami yang terbawa emosi atas suatu polemik ummat yang akhir ini terjadi di negeri kami.

Rasulullah ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,

‎مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ‏

Barang siapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan Mendapatkan Pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.- Shahih Muslim no. 1893 (كتاب الإمارة)

Syaikhul Islam ibn Taymiyyah رحمه الله menuturkan hal ini di dalam kitabnya, Al-Iman, “Orang yang menolong suatu perbuatan karena kehendak yang kuat, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya…“. Kemudian ia menukil hadits di atas. [lihat hlm. 216-217].

1. Bahwa ilmu itu bergulir di antara manusia melalui 3 (tiga) jalan yakni:

  • Contoh perbuatan;
  • Ucapan/ lisan;
  • dan tulisan.

Menunjukkan atau menyebarkan ilmu melalui media tulis; menyusun buku, kitab, artikel dan seterusnya adalah dibenarkan. Dan di antara adab menulis adalah apabila menukil/ mengutip maka mencantumkan sumber nukilan sebagai tanggung jawab ilmiah dan agar ia terlepas dari beban apabila di dalamnya terdapat kesalahan. Mafhum menukil tanpa menyertakan sumbernya adalah sikap yang jahl/ bodoh.

Ketahuilah perbedaan antara ilmu, pengetahuan dan wawasan/ kabar. Ilmu bersumber dari wahyu yang dalam pengertian khusus dikenal dengan istilah Ilmu Agama/ Ilmu Ad-Din, atau segala sesuatu yang datang dari Allāh تبارك وتعال dan Rasul-Nya ‎صلىالله عليه وسلم yang terdapat di dalam Kitabullah dan As-Sunnah Ash-Shahihah, baik berupa hal yang dapat dibuktikan kebenarannya secara materi/ akal ataupun tidak.

Sangat perlu dipahami bahwa yang paling berhak menjelaskan agama ini adalah Rasulullah ‎صلى الله عليه وسلم yang diutus kepada seluruh manusia dan jin. Rasul ‎صلى الله عليه وسلم menjelaskan kepada para Shahabatnya (رضي الله عنهم) kemudian para shahabat memahami dan mengamalkan, maka kewajiban bagi seorang muslim dalam ilmu ini adalah berusaha memahami agama dengan manhaj/sifat dan cara/metode Rasul dan para Shahabatnya, yang telah mendapatkan keridhaan dari Allāh تبارك وتعال.

Sementara pengetahuan/ sains berasal dari asumsi penelitian yang dilakukan oleh bani Adam (manusia).

2. Ilmu itu sendiri terbagi kedalam 3 (tiga) jenis apabila ditinjau dari kemanfaatan dunia dan keselamatan akhirat yakni:

  • Bermanfaat dan menyelamatkan (semua ilmu yang berlandaskan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah),
  • Bermanfaat namun tidak menyelamatkan (sains dan ilmu pengetahuan), dan
  • Ilmu yang tidak bermanfaat (termasuk di dalamnya ilmu sihir, filsafat, ilmu kalam dan sejenisnya).

Bahwa ilmu bukan hanya ilmu bil muhtawa (apa yang disampaikan), tetapi juga termasuk di dalamnya bi thariqah (cara menyampaikan) dan bi halil mad’u (ilmu tentang keadaan kepada siapa ilmu akan disampaikan).

3. Lantas bagaimana dengan berita selain ilmu dan ilmu pengetahuan?

Seorang muslim perlu bersikap wara’/ berhati-hati dalam menukil/ mengutip berita, sehingga ia tidak menyebarkan sesuatu yang membawa mafsadah/ kerusakan. Perlu juga diikuti dengan tabayyun/ cross-check berita. Dan tidak terburu-buru/tatsabbut dalam menyebarkannya.

Sesungguhnya menghindari diri dari polemik ummat adalah adab yang harus dipenuhi oleh seorang thulabul ‘ilm/ penuntut ilmu, karena mengurusi polemik ummat adalah tugas para ‘Alim/ Ulama.

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

  • Shahih Muslim kitab Al-Imarah.
  • Syaikhul Islam ibn Taymiyyah rahimahullah. 1409 H. Kitabul Iman. Beirut: Dar Ihya’ Al-Ilmu. (1433 H. Al-Iman. Bekasi: Darul Falah).
  • Ali Ahmad bin Umar. 1438 H (2016). 11 Renungan Sains. Gresik: Pustaka Al-Furqon.
  • Suhuf Subhan, M.Pd.i. 1435 H (2014 M). Menebar Dakwah Menuai Hidayah. Bekasi: Rumah Ilmu.

Ta’lif (Penyusun): Abu Shofi As-Salafi.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.


من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه


Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.- Shahih Muslim no. 1893

Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

256 total views, 11 views today